Kini kami berdua telah berhasil keluar dari hutan wilayah timur tersebut.
Aku menurunkan anak kecil yang berada di gendongan ku ke tanah. Aku menatap anak kecil tersebut yang masih menundukkan kepala nya.
Bertanya dengan lembut, "Siapa nama mu?"
Anak kecil tersebut masih dengan kepala yang tertunduk menjawab dengan datar, "Tidak tahu."
Aku mengernyitkan kening ku, "Lalu bagaimana kamu bisa berada di hutan itu?"
Anak itu kembali menjawab dengan datar, "Tidak tahu."
Aku merasa heran dengan anak kecil tersebut. Kemudian kembali menatap nya dengan tatapan tajam. Anak kecil tersebut mendongakkan wajahnya, kembali menatap ku dengan wajah datarnya, diam tak berkutik dengan tatapan tajam ku.
Beberapa saat kemudian, tak ada satu pun yang dari kami yang mengalihkan perhatian kami berdua.
Aku kemudian memejamkan mata ku dan menghela nafas ku pelan, "Baiklah, lalu kamu berasal dari mana?"
"Tidak tahu."
"Kamu tahu siapa orang tua mu?"
"Tidak tahu."
"Bagaimana dengan kerabat dekat atau jauh?"
"Tidak tahu."
"Apa kamu bisa menjawab dengan perkataan lain selain tidak tahu?"
"Aku memang tidak tahu."
Oke. Kali ini aku merasa kesal dengan jawaban bocah kecil ini. Aku menghela nafas dan mengacak rambut ku dengan kasar.
"Setelah ini, kamu ingin kemana?"
"Tidak tahu."
Bisakah aku memukul bocah ini sekarang juga? Serius, aku sangat kesal dengan jawaban bocah ini. Setiap kali aku bertanya, dia selalu menjawab 'tidak tahu', lalu apa yang dia tahu?!
Baiklah, ini pertanyaan terakhir ku, jika bocah ini kembali menjawab dengan jawaban sebelumnya, aku akan kembalikan dia ke hutan sebelumnya.
"Apa kamu ingin ikut dengan ku?"
"Baiklah."
...
Ehh? Serius dia ga jawab 'tidak tahu' lagi kali ini?
"Bisakah kamu mengulangi perkataan mu?"
"Baiklah."
Akhirnya!! Tidak ada lagi jawaban 'tidak tahu' terdengar di pendengaran ku!!
Aku menggenggam tangan kecil bocah tersebut dengan semangat, "Mari kita pulang!"
"Baik, mama."
...
Aku menghentikan langkah ku. Tunggu... Apa tadi yang dia ucapkan?
Aku bertanya dengan keheranan, "Mama?"
Anak kecil tersebut menunjuk ke arah ku, "Mama."
Dengan wajah terkejut, aku menunjuk ke arah diri ku sendiri, "Siapa? Aku?"
"Mama."
"Tidak tidak. Aku bukan mama mu, dan juga aku ini laki-laki, mengerti?"
"Mengerti, mama."
Tidak. Bocah ini tidak mengerti maksud ku!!
"Bukan mama, tapi kakak."
"Mama."
"Kakak. Panggil aku kakak, bukan mama."
"Mama."
Oke. Aku menyerah berbicara dengan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasySeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
