Bab 4

14.9K 1K 21
                                        

Kartu tarot ya... Ini cukup unik sebagai sebuah sihir maupun skill. Memang sih perkataan pendeta agung ada benarnya, kartu tarot ada hubungannya dengan gereja karena biasanya kartu tarot digunakan sebagai kartu untuk meramal masa depan seseorang.

'Tapi... Dari sekian banyaknya sihir di dunia ini... MENGAPA AKU YANG MENDAPATKAN SIHIR ANEH INI?!
ini tidak masuk akal. Benar-benar tidak masuk akal,' batin Ran kesal.

Dekan Oswal dan Raja Edward masih saja berdebat.

Orang-orang di sana hanya bisa tercengang menyaksikan para orang berpengaruh saling memperebutkan seorang anak yang baru saja membangkitkan sihirnya.

Ran dan Pendeta menyadari bahwa mereka telah menjadi bahan tontonan berbisik dengan pelan.

"Sebaiknya kita berpindah tempat, bukankah begitu pak Pendeta?"

"Ya, itu benar... "

Raja Edward dan Dekan Oswal akhirnya menyadari situasi akhirnya memperbaiki image mereka.

"Ehm, mari berpindah."

"Ya, mari."

Sebuah teleport terbentuk di bawah kaki mereka berempat.

Setelahnya mereka pun menghilang bersamaan dengan sihir tersebut.

.
.
.


Pov Ran

"Ugh, hari ini sungguh melelahkan dan juga banyak kejadian aneh."

Aku langsung membanting diriku ke ranjang.

Hari yang aneh. Maksud ku, hari ini benar-benar hari yang mengejutkan.

Aku tidak menyangka aku akan dipilih menjadi kandidat sebagai murid akademi Kekaisaran.

Siapa juga yang tidak mau masuk ke sana? Sebenarnya aku tidak ingin masuk, tapi aku juga penasaran bagaimana pelajaran di akademi.

Yah, tapi aku juga harus meminta persetujuan kakek terlebih dahulu, mau bagaimanapun aku tidak memiliki orang tua, dan hanya kakek lah satu satu nya keluarga ku.

Sebenarnya, aku merasa tidak asing dengan tempat ini, kerajaan ini maupun benua ini.

Seperti pernah membaca nya di suatu tempat?

Aku juga tidak ingat kehidupan pertama ku.Ingatan tentang diriku di kehidupan pertamaku menghilang begitu saja, yang ku ingat hanya hari sebelum aku mati.

"Ya sudah lah, pikirkan nanti saja, ini sudah malam aku harus tidur untuk mengistirahatkan tubuh ku."

Tak lama setelah mengucap kan kalimat itu, aku pun langsung terlelap dan memasuki mimpi.

Pov Ran off

Flashback On

Hari ini adalah hari yang di benci semua orang, hari senin.

Aku sendiri juga membenci hari ini. Karena hari ini adalah penyerahan dokumen di kantor.

Aku yakin, dokumen yang ku kerjakan ini pasti akan ditolak lagi dan lagi.

Manager Park sialan.

Nama ku adalah Yoo Sanghyoon, aku adalah karyawan magang di perusahaan xx yang sedang naik daun.

Sudah 2 tahun lebih aku menjadi karyawan magang di sana, tapi tetap saja tidak ada yang istimewa.

Keseharian ku adalah menulis dan merevisi dokumen. Setiap sebulan sekali aku harus menyetor dokumen yang ku tulis kepada manager, tapi selalu saja ditolak.

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang