Pov Ran.
Aku kini tengah merapihkan seragam Akademi yang sedang ku kenakan. "Rasanya aneh. Aku seorang pekerja kantoran sekarang harus kembali mengembang ilmu di sekolah."
Suara lengkingan seseorang memasuki indra pendengaran ku, "Ran!! Cepatlah atau kau ku tinggal!!"
Aku menutup kedua telinga ku, "... Ran, kau harus terbiasa."
Aku mengela nafas sebentar, "Tunggu sebentar!"
Aku keluar dari kamar asrama ku dan melihat Mika yang tengah misuh-misuh di samping pintu asrama.
"Lama sekali kau!!" ucap Mika kesal.
"Maaf maaf, kau saja yang tidak sabaran."
Mika yang mendengar ucapan ku bertambah kesal. "Tahu begitu aku meninggalkan mu saja tadi, huh!!"
Mika berjalan terlebih dahulu dan meninggalkan ku di belakangnya. Aku menghela nafas ku pelan, "Dasar tuan muda pemarah." Aku akhirnya mempercepat jalan ku menyusul Mika.
.
.
.
"Jadi, kau ingin masuk kelas apa?" tanya Mika kepada ku.
"Entah," jawab ku seadanya.
Tadi saat kami masuk ke gedung Akademi, kami diberi selembar kertas yang berisikan kelas yang ada di Akademi.
Sebagai murid baru Akademi Nethearl tahun pertama, kami disuruh untuk memilih setidaknya 3 kelas yang ada.
Ada sekitar 9 kelas di Akademi Nethearl. Kelas sihir, kelas pedang, kelas penembak, kelas spirit, kelas alkimiah, kelas penyembuh, kelas berkuda, kelas combat (kelas bela diri dengan tangan kosong), dan kelas khusus dark magic.
Sedangkan untuk kelas berkuda menjadi kelas wajib bagi semua mahasiswa di Akademi.
"Bagaimana jika kita memikirkannya sambil makan?!" tanya Mika dengan puppy eyes nya.
Dasar anak ini, masalah makanan saja dia nomor satu. Tentu saja kami saling mengenal satu sama lain, karena selama seminggu penuh, para mahasiswa diberikan waktu liburan untuk saling mengenal roommate masing-masing dan berkeliling akademi.
Dan selama seminggu penuh, aku di buat stress oleh roommate ku sendiri. Bagaimana tidak stress, setiap pagi selalu ada teriakan yang cempreng dan penuh semangat dari Mika dan Sael. Lalu siang harinya, Mika selalu mengajak pergi keluar untuk membeli makanan. Dan malam harinya Sael selalu saja menceritakan cerita yang entah dari mana ia dapatkan.
Dua hari yang lalu, Sael menceritakan bahwa ia melihat Aeron dan Elora sedang berjalan bersama di taman kota.
Dan berakhir Mika dan Sael semalaman membuat konspirasi tentang hubungan antara Aeron dan Elora. Aku tidak ikut membuat konspirasi, karena aku sudah tahu hubungan apa yang Aeron dan Elora jalani. Tentu saja aku tahu dari novel yang ku baca.
Sedangkan Felix hanya menyimak dan jika di tanya hanya menganggukkan kepala atau menggelengkan kepala sebagai jawabannya.
"Baiklah," aku hanya bisa pasrah saja dengan kemauan Mika, jika tidak ia akan mengganggu ku seharian bersama senior Sael.
.
.
.
"Memang benar!! Kue lemon milk nya sangat enakk!! Kamu harus coba juga, Ran!" seru Mika sambil memakan kue miliknya.
Aku tak mengidahkan seruan Mika yang terus menyuruhku untuk mencoba makanan yang ia makan. Aku mengambil cangkir teh camomile yang berada di meja yang aku dan Mika tempati lalu meminumnya.
"Sepertinya aku sudah memikirkan kelas mana yang akan ku minati."
Mika dengan mulut penuhnya bertanya, "Bwenarkwah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasySeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
