27

7.2K 776 27
                                        

Pov Author.

Para mahasiswa dari tahun pertama sampai tahun ketiga kini tengah berkumpul di aula sihir dan di pandu oleh profesor Agatha.

"Aku benci dengan ujian pembagian asrama!!" kesal Mika dengan pelan.

"Aku juga!!" sahut Sael.

"Semoga tidak ada kejadian seperti tahun kemarin..." ucap Ran pelan sembari menyatukan kedua telapak tangannya dan memejamkan matanya.

"Terjadi juga tidak apa!! Aku akan membantai semua!!" ucap Ziel penuh dengan semangat.

"Jangan!!" bantah Xelo dan Mika bersamaan.

Xue Yan terkekeh kecil mendengar perdebatan teman-teman nya, sedangkan Luo Lingyi menghela nafasnya kasar.

"Apa semua sudah berkumpul?" tanya profesor Agatha datar.

"Sudah prof!!" jawab para mahasiswa bersamaan.

"Tidak usah banyak basa basi, aku akan langsung ke intinya. Kalian hanya perlu membunuh satu monster, akan ada kertas berisi nomor yang jatuh dari monster yang kalian bunuh dan itulah nomor asrama kalian, jadi bersiaplah," jelas profesor Agatha dengan tegas.

"Pidato yang sama setiap tahunnya..." lirih Xelo.

Xue Yan terkekeh pelan, "Pftt, dasar profesor kaku."

"Ekhem!! Aku mendengarnya, A-Yan, Xelo."

Xelo mengusap belakang lehernya pelan, sedangkan Xue Yan hanya terkekeh kecil.

"Kalau begitu, aku akan menyerahkan tugas ku sebagai pengawas kepada Xelo, Xue Yan dan Ran."

"Kenapa aku juga kena?!" tanya Ran dengan nada tinggi.

Profesor Agatha mengangkat kedua bahunya, "Hanya ingin saja."

"Dasar profesor sialan," gumam Ran pelan yang masih bisa di dengar oleh orang yang di maksud.

Profesor Agatha melipat kedua tangan nya. "Kalau kau menolak, aku akan meminta dekan untuk menambah hukuman mu."

Kedua bola mata Ran melotot dengan lucu, "Apa hubungan nya dengan itu!!"

"Entah," jawaban dari profesor Agatha membuat Ran menggeram rendah.

Orang-orang yang melihat adegan tersebut hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Sedangkan teman-teman Ran menahan tawa mereka yang hampir meledak.

'Aku hanya akan pergi mencari satu monster saja dan setelah mendapatkan nomor, aku akan langsung kembali! Jadi, jangan ada sesuatu yang melibatkan ku terjadi!' batin Ran.

"Baiklah kalau begitu. Kita langsung mulai saja ujian nya."




.
.
.





Pov Ran.

Srang!!

"Huft... Dengan ini, aku bisa kembali lebih cepat dan beristirahat," ucap ku dengan bangga mengangkat kertas berisikan nomor di dalamnya.

Aku melihat ke samping dengan seksama. Memastikan bahwa tidak ada hal mencurigakan yang terjadi di kedalaman hutan. Setelah dirasa aman, aku berjalan dengan riang menuju ke tempat awal mula para peserta ujian masuki.

Akhirnya aku bisa kembali dengan cepat dan beristirahat lebih awal!! Aku akan pergi berendam setelah ini~

Awalnya kupikir begitu, tapi sekarang aku malah mendapatkan masalah!!

"Senior... Tolong saya," ucap Archi dengan nafas sedikit tak beraturan.

"... Ada apa dengan mu?" tanya ku penasaran. Apa yang dia lakukan sih sampai bisa seperti ini?

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang