Bab 16

8.8K 791 17
                                        

"Ugh..." keluh Ran sembari membuka matanya pelan.

"Kau tidak apa?" tanya Mika.

Ran menganggukkan kepalanya pelan. Mika membantu Ran mendudukkan diri.

"Apa kau baik-baik saja?!" tanya Ziel dengan kencang.

Ran dan Mika terkejut dengan kehadiran Ziel yang tiba-tiba. Tidak hanya Ziel, ada juga Xue Yan, dan Xelo. Tunggu, kenapa ada Xelo?

Mika melirik Xelo dengan takut. Sedangkan Ran menatap Xelo dengan tajam.

Xue Yan yang melihat tatapan para junior nya terhadap Xelo merasa aneh. 'Ada apa dengan mereka bertiga?' batin Xue Yan.

Xelo hanya berdiri di depan pintu masuk ruang kesehatan. Berucap dengan enggan, "Aku kemari untuk menepati janji ku. Ambil ini." Xelo menyodorkan pedang yang ia pegang ke arah Ran.

...

Tidak ada respon dari orang-orang di dalam ruang kesehatan. Xelo mengernyitkan dahinya, "Kenapa tidak diambil?" tanya nya dengan polos.

Orang-orang menatap Xelo dengan datar.

Mika menjawab pertanyaan Xelo dengan sarkas, "Anda bodoh ya? Bagaimana cara mengambil pedang yang kau sodorkan dari luar ruangan?"

"Ehh?" Xelo kemudian tersadar dengan tingkah lakunya. Benar saja, jarak diantara mereka terlalu jauh. Dia berada di depan pintu masuk ruang kesehatan, sedangkan orang-orang berada di bagian paling sudut di ruang kesehatan.

Xelo salah tingkah karena kecerobohan nya, melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah sudut ruangan dan dengan tidak sopan nya, ia langsung menaruh pedang sudah berada di dalam sarung di atas kaki Ran. Tanpa sepatah kata, ia langsung melangkah pergi dari ruangan tersebut.

Orang-orang yang berada di dalam ruangan hanya menatap kepergian Xelo dengan heran. Ada apa dengan nya? begitulah kira-kira pikiran semua orang yang berada di ruang kesehatan.

"Dia kenapa? Lalu mengapa dia memberikan pedang nya kepada mu, Ran?" tanya Ziel mengeluarkan isi hatinya. Ia heran, pasalnya Xelo bukan orang yang dengan ramahnya memberikan seseorang barang miliknya. Apa lagi yang dia berikan adalah pedang miliknya sendiri.

Ran awalnya ingin menjawab pertanyaan Ziel, namun Mika sudah lebih dulu berucap dengan semangat. "Kemarin mereka berdua melakukan taruhan dan berakhir dengan Ran sebagai pemenang!!"

Ziel menganggukkan kepalanya, sekarang ia paham kenapa Ran bisa mengetahui dan menggunakan teknik berpedang keluarga Calliope.

Ran tiba-tiba saja bertanya, "Berapa lama aku pingsan?"

"Satu setengah jam," jawab Mika.

"Kalian menemaniku dalam waktu satu setengah jam?" tanya Ran kembali.

"Benar," Kali ini Xue Yan yang menjawab.

Ran berfikir sejenak. Jika mereka menemani ku disini selama satu setengah jam berarti...

"Kalian tidak mengikuti kelas berpedang?"

Mika, Xue Yan dan Ziel yang mendengar pertanyaan Ran hanya bisa mengusap leher belakang mereka.

Ziel berucap dengan santai, "Tidak apa-apa. Sesekali tidak mengikuti kelas profesor Oberon tidak akan membuat kami dikeluarkan."

Mika dan Xue Yan mengangguk setuju dengan perkataan Ziel.

"Tapi kalian akan dihukum."

Skakmat.

"Ada sesuatu yang harus ku urus. Bersenang-senang lah kalian semua," ucap Xue Yan kemudian menghilang dari tempatnya dan meninggalkan jejak array yang terbentuk di bawah tempat yang sebelumnya ia tempati.

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang