Edon dan Ruby berlari ke arah Ran yang sudah terbaring tak berdaya di atas kapal, mengabaikan keberadaan makhluk laut yang menyerang mereka.
Edon dan Ruby berlutut di samping tubuh Ran yang dingin dan pucat. Mereka tak memperdulikan darah yang mengotori pakaian mereka.
Edon meletakkan jari telunjuk nya di bawah hidung Ran, mengecek apakah masih bernafas atau tidak.
Edon menghela nafas lega saat di rasa hembusan nafas pemuda tersebut masih ada.
"Syukurlah masih bernafas... Tapi, bagaimana cara kita menolong nya?!" ucap Edon panik.
Dia tidak memiliki kekuatan yang bisa menyembuhkan orang yang terluka, apalagi pemuda ini sedang dalam keadaan sekarat. Apa yang harus dia lakukan di saat seperti ini?!
Ruby mengeluarkan kekuatan nya dan menulis di dalam kertas, lalu mengarahkan nya ke luka di perut Ran. Cahaya kuning yang hangat mengelilingi tubuh Ran dan berpusat ke arah perut nya.
Edon merasa sedikit kagum dengan sihir yang di miliki gadis kecil ini. Binar mata nya sedikit berharap bahwa sihir itu dapat membuat kondisi pemuda yang terbaring dengan sangat tidak berdaya terselamatkan.
Namun tak ada reaksi apapun dari tubuh pemuda tersebut. Luka-luka kecil di tubuh pemuda tersebut mulai menutup, terkecuali luka nya yang berada di perut tidak memiliki reaksi apapun.
Ruby menambahkan kekuatan di dalam sihir itu lebih besar. Berharap dengan menambahkan kekuatan ia bisa membuat luka besar tersebut tertutup.
Namun hasil nya nihil. Sihir nya tetap tak bekerja sama sekali.
Edon dan Ruby mulai panik. "B-bagaimana in-ini?" tanya Edon dengan gelisah.
Tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang memasuki indra penglihatan mereka. Makhluk laut yang menyerang mereka menghilang, dan di gantikan dengan seorang anak kecil berkelamin laki-laki yang terlihat seumuran dengan Ruby dengan tentakel di belakang tulang ekor nya.
Anak kecil tersebut mendekat ke arah tempat mereka berada. Ruby yang melihat anak kecil itu mendekat mulai mengeluarkan geraman pelan nya. Ia bangkit dari duduk nya dan menghadang anak itu dengan kedua tangan mungil nya dan kedua sayap nya yang sudah terbentang. Menatap dengan marah dan berucap dengan dingin, "Jangan mendekat."
Anak kecil itu tak mendengarkan perkataan Ruby, ia masih tetap kekeuh untuk mendekat ke arah orang yang terbaring dengan pucat. Mata nya tertuju kepada sosok itu.
Ruby semakin marah karena perkataan nya di abaikan. Ia menyerang anak itu dengan tebasan kecil yang keluar dari kedua sayap nya.
Tebasan kecil tersebut di halang oleh tentakel-tentakel milik anak itu. Anak kecil itu berkata, "Minggir. Aku akan menyembuhkan nya."
Ruby geram karena tentakel-tentakel itu menghadang serangan nya. Ia mengepalkan kedua tangan nya dengan kuat karena ucapan anak tersebut.
"Untuk apa? Kau yang melukai nya! Jangan harap bisa mendekati nya!!" ucap Ruby dengan nada tinggi.
Anak itu lagi lagi tak memperdulikan ucapan yang keluar dari bibir Ruby. Ia mencoba untuk menyingkirkan Ruby yang menghalangi jalan nya. Melesatkan salah satu tentakel milik nya, ia mengarahkan tentakel tersebut ke samping kiri dan menyentak tubuh Ruby dengan kuat.
Ruby menahan serangan tiba-tiba tersebut dengan sayap nya. Ia sedikit terdorong ke kanan karena sentakan yang di berikan oleh tentakel tersebut.
Edon yang melihat pertarungan antara kedua anak kecil tersebut mulai memanas, ia mencoba untuk menenangkan kedua nya. "Hei, tenanglah... Jika kalian terus bertarung maka dia tidak akan terselamatkan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasySeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
