Bab 23

7.5K 805 13
                                        

Kini aku tengah berada di berada di ruangan dekan Oswal bersama dengan Vance yang sedang menikmati camilan yang di sediakan oleh pemilik ruangan.

"Kau menemukannya dimana?" tanya dekan Oswal masih dengan menatap Vance dengan senyum manis nya.

Aku meneguk teh ku dan menjawab, "Hutan wilayah timur milik Duke Phillips."

Dekan Oswal kemudian menatap ku dengan serius. "Kenapa dia berada di hutan yang penuh monster buas itu?"

"Entah. Aku sudah menanyakan nya, tapi dia tidak mengetahui kenapa dia berada di sana."

"Apa dia ras dark elf?"

"Benar."

"... Baiklah. Aku mengerti tentang anak ini, tapi aku masih bingung kenapa dia memanggil mu dengan sebutan... mama?"

Aku tak menjawab pertanyaan dekan dan malah bertanya kepada Vance, "Vance, kenapa memanggil mama dengan sebutan mama?"

Vance menjawab dengan kedua tangan nya yang menutupi mulut nya yang penuh kue kering, "mwamwa adwalah mwamwa."

Aku tersenyum melihat aksi anak tersebut dan mengelus rambut hitam legam nya dengan pelan, "Makan dengan perlahan. Anda dengar sendiri bukan?" tanya ku menatap ke arah dekan Oswal.

"Baik, aku... mengerti," ucap dekan Oswal.

"Ngomong-ngomong, sepertinya kau bertambah kuat selama sebulan belakangan ini."

"Anda menyadari nya ya... Benar, sekarang saya menjadi penyihir tingkat 4."

Dekan Oswal terkejut mendengar nya. "Benarkah?! Bukan nya kau baru saja latihan selama 1 minggu? Aku mendengar kabar bahwa kau selama 2 minggu koma?"

"Benar. Aku koma selama 2 minggu penuh karena menyelamatkan kakek ku dari kutukan kuno."

"Kutukan kuno? Apakah itu fever?"

Aku menatap dekan Oswal dengan takut, "Anda tahu darimana? Anda ternyata..."

Wajah dekan Oswal memerah dan berucap dengan panik, "Jangan mengada-ngada!! Aku tidak seperti itu!!"

Aku tertawa keras melihat wajahnya yang memerah dan aksinya tersebut.

"Ahaha!! Aduh perut ku..." ucap ku sembari tangan yang satu memegangi perut dan yang satu nya lagi mengusap air mata ku yang terjatuh karena terlalu bersemangat tertawa.

Vance yang mendengar ucapan mama nya langsung bertanya dengan tampang polos nya, "Mama sakit?"

Aku kembali tertawa karena merasa lucu dengan tampang polos Vance saat bertanya.

"Haha... Hah... Tidak, mama tidak sakit kok, Vance jangan khawatir," jawab ku sembari menangkup pipi mungil anak itu.

"Aduduh... Mama jadi merasa senang di khawatirkan oleh Vance," ujar ku dengan senyum manis.

"Umm. Vance khawatir dengan mama," ucap nya sembari memakan camilan yang berada di tangan nya.

"Ututu, manis nya..."

Dekan Oswal yang melihat nya hanya memutar kedua bola mata nya dengan raut kesal.

Aku terkekeh kecil melihat wajah musam dekan dan berucap dengan nada serius, "Memang ada apa dengan kutukan itu?"

Dekan Oswal menetralkan wajah nya dan kembali serius, "Akhir-akhir ini, banyak kasus dari kalangan para bangsawan yang bersangkutan dengan kutukan itu."

"Berarti ada seseorang yang sengaja membuat kutukan kuno itu untuk mencelakai para bangsawan."

"Benar. Dan aneh nya, itu bertepatan dengan beberapa hari setelah pesta pelantikan Duke selatan yang baru dan 2 bulan sebelum pelantikan putra mahkota Kekaisaran."

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang