47

4.9K 520 15
                                        

"Apa yang terjadi?!" tanya Ran yang baru saja sampai di gerbang Kekaisaran bersama Elora dengan terengah-engah.

Mereka berlari dari toko yang lumayan jauh dari istana Kekaisaran dikarenakan sang kusir dan kuda pingsan begitu sudah dekat dengan tujuan.

Di sana terlihat banyak orang yang tengah menahan nafas mereka, beberapa dari mereka ada yang pingsan dan beberapa ada yang terluka oleh tebasan pedang. Tekanan dan aura negatif itu semakin terasa kuat saat lebih dekat dengan asalnya.

Elora buru-buru mendekat dan menolong beberapa prajurit yang terluka dengan hati-hati. Walaupun keadaannya juga tidak dalam kondisi yang baik, tapi kemurnian hatinya dalam membantu tak menghalanginya untuk bertindak.

Ran melirik sebentar ke arah Elora yang tengah mengobati para prajurit yang terluka. Lalu beralih untuk lebih mendekat ke asal tekanan dan aura negatif itu berada.

Cukup mudah untuk melewati orang-orang yang sedang terkena tekanan yang kuat. Setelah beberapa saat melewati orang-orang yang menghalangi jalan, akhirnya Ran sampai tujuan.
Terlihat kedua pemuda saling bermusuhan dengan saling aura menekan satu sama lain.

Kedua pemuda itu tak lain adalah Xue Yan dan Luo Lingyi. Namun penampilan mereka terlihat berbeda dari biasanya. Mata emas milik Xue Yan menyala dengan terang. Mata hitam onyx milik Luo Lingyi berubah menjadi merah darah dan di dahinya terdapat simbol retakan yang sebelumnya dia lihat saat insiden penyerangan pesta penyambutan murid baru sebelumnya.

Tak jauh dari keberadaan kedua pemuda itu, terlihat profesor Oberon sedang menahan luka tebasan yang berada di perutnya dengan di bantu oleh sang permaisuri. Sedangkan Kaisar mencoba untuk menghentikan permusuhan tersebut. Namun luka itu terlihat aneh. Ada aura hitam di dalamnya.

Ran buru-buru menghampiri profesor Oberon dan mengaktifkan sihir kartunya. "[the Magician] On."

Ran pun meletakkan tangannya ke arah luka di perut profesor Oberon dan menutup luka tersebut. Cukup lama untuk sekedar menutup luka tebasan. Karena aura hitam yang membatasi sihir cahaya miliknya.

"Permaisuri, apa yang terjadi" tanya Ran dengan hati-hati.

Permaisuri menghela nafasnya pelan dan menjawab, "Aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengan tepat. Namun saat aku dan suamiku ingin mengantarkan kepergian mereka, tiba-tiba saja pedang milik mereka memberontak dan saling menyerang. Aura milik Xue Yan dan Luo Lingyi ikut berubah setelahnya, dan berakhir seperti in-!"

Ucapan sang permaisuri terpotong saat suara kesakitan berasal dari sang kaisar yang terkena tebasan dari kedua sisi oleh kedua pemuda tersebut.

Permaisuri dengan panik mendekat ke arah jatuhnya sang Kaisar. "Suamiku!" panggil permaisuri dengan panik. Membawa kepala sang kaisar di pangkuannya, dan mengusap pelan.

Sang Kaisar dengan suara tertatih berucap, "Gulungan... Kita butuh gulangan- ukh!"

"Suami! Jangan berbicara dulu!"

Oberon yang tengah terduduk dengan bantuan Ran menyuruh pemuda itu untuk meninggalkannya dan mengobati sang kaisar. Ran mengangguk dan berjalan dengan cepat ke arah sang kaisar.

"Saya izin mengobati." Ran mengobati luka sang kaisar dengan hati-hati. Di tengah-tengah pengobatan tersebut, sang kaisar mengangkat suaranya yang masih serak, "Ukh- Istriku, ambil gulungan kertas pemberian kaisar wilayah timur yang berada di meja kerja ku dan aktifkan gulungan itu... Hanya dengan gulungan itu, kita bisa menghentikan evolusi paksa keduanya- Uhuk!"

Sang permaisuri mengangguk mengerti dan meletakkan kepala sang kaisar di bawah, dia menyerahkan suaminya kepada pemuda kecil yang tengah mengobatinya. Dia buru-buru berlari ke arah istana untuk mengambil gulungan yang diperintahkan oleh suaminya.

Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot CardsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang