"Semuanya! Berlindung di dalam kapal dan jangan panik! Tetap tenang!" perintah sang ketua sekaligus kapten bajak laut 'Shark' bernama Edon.
"Rote, pasang pelindung. Gril, ambil alih kemudi. Cari jalan yang aman untuk berlayar ke tepi, dan sebisa mungkin hindari serangan makhluk itu! Aku akan mencoba untuk menahan serangan nya!"
"Siap ketua!" ucap Rote dan Gril bersamaan.
"Yang lain, lindungi orang-orang yang berada di dalam kapal. Pastikan mereka semua aman."
"Siap, laksanakan ketua!"
Edon mengeluarkan pedang nya dari saku. Pedang itu berbentuk melengkung, dengan bilah yang cukup tebal.
"Pergilah ke dalam. Biar aku yang akan menahan nya," perintah Edon kepada ku dan Ruby.
Aku menggeleng pelan, "Tidak. Aku akan ikut membantu."
Ruby menganggukkan kepalanya tanda setuju. Edon melirik ke arah ku dan Ruby. Dengan seringai tipis nya berkata dengan semangat yang membara, "Baiklah. Aku juga penasaran dengan Kekuatan yang kalian miliki. Mohon bantuan nya, dan jangan sampai mati."
Setelahnya berkata demikian, Edon langsung berlari ke arah tentakel yang melilit kapal laut dan menebasnya.
"WOAKKKH-!!"
Makhluk tersebut menjerit dengan keras karena tebasan Edon. Makhluk itu mulai mengarahkan tentakel nya ke arah Edon. Dengan lincah, ia menebas tentakel-tentakel tersebut.
Aku melirik sebentar ke arah Ruby. Kami melakukan kontak mata dalam beberapa detik, kemudian Ruby melebarkan sayap nya, lalu terbang tinggi menyamai tinggi makhluk tersebut.
Aku mengeluarkan seruling milik ku lalu memainkan nya dengan lembut.
Alunan musik yang indah membuat pergerakan tentakel-tentakel tersebut melambat dan berantakan.
Edon merasa tubuh nya lebih ringan dan berenergi dari sebelum nya. Edon melirik ke arah ku dengan tatapan nya yang tajam dan bersemangat.
Aku tak menyadari tatapan Edon yang di arahkan kepada ku karena terlalu fokus dengan permainan seruling ku.
Ruby mengepakkan sayap nya ke arah tentakel yang akan menyerang nya. Beberapa tebasan kecil keluar dari kepakan sayap tersebut dan membelah tentakel yang mengarah kepada nya.
Ruby terbang mengelilingi monster tersebut. Ia dengan lincah menghindari tentakel-tentakel yang melesat ke arah nya.
Edon yang melihat Ruby tak mau kalah, ia menambahkan kekuatan nya ke dalam pedang nya dan menebas ke arah wujud makhluk tersebut.
"WOAKHH!!"
Jeritan makhluk tersebut tak membuat fokus ku terbuyar. Dengan tenang, aku memainkan seruling ku dengan lihai.
Semakin tiupan permainan seruling itu melembut, semakin bertambah kuat sihir suara di dalam alunan merdu yang menenangkan itu.
Makhluk itu tak lagi menyerang ke arah Edon dan Ruby, namun berganti target ke arah ku.
Edon dan Ruby yang mengetahui bahwa target makhluk itu berubah langsung melesat ke arah tentakel yang ingin menyerang ke arah pemuda yang sedang memainkan seruling bambu nya.
Jeritan demi jeritan makhluk itu lantunkan. Potongan demi potongan tentakel tersebut tak membuat makhluk itu menyerah. Dengan regenerasi tak masuk akal yang di miliki makhluk itu membuat serangan demi serangan tak berarti. Malah semakin lama, tentakel itu semakin kuat dan lebih kuat dari sebelumnya.
Ruby dan Edon mendekat ke arah ku. Aku menghentikan permainan seruling ku sebentar dan menatap ke arah monster itu dalam-dalam.
Aku tidak tahu kenapa makhluk yang orang-orang katakan adalah makhluk mengerikan yang tinggal di tengah-tengah laut antara wilayah utara dan selatan kini malah menyerang kami di perbatasan wilayah selatan!! Apa yang membuatnya meninggalkan laut tengah kedua wilayah itu dan malah pergi bermain di wilayah perbatasan...
KAMU SEDANG MEMBACA
Has a Unique Magic That is None Other Than Tarot Cards
FantasiSeorang pria yang bertransmigrasi di dalam novel yang terakhir ia baca. Dunia dimana sihir adalah hal normal di sana. Terlahir kembali menjadi orang yang memiliki sihir unik, Kartu Tarot. Bagaimana jalan cerita pria yang bertransmigrasi di dunia ya...
