TAHAP EDITING!
Xing Xu seorang psikopat berusia 30 tahun yang menjadi buronon selama 12 tahun. Setelah pindah ke New York hidupnya berubah. Mulai dari lupa ingatan akibat salah minum obat demam hingga berakhir masuk ke tengah-tengah keluarga mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara-suara aneh terdengar di kediaman Dayton. Bukan suara jeritan siksaan, melainkan suara tuan ke 3 Daniel Joy Dayton, pria yang cukup terkenal di kalangan wanita dan pria di kota xxx karena memiliki sifat seperti seorang pelacur.
Daniel Joy Dayton
Gila perhatian, apapun yang dia lakukan semata-mata agar Devan memperhatikan nya, pecandu narkoba, dan penggila wanita.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_art di ambil dari twitter_
Kehidupan nya yang suram, pecandu obat-obatan, penggila belaian, dicap sebagai pria gila karena selalu memiliki bagian merah di bawah mata.
Tapi itu tak sekalipun mengusik Daniel. Ia memang sengaja melakukannya, untuk menarik perhatian pria yang tak pernah meliriknya. Devan Barlick Dayton, putra terhormat yang disegani banyak orang, Kakak tiri Daniel yang tak pernah sekalipun peduli padanya.
Devan Barlick Dayton Seorang kepala keluarga, penerus Dayton yang menggantikan posisi Daniel. Sifatnya dingin, namun jika marah dia sangat menakutkan, sifat nya juga perhatian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_art diambil dari twitter_
Sejak Daniel memasuki keluarga Dayton dengan status putra sah dari mendiang kepala keluarga Savir Rylie Dayton, Ayahnya.
Disaat semua orang di kediaman Dayton mulai mencomoh nya, menganggap nya anak tak tahu etika, dan hanya bisa mempermalukan nama keluar. Di saat itu semua terjadi padanya, Daniel malah tertarik pada Devan yang dingin dan tidak pedulian. Satu-satunya orang yang tidak mengomentari nya atau menatap jijik.
Ia menjadi pelacur demi menarik perhatian Devan. Sekaligus membuktikan omongan orang-orang bahwa dia benar pelacur tanpa harus berbohong atau membuat hinaan palsu. Juga untuk melihat apakah Devan benar tidak menganggap nya menjijikan atau hanya sandiwara. Daniel juga ingin lihat, sampai kapan pria itu menutup mata padanya. Apalagi setelah banyaknya rumor yang beredar tentang nya.
Tok tok tok
Daniel yang sedang menyesap vintage terhenti ketika pintunya di ketuk sebanyak 3 kali. Sosok dari luar sana menyahut ketika Daniel bertanya ada apa.
"Tuan Devan mengumpulkan semua orang di ruang keluarga," jawab pelayan wanita itu dengan gugup. Walau dirinya dan Daniel terhalang oleh tembok, itu tidak bisa menutupi ketakutannya. Bahkan memanggil Daniel saja butuh banyak keberanian.
"Katakan padanya, aku sedang tidak ingin di ganggu. Jika kehadiran ku penting untuknya, maka datang lah sendiri ke kamarku. Aku ingin lihat! Apakah dia akan datang atau hanya duduk di kursi bodoh itu," jawab Daniel dari dalam.
Kemudian pelayan itu izin undur diri, untuk menyampaikan pesan Daniel kepada Devan.
"Kenapa kamu sangat membencinya tuan?" seorang wanita bertanya. Ia sedang memakai baju tidur setelah selesai mandi.
Daniel menatap wanita itu nyalang. Ia benci jika urusannya di korek orang luar, apalagi oleh seorang pelacur rendahan.
"Maaf."
wanita itu menuduk, ia tahu tatapan itu. Demi keselamatannya, ia harus menjaga sikap seperti yang pernah di sampaikan padanya.
• • •
Di tengah ruang makan terlihat Devan yang sedang duduk di kursi kepala keluarga terdiam ketika pelayan di hadapannya menyampaikan apa yang Daniel ucapkan. Beberapa paruh baya mulai terlihat tidak senang, bahkan berbisik-bisik tentang kelakuan bejat Daniel. Seolah pria itu benar-benar aib bagi keluarga Dayton.
Kenapa dia sangat keras kepala!gumam Devan di dalam hati sembari menghela nafas yang membuat semua orang di ruangan seketika diam dengan atensi yang tertuju padanya.
"Kau boleh pergi."
Pelayan itu menunduk kemudian meninggalkan ruangan itu.
Devan pun beranjak. Itu berhasil membuat semua orang terkejut dan ikut beranjak.
"Duduk lah, saya akan menjemput anak nakal itu." pungkas Devan sebelum beranjak pergi menuju kamar Daniel berada di ikuti beberapa bodyguard milik nya.
Daniel masih dalam rutinitasnya, terganggu ketika pintu kamarnya di dobrak. Pelakunya adalah bodyguard Devan. Setelah pintu itu terbuka, semua bodyguard reflek berbalik badan tidak ingin melihat apa yang di lakukan Daniel. Hal tidak sesonoh yang kini Devan lihat, membuat tangan nya terkepal tanpa sadar.
"Kau datang tepat waktu," seru Daniel yang berbaring di atas ranjang dengan banyak wanita-wanita di sebelahnya dan bahkan di atas tubuhnya.
Wanita-wanita itu tak terusik akan kehadiran Devan. Mereka tetap melakukan tugas masing-masing yaitu memuaskan Daniel.
"Keluar." satu kata perintah itu tak mengusik wanita-wanita Daniel. Sebaliknya, mereka semakin gencar beraksi.
Wajah Daniel sudah basah oleh keringat, tangan satunya yang memegang batang vintage dan satunya yang memegang bungkus narkoba.
Devan mendekat. Menarik wanita-wanita itu turun dari ranjang Daniel satu persatu hingga tersisa dirinya di atas kasur itu. Devan langsung menarik rambut Daniel, mendekatkan wajah nya pada wajah Daniel.
"Apa kau tidak malu? Melakukan hal kotor ini," ucap Devan dengan mata yang menatap Daniel, tajam.
Bukannya takut Daniel malah tertawa. "Apa yang membuatmu pantas menghentikan ku?"
"Anak nakal harus di hukum."
Nada penuh tekanan kembali Devan lontarkan. Sebelum dia menarik Daniel, menyeret pria itu turun dari kasur dengan menjambak rambutnya.
Tidak peduli jika seisi mansion melihat Daniel yang telanjang, Devan sudah jengah. Ia tak bisa membiarkan lelaki itu menjadi gila karena narkoba dosis tinggi yang selalu mengorek isi kepalanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hanya singgah sebentar
Jangan lupa vote dan koment aku maksa! Jangan hanya komen up dan semangat thor doang. Yang lain kek!