14. Red Mansion

5.6K 265 2
                                        

BRUK!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

BRUK!

Suara tubuh Daniel yang dihempas ke atas kasur kamar Devan.

Daniel masih dalam pengaruh obat-obatatan, ia terus meracau tidak jelas. Devan yang melihat itu langsung pergi menuju kamar mandi, mengisi bak dengan air yang bercampur es batu kemudian kembali ke kamarnya untuk membawa Daniel bersamanya.

Devan menggendong Daniel ala bridal style, kemudian ia celupkan ke dalam air es, untuk menghilangkan pengaruh obat di dalam tubuh Daniel.

Selama ini Devan bukan tidak peduli pada Daniel. Ia hanya membangun tembok penghalang agar dirinya tak berhubungan langsung dengan Daniel. Tapi dia tidak habis pikir dengan Daniel, pria itu selalu nekat melakukan hal-hal terlarang yang bahkan hampir melukai dirinya sendiri.

Ini sudah yang kesekian kali. Devan membawa Daniel ke kamarnya untuk menetralkan pengaruh obat-obatatan, tanpa sepengetahuan Daniel sendiri. Walau terlihat tidak peduli, namun sebenarnya Devan masih memiliki sifat kemanusiaan. Dia masih peduli pada Adik tirinya itu.

"Sebaiknya kau berhenti Daniel, kau menarik banyak musuh disisimu," ucap Devan sambil menatap wajah Daniel yang tak sadarkan diri.

Kulit pucat, mata Emerald indah itu membuat hatinya tenang, namun ketika mata itu terbuka, yang Devan lihat hanyalah kekosongan dan rasa sakit.

Dia pandai menyembunyikan kelemahannya.

•••

Daniel terbangun di kamarnya setelah tak sadarkan diri 2 hari. Tubuhnya telah bersih, sepertinya pelayan telah membersihkannya, sekarang wajahnya terlihat sedikit cerah walau bawah matanya semakin merah.

Ia terbangun ketika sinar mentari menyorot wajahnya. Daniel mengatur posisinya menjadi duduk, tatapannya tertuju pada jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi.

Dia segera beranjak, berjalan menuju kamar mandi, kemudian merendam tubuhnya ke dalam air hangat yang telah di campur dengan kelopak mawar merah. Aroma pekat yang menenangkan hatinya.

Kejadian beberapa minggu lalu memutar dikepalanya. Bagaimana ia merasa tenang ketika melihat pria yang memiliki aroma mawar merah berdiri tidak jauh darinya, punggung tegap tak tergoyahkan, langkah kaki lebar, dan aura tajam yang mendominasi.

Jika di pikirkan lagi, siapa pria itu? Yang memakai pakaian serba merah, hitam?

Daniel penasaran. Siapa nama nya, dari mana asalnya, dan apa status nya. Jika bisa bertemu lagi, Daniel akan membawa pria itu ke mansion nya dengan senang hati.

•••

Daniel menunggangi kudanya menuju lapangan. Karena merasa bosan di kamar, ia akhirnya menginjak kan kaki ke luar dari kamarnya dengan niatan menunggang kuda sambil menikmati pemandangan.

Tak ada bodyguard yang mengikutinya, lagi pula Daniel tidak berharap di jaga. Dia hanya seorang tuan muda tak berguna, untuk nyawanya saja, tidak berharga.

Hiya!!!

Daniel menunggangi kudanya, menerobos hutan forstella dengan membawa panah di punggunya. Bukan berniat berburu, hanya sebagai formalitas saja.

Tak terasa sudah 3 jam perjalanan, Daniel yang merasa lelah segera melompat turun dari kudanya, membawa kudanya ke tepi danau untuk meninum air, dan Daniel pergi untuk mencari buah yang bisa dimakan.

Setelah memetik buah apapun yang dia dapat di hutan, Daniel langsung kembali ke tempat awal, tempat kudanya berada. Ketika hendak melanjutkan perjalanan, tidak sengaja kuda Daniel menginjak sesuatu yang tajam hingga membuat kuda yang Daniel tunggangi terkejut dan berlari tak tentu arah.

Daniel mencoba menenangkan kudanya namun usahanya sia-sia.

Sampai dia tak bisa melihat bangunan dan menara mansion Dayton, itu artinya, ia telah keluar dari wilayah Dayton.

Bruk!

Kuda Daniel terhenti di ujung sebuah tebing. Hampir saja, kuda itu melewati tebing, untung nya ia dengan cekatan manarik tali nya dengan kuat hingga membuat hidung kudanya terluka.

Tapi demi keselematan Daniel harus melakukannya.

Yang kini Daniel lihat, bukanlah jurang kosong. Melain sebuah gambaran mansion yang amat megah, bunga mawar merah yang mengelilingi sudut mansion, bahkan warna khas dari mansion itu juga berwarna merah.

Harum bunga mawar memasuki indra penciuman milik nga. Dia tertegun, menatap mansion ini dengan tatapan tak percaya.

Kenapa bisa ada mansion ditengah hutan?

kenapa ada mansion yang memiliki banyak sekali red rose?

kenapa dia tidak mengetahui ada sebuah keluarga yang memiliki ciri kas bunga mawar?

Munga mawar langka yang sekali seumur hidup dia cium, dan pertama kali dia mencium nya di kebun apel saat acara  para bangsawan dan Kerajaan.

Aku harus mencari tahu, nama tempat ini.

gumam daniel dengan senyuman senang. Sebelum dia segera meninggalkan tebing untuk kembali ke mansion nya.

Siapakah orang yang Daniel lihat?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Siapakah orang yang Daniel lihat?.
Jangan lupa yah, vote sebelum membaca dan komen setelah membaca

ENIGMA & ALPHA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang