52

501 61 13
                                        

Aku membuka kedua mataku perlahan, pandanganku berkunang-kunang dan kepalaku terasa sakit berdenyut-denyut. Aku menyadari diriku tak lagi berada di Kafe Poirot. Aku membelalakan mata saat melihat pemandangan dihadapanku. Sebuah hutan di lokasi yang tidak jelas. Kenapa aku bisa ada disini??

Oh, sial! Apakah aku sudah mati? Apakah saat ini aku berada di tempat itu?

Aku teringat tempat dimana Yohan pernah menjatuhkanku dulu, a sneak preview of what's coming for illegal souls, he says.

Wajahku memucat saat memandang sekelilingku. Untuk saat ini aku tidak melihat siapapun disekitarku namun aku segera bangkit berdiri walau seluruh tubuhku, bukan, jiwaku? Saat ini aku tak memiliki raga, bukan? Bagaimanapun aku tetap merasa tidak nyaman seakan aku memiliki gejala mau sakit flu berat atau semacamnya.

Aku tahu aku tak sendiri di tempat ini... Ada jiwa-jiwa terbuang sepertiku. Aku teringat sosok wanita yang pernah kulihat dalam sneak preview yang diperlihatkan Yohan dulu. Seorang wanita tanpa mata, hidung dan mulut tapi wanita itu masih bisa berbicara dan melihatku. Betapa menyeramkannya saat itu waktu wanita itu berusaha mengejarku.

Aku merinding. Aku tak mau ketemu yang seram-seram seperti itu! Mendadak terlintas dipikiranku, apakah aku sendiri masih memiliki mata, hidung dan mulut atau tidak? Aku buru-buru memegangi wajahku dan sangat lega menyadari bahwa semuanya itu masih ada. Aku mendesah lega.

Saat itu, aku sedang merasa lega sendiri membuatku telat menyadari sosok berjubah hitam di ujung jalan dihadapanku. Ketika aku menyadarinya, aku memicingkan mataku memandangi sosok yang agak jauh berdirinya dariku. Aku tak bisa melihat wajahnya namun aku tidak bodoh. Aku banyak menonton film berbau supernatural jadi aku tahu lebih baik aku tidak menunggu untuk jump scare dari si jubah hitam satu ini.

Tanpa ba-bi-bu lagi, aku langsung membalikkan badan dan kabur menjauhi sosok itu sebelum si jubah hitam bisa melakukan trik horor yang biasanya ada pada film semacam itu. Aku tak mau menunggu untuk melihat sosok mengerikan wajah si jubah hitam atau mungkin juga dia tak memiliki mata, hidung dan mulut seperti wanita yang lalu. Aku juga tak mau menunggu trik jump scare hantu film horor dimana sosok itu tahu-tahu bisa ada dihadapanku setiap aku mengedipkan mata atau semacamnya.

Aku lari tak tentu arah. Aku tak berani menoleh apakah sosok itu berlari mengikutiku atau tidak. Aku tak mendengar derap langkah kaki...tapi bagaimana jika itu semacam hantu melayang? Hiiih!!

Aku berlari dan lari entah berapa lama dan selama aku lari itu aku tak melihat ada sosok lain. Jika ada pun lebih baik aku tidak mendekatinya. Aku terlalu takut. Namun aku mulai kecapaian berlari dan akhirnya aku berhenti berlari. Walau takut, akhirnya aku menoleh kebelakang dan cukup lega aku tidak melihat sosok jubah hitam itu dibelakang atau dilangit-langit. Ugh, jangan sampai ada yang begitu deh!

Aku kecapaian dan kehausan pula. Namun seperti sebelumnya, aku tak berani makan dan minum ditempat yang semacam limbo ini, takut nanti jadi terperangkap di alam ini. Aku bersembunyi dibalik semak-semak dekat pohon-pohon untuk beristirahat sebentar.

Haruskah aku memanggil Yohan? Akankah dia datang membantuku? Aku memperhatikan pergelangan tanganku dan benang perjanjian antara diriku dan Yohan. Benang itu berwarna kuning yang berarti nyawaku dalam bahaya! Sial sekali aku ini tidak bisa melewati hari tanpa ada kejadian aneh menimpaku. Setidaknya itu bukan warna merah.

Aku berpikir untuk berteriak memanggil Yohan namun aku takut ada yang mendengarkanku jadi aku cuma memanggilnya dengan berbisik-bisik ke arah langit lalu ke arah benang perjanjian yang melingkari pergelangan tanganku. Namun tentu saja tidak ada jawaban. Aku mendesah pasrah dengan situasiku saat ini. Bagaimana jika Yohan merasa diriku tidak ada manfaatnya lagi untuk dibiarkan selamat? Kenapa aku bisa berada disini? Bagaimana jika ini perbuatan Shinigami? Bagaimana jika ini perbuatan Yohan? Yohan bilang dia membiarkanku hidup supaya aku bisa membantunya tapi sudah lama dia tidak muncul memberikanku tugas apapun. Bagaimana jika dia beranggapan aku tak berguna?

walking on a dreamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang