54

297 44 14
                                        

Aku sudah menelepon Akako untuk meminta bantuannya perihal masalah supernatural yang kuhadapi, untunglah gadis penyihir itu bersedia membantu, atau setidaknya menelusuri situasinya dulu. Dia bilang dia akan datang kepadaku secepatnya.

Sementara itu, Caleb dan Fuuma sudah dikarantine oleh orang-orang yang dikirim Pak Shirou. Demi keamanan, semua orang yang memiliki mata shinigami dilarang berada dalam jarak denganku, Caleb dan Fuuma. Percakapan dengan Pak Shirou dan pemilik mata shinigami lainnya dilakukan via video call.

Keadaan Caleb semakin memburuk, dia sulit untuk sadar dan jika sadarpun, tingkahnya seperti orang yang sudah tidak waras dimana dia hendak menyerang orang-orang disekitarnya sehingga akhirnya dia diikat dengan jaket pengaman dan diberi obat penenang. Fuuma sendiri juga kondisinya tidak bagus, wajahnya pucat pasi seperti sedang flu berat dan dia berusaha menahan keinginan untuk menyerang orang-orang disekitarnya. Sepertinya mereka berdua lebih ingin menyerang orang normal dan malah mereka tidak tertarik denganku yang satu-satunya pemilik mata shinigami dalam ruangan. Apakah virus ini membuat mereka bertingkah seperti orang gila yang akan menyerang tanpa pandang bulu tetapi hanya kepada orang normal?

Aku sudah memperkenalkan Amuro kepada Pak Shirou juga namun berhubung situasinya sedang tidak bagus, Pak Shirou tidak terlalu mengambil pusing akan keberadaan Amuro disisiku. Fuuma juga sudah memberitahu Pak Shirou untuk mengarantina orang-orang mereka yang berhasil kembali dari tempat itu, berjaga-jaga jika jiwa yang kembali itu bukan jiwa yang mereka kenali. Orang-orang dari Letifer sepertinya akan sibuk untuk berusaha mengontrol situasi ini. Malah kami takut diluar sana mungkin sudah ada beberapa pemilik mata shinigami yang mungkin mengalami yang Caleb dan Fuuma rasakan saat ini. Intinya saat ini kami hanya bisa berdeduksi bahwa tempat itu-lah awal masalahnya.

Saat itu akhirnya Akako telah tiba. Amuro dan Fuuma (yang tingkat kesadarannya masih lebih baik dari Caleb) agak sedikit gugup mungkin setelah mengetahui dari diriku bahwa gadis itu adalah penyihir. Mungkin lebih sulit bagi Amuro daripada Fuuma yang sejak awalnya juga sama denganku abnormal?

Entah kenapa aku merasa segan sekali pada gadis itu membuatku merasa harus bersikap super sopan dan berhati-hati supaya tidak menyinggung Akako. Akako tersenyum saat melihat kurungan kaca tebal dimana Caleb dan Fuuma sedang terperangkap. Dia memandangi mereka lekat-lekat. "Sepertinya mereka benar terkena kutukan...dan berdasarkan betapa hitamnya aura kutukan itu, mereka akan segera kehilangan kewarasannya dan menyerang tanpa pandang bulu."

Konfirmasi dari Akako membuatku tambah tegang. "Bisakah kau menolong kami?" pintaku.

Akako tidak menjawabku tapi dia mulai memandangiku lekat-lekat. "Yup, yang kau katakan padaku benar adanya, aku bisa melihat kutukan itu tersebar darimu."

Walau sudah mencurigainya, tetap saja aku terhenyak saat mendengarnya. Jadi kemungkinannya besar bahwa John dan aku adalah patient zero, tetapi kenapa kami malah hanya jadi pembawa virus dan tidak mengalami gejala virus itu sendiri? Bagaimanapun sudah jelas bahwa aku harus segera menemukan John karena jika dia tak menyadari keadaannya, dia akan menginfeksi semua pemilik mata shinigami didekatnya.

Akako berbicara dengan Pak Shirou via perantara video call dan memintanya menyiapkan alat-alat yang dia perlukan untuk pembersihan sementara kutukan itu. Dia juga memintaku memberitahunya jika aku melihat ballerina itu lagi. Dia pun langsung sibuk menyiapakan upacara pembersihan, menginstruksi Pak Shirou untuk memberikannya ruangan tertutup tanpa pengawasan apapun. Walau agak enggan, Pak Shirou tidak punya pilihan selain mengikuti keinginan Akako. Itu cukup baik untukku karena aku membutuhkan tempat berprivasi untuk menggunakan kunci hitam.

Untungnya Akako memang memintaku untuk menemaninya di ruangan itu. Sebenarnya aku agak gugup karena dia memandangku dengan agak sinis sambil berkata dia hendak bereksperiman kepadaku. Amuro yang menyadari kegugupanku dan memang mengkhawatirkanku bersikeras kepada Akako untuk membiarkannya menemaniku. Awalnya Akako sepertinya akan menolak namun begitu dia melihat wajah tampan Amuro, dia menerimanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 26, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

walking on a dreamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang