CELINE - 47

33 3 0
                                        

.

.

.

.

.


"Apa membenci seseorang sangat mudah untukmu tuan Jason? Karena bagiku, perasaan benci tidak bisa dibuat begitu saja, sama halnya dengan perasaan sayang yang tidak bisa dihapus begitu saja." Celine menarik tangannya kuat. "Lepaskan tanganku!" Dengan kesulitan dia bangkit dari duduknya dan berjalan menjauh.

"Kenapa? Kenapa kau masih melindungiku padahal aku sudah mencampakkanmu? Padahal aku sudah menyerah pada hubungan ini."

Celine menghentikan langkahnya, tanpa berbalik dia menjawab dengan yakin. "Karena aku mencintaimu. Karena aku tidak pernah menyerah pada hubungan ini. Karena aku menginginkan ini."

"Celine kau-"

"Kau boleh membenciku, kau boleh merasa rendah diri terhadapku. Tapi, aku tidak bisa melakukannya Jaz. Aku tidak bisa membencimu, atau mengabaikanmu. Akan kurelakan semua yang kumiliki jika itu bisa membuatmu aman dan bahagia. Meskipun itu tanpa aku. Akan tetap kulakukan."

"Gadis bodoh." Jason menundukkan kepala dalam.

"Aku memang sebodoh itu, tentangmu. Tidak ada yang masuk akal bagiku." Celine mengusap air matanya. "Sebesar apapun rasa sakit untuk melihatmu bahagia, akan kutanggung itu. Akan kujalani hidupku untuk melihatmu bahagia dari jauh. Bersama keluargamu, bersama orang yang kau cintai."

"Bodoh. KENAPA KAU BODOH SEKALI CELINE!" seru Jason yang ikut bangkit untuk menatap pungggung Celine. "Kenapa kau harus melakukan semua itu, kau tahu aku tak akan pernah membalasnya!"

"Kau pikir sampai kapan kau bisa melakukannya secara sembunyi-sembunyi di belakangku?" Ucap Jason geram. "Kau menjual kebahagianmu pada kakekmu untuk mengembalikan perusahaan dan asetku. Kau mau membuatku berhutang budi sebanyak apa padamu?"

"Tentang Olivia. Apa yang membuatmu berpikir terlalu jauh? Kau pikir aku akan merebut calon istri Christopher hanya karena kami pernah bersama. Dia dan aku hanyalah masa lalu. Tidak ada yang tersisa dia antara kami." Jason berucap menggebu. Ada perasaan sesak di dalam hatinya saat mengatakannya.

Kedua mata Jason menatap punggung ringkih yang selalu dirindukan itu dengan raut cemas bercampur kesal. "Sampai kapan Celine? Katakan sampai kapan kau akan bertahan pada harapan fana ini. Kau bergantung pada tali yang salah. Aku.... tidak akan pernah menjadi pria yang kau harapkan. Jadi, biarkan aku menghadapi semua masalah dan menyelesaikannya sendiri. Seperti dulu, seperti saat kita belum bertemu."

Hening menyapa. Tidak ada yang bersuara di antara keduanya. Hingga suara gesekan antara ujung gaun Celine dengan rumput memecahnya.

Gadis itu berbalik, dengan tatapan kosong. Air mata sudah mengalir di pipinya tanpa diminta. Tangis yang tak keluar saat kakeknya menamparnya. Tangis yang juga tak keluar saat kakeknya memakinya. Namun, tangis itu hadir saat mendengar Jason mempertanyankan upayanya.

"Kakek tidak menyukai Olivia." Ucap Celine tenang. "Dia ingin menyingkirkannya, tapi tak ingin kehilangan Christopher sebagai penerusnya. Dia tahu tentang kalian. Dan dia ingin menggunakanmu untuk menyingkirkan Olivia tanpa membuat Christopher pergi."

"Olivia tidak tahu tentangmu. Kakek ingin memanfaatkan momen itu untuk membuat kalian kembali bersama, setidaknya terlihat bersama. Kakek tahu itu akan berhasil mengingat sejauh apa hubungan kalian dulu."

"Jason... aku tidak hanya melindungimu. Tapi, aku juga ingin melindungi Chris dan Olivia. Mereka berhak mendapatkan cinta yang mereka inginkan. Meskipun Chris bukan sepupu yang baik untukku.... tapi dia tidak seharusnya merasakan kehilangan yang sama denganku."

broken PRINCESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang