.
.
.
.
.
Mengendarai mobil? Itu bukanlah hal sulit bagi Celine yang jelas punya koleksi mobil sport di garasi rumahnya sendiri.
Tetapi, mengendarai mobil setelah mengalami kecelakaan hingga koma dan hilang ingatan. Di tengah malam gelap, tanpa siapapun di sisinya. Mungkin bisa dikatakan mustahil. Mengingat, melihat mobil saja Celine bisa merasakan tubuhnya meremang.
Lalu, bagaimana Celine bisa berakhir di jalan raya bersama mobil Christopher dengan tubuh yang hampir kehilangan kesadaran.
Berulang kali Celine menekan klaksonnya keras, berusaha mengembalikan kesadarannya sendiri. Dia jelas tidak ingin pingsan lebih dulu sebelum melihat keadaan Jason yang kritis.
'Jason bertahanlah.' Ucapnya dalam hati dengan air mata yang tertahan.
Sesampainya di pelataran rumah sakit. Celine tak punya waktu untuk berpikir memarkirkan mobilnya dengan benar. Tindakannya jelas mengundang seruan penjaga di sana.
Namun, apa peduli Celine. Terserah mereka mau apakan mobil itu. Yang terpenting saat ini dia bisa menemukan keberadaan Jason.
"Permisi, dimana unit gawat darurat?" Tanyanya pada seorang suster yang lewat di sebelahnya. Suster itu menunjuk sebuah jalan, Celine mengikutinya dengan langkah tergesa.
Di ujung jalan, terdapat sebuah pintu. Saat pintu terbuka Celine bisa menemukan beberapa dokter yang berlalu lalang. Namun, tak menemukan Jason di manapun.
"Permisi. Dimana aku bisa menemukan pasien bernama Jason Dazl. Dia mengalami kecelakaan dan harus menjalani operasi. Aku Celine James, seseorang menghubungiku dari rumah sakit ini." Racau Celine kacau. Tatapannya tak fokus dan suaranya bergetar.
"Mohon ditunggu sebentar saya akan mengecek datanya." Jawab seorang suster di balik komputer. "Maaf, tidak ada nama pasien tersebut di sistem kami."
"Sudah dicari dengan benar?"
"Sudah nona tapi tidak ada pasien bernama Jason Dazl."
Celine menyugar rambutnya yang basah karena keringat. "Tolong, cari sekali lagi. Dia..dia.. kritis aku harus segera tanda tangan suratnya-"
"Maaf nona tapi memang tidak ada nama Jason Dazl di sistem kami. Apa benar telepon itu dari rumah sakit kami?"
"Menurutmu ada orang iseng di tengah malam seperti ini mengirim telepon tentang kecelakaan?"
"Maaf nona tapi-"
"Kumohon sekali lagi. Tolong." Pinta Celine putus asa.
"Celine."
"Tolong suster, aku harus menemuinya. Dia terluka. Dia-"
"Celine. Stop."
Tubuh Celine diputar. Racaunya berhenti, kedua matanya dihadapkan dengan sosok yang sedang dicarinya.
"Ja...son." Ucap Celine terbata. "Ini kau?"
"Iya ini aku."
"Kau.. baik-baik saja?" Tanya Celine dengan tangan gemetar hebat. Diraihnya sisi wajah Jason perlahan. "Ka-u terluka?"
Jason menggeleng. "Aku baik."
"A..ku mendapat telepon dari orang asing dan dia bilang kau harus operasi."
KAMU SEDANG MEMBACA
broken PRINCESS
RomansaCeline James memiliki segalanya selain satu hal... Kebahagiaan. Sosok putri kerajaan terlihat begitu indah dari luar, namun siapa sangka jika di dalam diri Celine tidak tersisa apapun selain... Kehampaan. Bagaikan porselen kaca yang berkilau, Celine...
