CELINE - 49

42 3 0
                                        

.

.

.

.

.

Keesokan paginya Celine duduk termenung di pinggi kasur dengan kedua tangan mengusap sebuah foto. Foto masa kecilnya bersama Bella dan Keanu.

Celine memikirkan semua ucapan Christopher kemarin. Dia memang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya sebelum kecelakaan itu. Atau apa saja yang hilang dari ingatannya.

Namun, Celine tahu satu hal jika keberadaanya saat ini sangat dilindungi dan disayangi. Dia masih hidup dan bernapas. Itulah hal yang membuatnya begitu dijaga oleh kakeknya.

Bella meninggalkan dunia ini dengan cara yang sama sepertinya. Hanya saja tuhan masih sedikit memberikan kemurahan hati, karena membawanya kembali. Celine masih ingat saat dia membuka mata pertama kali, orang pertama yang dilihatnya adalah Louis yang sedang menangis.

Kemudian, suara tangis lain terdengar bersautan. Baru setelahnya ucapan syukur menyapa telinganya. Dia tidak mengingat apapun. Itu hanya seperti tidur siang yang tenang.

Hari berikutnya, kesedihan kembali terasa saat Dokter bilang jika Celine kehilangan ingatannya. Namun, dari semua orang Louis tampak tegar dan dengan tegas mengatakan jika ini yang terbaik.

"Kita akan menjaganya. Kita akan melindunginya." Begitu ucapan Louis pada seluruh keluarga dan teman-temannya.

'Apa hidupku menyedihkan?'

'Apa hidupku sangat berat?'

'Kenapa aku bisa berakhir seperti ini?'

'Apa ini memang yang terbaik untukku?'

Pertanyaan itu sering muncul di pikiran Celine. Saat dia merasa sendirian dan kesepian di rumah ini. Louis tidak membiarkannya memegang ponsel, bertemu teman, atau membuka internet. Apalagi dengan rasa takutnya menaiki mobil, membuat Celine harus terima berdiam diri di rumah.

Dan di saat-saat seperti itulah Celine merindukan Jason. Bukankah laki-laki itu kekasihnya? Lalu, mengapa dia menjadi orang terakhir yang menjenguknya setelah sadar.

Apa mungkin Celine salah mengingatnya. Atau, mungkin benar terjadi sesuatu antara dia dan  Jason sebelum kecelakaan.

"Nona, anda sudah siap? Anda sudah ditunggu di ruang makan untuk sarapan bersama."

"Iya madam." Celine meletakkan kembali foto dalam bingkai itu ke tempatnya. Langkahnya ringan menuju pintu yang disambut Dhita.

"Hari ini saya membuatkan sup yang anda minta."

"Waah, benarkah. Aku akan menghabiskannya." Jawab Celine ceria. "Oh ya madam, apa kakek sudah memberitahu kapan kita akan pulang?"

"Maksud anda pulang kemana?"

"Kerumahku sendiri, rumah James. Madam."

"Memangnya kenapa anda ingin pulang kesana, tidak ada siapapun di sana. Disini anda bersama keluarga anda."

"Kata siapa tidak ada siapapun. Madamkan ada di sana, ada Zari, ada Artyo. Mungkin Lili dan Michael bisa mampir kadang-kadang." Celine tersenyum membayangkan. "Disini memang ada keluargaku, tapi entah mengapa aku merasa asing dengan tempatnya. Aku tidak nyaman madam."

"Tapi, anda lebih baik disini hingga masa pemulihan anda berakhir."

"Bukankah sudah ya? Gipsku sudah di lepas. Dokter bilang tidak ada masalah lanjutan. Dan hanya perlu pemeriksaan rutin. Aku bisa melakukannya dari rumah."

broken PRINCESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang