.
.
.
.
.
Celine tahu peribahasa, tak ada asap jika tak ada api, tidak dibuat tanpa alasan.
Celine juga tahu semua akibat adalah hasil sebuah perbuatan. Jika, kita berbuat baik, maka hasilnya akan baik.
Namun, seburuk apa yang telah dilakukan Celine hingga dia harus mendapat akibat sekejam ini dalam hidupnya.
Mungkin keegoisan dan rasa congkak dalam dirinya karena merasa telah memiliki segalanya, berhasil membuatnya buta akan kebenaran. Dan saat kebenaran itu terungkap, jiwanya tidak sanggup menerima.
Celine tahu lukanya sudah terlalu dalam untuk diobati, tapi dia tidak bisa terus jatuh dalam luka itu. Itulah yang membuatnya mengambil keputusan egois sekali lagi.
Bedanya kali ini dia melakukannya bukan untuk menyenangkan orang lain, tapi untuk melindungi dirinya sendiri. Hanya dia.
Keheningan jalan dan cahaya oranye lampu yang menerangi langkahnya membawanya pada rasa sakit sementara karena serangan ingatan yang masuk tiba-tiba.
"Kau tidak apa?" Tanya Maria saat melihat Celine jauh tertinggal di belakangnya dan Gita.
"Hanya sedikit pusing."
"Itu mungkin jetlag. Sudah kubilang untuk menunggu di rumah. Kau memaksa untuk ikut."
"Aku hanya ingin melihat-lihat sekitar."
Gita berjalan mundur dan menggandeng lengan Celine. "Tenang saja Mama, akan kupapah kakak dengan pelan."
Celine tersenyum melihatnya. "Bukannya jadi aku yang memapahmu?"
"Kakak, tinggi kita hanya berbeda beberapa senti. Itu tidak ada bedanya." Terang Gita yang ikut menyamakan langkah dengan Celine.
Mulai sekarang dia akan menghabiskan waktunya bersama adiknya. Gadis lain di dunia ini yang memiliki darah sang ayah. Saudaranya. Keluarganya yang tersisa.
Celine membalas pegangan tangan Gita kuat. Membiarkan semua kekacauan dirinya tertinggal di setiap langkah yang sudah dilewati. Sebab, Celine tak mau lagi berurusan dengan masa lalu yang penuh topeng itu.
Tidak dengan kakeknya.
Ataupun dengan Jason.
Tidak setelah semuanya.
Setelah dia ingat semuanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
🕞🕟🕠🕡🕢🕣
"Lihat siapa ini. Celine James?"
Celine menoleh pada sumber suara asing di telinganya. Penampilan pria di depannya tampak cukup fashionable. Tampaknya pria itu mengenalnya, tapi Celine tak bisa mengingatnya.
"Maaf, apa aku mengenalmu?" Tanya Celine sopan. Yang malah membuat pria di depannya tertawa.
"Apa aku mengenalmu? Pertanyaanmu lucu sekali Celine. Setelah kau menghancurkan karirku dan membuat sepupuku masuk penjara. Bukankah itu namanya... tidak tahu malu?" Ucap pria itu yang membuat Celine semakin mengerutkan kening.
"Aku sungguh tidak mengingatmu, maaf."
"Apa ini karena kecelakaanmu? Kau benar-benar hilang ingatan ternyata?" Pria itu sedikit menundukkan tubuh. "Enak sekali kau bisa melupakan semuanya, nona James."
KAMU SEDANG MEMBACA
broken PRINCESS
RomansaCeline James memiliki segalanya selain satu hal... Kebahagiaan. Sosok putri kerajaan terlihat begitu indah dari luar, namun siapa sangka jika di dalam diri Celine tidak tersisa apapun selain... Kehampaan. Bagaikan porselen kaca yang berkilau, Celine...
