.
.
.
.
.
"Ini Gila."
Zari benar, Celine juga berpikir situasi ini sudah gila. Diluar kendali. Entah bagaimana jalan pikir Louis Hamilton. Kali ini Celine merasa buta arah.
"Celine lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?"
"Menurutmu apa?" Tanya Celine balik dengan tangan menahan pelipisnya.
"Sudah pasti ada dua hal yang akan terjadi. Satu, frekuensi pertemuanmu dengan Jason akan kembali meningkat. Kedua, jika Jason dan Olivia benar ada hubungan di masa lalu situasi akan semakin memanas."
"Memanas kenapa?" Artyo yang duduk di seberang Zari dengan ipad di pangkuan menatap bingung.
"Aku ragu, Jason tahu jika tunangan Christopher adalah Olivia Dilara teman kuliahnya. Dan aku yakin 100% Christopher juga tidak akan menduganya."
"Kurasa kejadian tidak akan memanas hanya karena itu." Sambung Artyo yang kembali membuka satu persatu email.
"Artyo kau itu tidak menggunakan daya imajinasimu dengan baik." Zari memosisikan duduknya menghadap ke arah Artyo dan Celine. "Bayangkan jika Jason dan Olivia ternyata dulu saling berhubungan. Louis Hamilton akan menggunakan hal ini untuk membuat mereka berinteraksi. Memutar balikkan fakta, dan BOOM. Olivia disingkirkan, begitu juga Jason." Terang Zari berapi-api.
"Apa mungkin Louis Hamilton akan sekreatif itu?"
Celine berdecak. "Mungkin, itu sangat mungkin Artyo."
"Untuk apa? Jika ingin menyingkirkan Olivia dari Christopher, kakek anda bisa langsung melakukannya kenapa harus bertele-tele."
"Ini.. ini.. yang membedakan pria dan wanita. Artyo, tuan Louis tidak bisa menggunakan cara yang sama seperti yang dilakukannya pada Celine untuk Christopher." Zari mulai tidak sabar.
"Kenapa?"
"Karena Christopher cucu laki-lakinya."
"Lalu? Nona Celine juga cucunya tapi dia memperlakukan nona lebih keras dari Christopher."
"Astaga! Artyo Reeve!" Kesal Zari yang membuat Celine semakin pusing.
"Tidak perlu berteriak Zari jelaskan saja."
"Zari- biar aku saja." Celine menahan Zari dengan sebelah tangan. "Artyo, menurutmu apa perbedaan antara aku dan Christopher?"
Berpikir sebentar, Artyo menjawab dengan yakin. "Kalian berbeda gender?"
"Lebih spesifik Artyo."
Artyo menelengkan kepala bingung, wajah yang biasanya tampak dingin dan tegas itu menampilkan ekspresi baru.
"Akan kuganti pertanyannya. Menurutmu, saat ini diantara aku dan Christopher, siapa yang akan mewarisi Hamilton nanti?"
"Tuan Christopher."
"Benar. Jelas kakek tidak akan mau menggunakan cara keras untuk menentang Christopher, jika dia tidak mau kehilangan satu-satunya penerus potensial kerajaan Hamilton." Celine menyadarkan punggungnya di kursinya lebih nyaman. "Jelas itu beda cerita denganku yang memang sudah memiliki J's Company. Dalam kasusku kakek tidak memperdulikan tentang harta karena aku tidak mungkin mengorbankan perusahaan yang dibangun ayahku susah payah hanya karena cinta."
"Jadi, bagaimana pak Artyo Reeve kau sudah paham?" Tanya Zari yang membuat Artyo menghembuskan napas berat.
"Aku tidak habis pikir tentang semua itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
broken PRINCESS
RomansaCeline James memiliki segalanya selain satu hal... Kebahagiaan. Sosok putri kerajaan terlihat begitu indah dari luar, namun siapa sangka jika di dalam diri Celine tidak tersisa apapun selain... Kehampaan. Bagaikan porselen kaca yang berkilau, Celine...
