.
.
.
.
.
"Aku merasa aneh." Celetuk Celine tepat saat Dhita menyajikan semangkuk sup hangat di depannya.
"Aneh bagaimana nona?"
Celine mulai meraih sendok di dekat mangkuk. "Karena banyak pekerjaan aku jadi terbiasa tidur lelap tanpa bermimpi, tapi- tadi malam aku memimpikan seseorang."
Dengan senyum tulus Dhita menjawab. "Anda pasti terlalu merindukan orang itu, nona."
"Mungkin." Jawab Celine dengan tangan mulai mengambil kuah sup kesukaannya.
"Maaf, jika saya lancang nona. Tapi, benarkah jika hari ini tuan Christopher akan bertunangan?" Tanya Dhita hati-hati.
"Darimana anda mendengarnya? Zari?"
"Iya, Zari yang memberitahu saya. Dia juga memastikan bahwa gaun anda untuk acara itu sudah sampai di rumah."
Celine meneguk air dalam gelas. "Benar, Chris akan bertunangan dengan kekasihnya hari ini."
"Bagitukah, saya turut senang mendengarnya."
"Anda tidak penasaran dengan siapa calon istrinya madam?"
Dhita memasang raut tenang, "Saya tidak begitu tertarik untuk tahu. Hanya saja, saya sempat berpikir jika gadis itu pasti berasal dari keluarga yang terpandang karena tuan Louis menyetujui hubungan mereka dengan mudah."
Celine tersenyum mendengar deduksi Dhita.
"Apakah ucapan saya salah nona?"
"Tidak. Mungkin tidak hanya anda yang berpikir seperti itu. Sosok cucu menantu pertama Louis Hamilton, pasti semua orang akan berpikir seperti itu." Celine meletakkan sendoknya. "Gadis cantik, dari keluarga terpandang. Pendidikan mentereng. Kepribadian yang baik. Sosok yang menawan. Bukankah itu sempurna?"
"Maksud anda dia bukanlah gadis yang seperti itu?"
Celine melipat kedua tangannya di atas meja. "Satu-satunya hal yang masuk akal kenapa kakek mengijinkan Chris menikahinya karena... Dia tidak mau kehilangan cucu laki-lakinya yang kelak akan menjadi pewarisnya."
Dhita menatap Celine sendu. "Itu-tidak adil untuk anda nona."
Celine bangkit dari duduknya dengan senyum manis terpasang di wajah cantiknya. "Madam, jangan memasang wajah sedih itu. Aku baik baik saja, okay."
Dhita mengusap bahu Celine lembut.
"Aku akan pergi ke kantor dulu sebelum kesana, nanti aku akan pulang lagi untuk bersiap."
"Apa saya perlu menyiapkan makan malam?"
"Ya, aku akan makan malam dulu di rumah sebelum berangkat."
"Akan saya siapkan nona."
"Terima kasih Madam." Seru Celine sebelum menaiki tangga menuju kamarnya berada.
#
#
#
#
#
Memangnya apa yang bisa Celine harapkan. Hidupnya berubah 180 derajat. Dia kini hidup layaknya buku panduan berjalan. Tidak ada hal yang menarik dalam kesehariannya selain tingkah-tingkah ajaib Zari.
Permasalahan Ezanio berakhir dengan sulit. Hingga akhir pria itu menolak meminta maaf. Itu membuatnya kini harus mendekam di penjara dengan semua tuntutan yang dilayangkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
broken PRINCESS
RomansaCeline James memiliki segalanya selain satu hal... Kebahagiaan. Sosok putri kerajaan terlihat begitu indah dari luar, namun siapa sangka jika di dalam diri Celine tidak tersisa apapun selain... Kehampaan. Bagaikan porselen kaca yang berkilau, Celine...
