♡ CELINE - 41 ♡

35 5 0
                                        

.
.
.
.
.

"Kita akan sekamar sayang, untuk apa aku menyewa kamar seluas ini jika harus berpisah denganmu?"

Tidak ada sahutan setelahnya. Karena penasaran, Jason bangkit dari posisinya dan mendudukkan diri sempurna hanya untuk menemukan Celine menatap langit-langit dalam diam.

"Cloe.. listen, aku hanya bercanda. Ada dua kamar lain di sini, kau bisa pilih dulu... sayang have you mad to me?" Tutur Jason dengan bingung.

"I know Jason, tanpa perlu dijelaskan aku tahu."

Jason menghela napas lega. "Kamu bikin panik aja. Aku pikir kamu marah."

"Marah, buat apa? Aku hanya.... memikirkan sesuatu." Celine ikut memosisikan tubuhnya duduk di sofa. "Tapi, kurasa itu tidak penting. Dan mungkin bisa aja merusak suasana. So..." Celine beranjak berdiri dan menyeret kopernya ke salah satu kamar.

Sepertinya Jason tahu. Celine memang tidak mengatakannya langsung, tapi Jason benci dirinya yang tahu apa maksud dibalik ucapan gadisnya itu. He ruin the moment.

Entah harus bersyukur atau sebaliknya, bel kamar berbunyi. Menarik perhatian Celine yang bergegas keluar.

"Siapa itu?"

Jason menyederkan pungggungnya santai, "Mungkin Brian."

"Brian?" Ulang Celine yang bergerak menuju pintu kamar dan menemukan Brian berdiri di depannya. "Ini benar kau.. Brian."

"Iya nona."

"Masuklah." Ajak Celine yang diikuti Brian patuh. "Jadi, teman lama yang kau bicarakan itu Brian?"

"Iya.."

"Kalau tahu itu kau Brian aku tidak akan merasa sungkan lagi. Terima kasih, aku menikmati perjalananannya. Dan, restoran untuk makan siangnya. Itu luar biasa." Puji Celine yang langsung mengundang wajah cemberut Jason.

"Cloe kau memuji pria lain di depan pacarmu?"

"Aku hanya memberinya apresiasi atas kerja kerasnya."

"Aku juga bekerja keras membuatmu tersenyum seharian."

"Kau juga butuh apresiasiku, Jaz?"

"Tentu! Aku ini ingin menjadi pacar terbaik yang membuat iri semua orang."

Celine memasang wajah tidak percaya. "Untuk apa? Kau sudah menjadi yang terbaik untukku Jason. You dont have try it hard for that."

"Benarkah?"

Celine tersenyum lembut. "Yes."

Mendengarnya, Jason tersenyum sipu. Agaknya mereka melupakan eksistensi Brian di ruangan itu.

"Hm.Hm." Deham Brian mencoba menyadarkan sepasang kekasih itu. "Aku kemari untuk memastikan jadwalmu selanjutnya, Jason."

"Seharusnya kau tanya saja lewat pesan, kenapa harus repot-repot kesini." Ada nada kekesalan di setiap kata Jason.

"Kalau kau tidak mau aku menganggu waktumu, maka seharusnya kau balas pesanku." Balas Brian tidak kalah kesal.

Jason mengecek ponselnya sekilas. "Ok, salahku."

Celine merasa hubungan Brian dan Jason sangat mirip dengannya dan Zari. Pekerjaan hanya kedok, sebenarnya mereka lebih dekat dari itu.

"Jadi, apa yang akan kau lakukan lebih dulu?" Tanya Brian yang disahut Jason enteng.

"Hmm. Masih kupikirkan."

"Jason..."

"Kami akan berjalan di sekitar hotel saja Brian." Ucapan Celine mengundang raut ptotes Jason. "Kita akan lakukan sisanya besok bagaimana? Kami akan makan malam lalu istirahat. Kau juga beristirahatlah."

broken PRINCESSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang