CELINE - 51

9 2 0
                                        

.

.

.

.

.

“Jason-“

“Aku mencintaimu Cloe. Aku sungguh-sungguh mencintaimu.”

Mungkin ini adalah sebuah pengakuan yang terlambat. Seharusnya Jason mengatakannya saat itu. Seharusnya Jason tidak membohongi hatinya dan membuat Celine di sisinya. Seharusnya juga Jason memanfaatkan kesempatan kedua yang diberikan tuhan padanya dengan baik.

Dengan begitu Celine tidak akan bersedih karenanya. Celine tidak akan kehilangan ingatannya. Celine tidak akan membencinya. Jason seharusnya memperlakukan Celine lebih baik agar bisa bersamanya selalu.

Karena, bagi Jason sebanyak apapun wanita yang berada di luar sana. Celine James hanyalah satu di dunia ini dan gadis itu jelas sangat mencintainya. Namun, dia menyia-nyiakannya.

“Pergilah Jason. Aku ingin beristirahat.” Dengan sedikit paksaan Celine mendorong tubuh Jason menjauh.  “Kita bicara lagi saat aku sudah membaik. Kau pasti sibuk dengan pekerjaanmu. Jangan buang waktumu untuk mengurusiku.”

Jason kembali menatap Celine yang masih mengabaikannya. “Cloe..”

“Jika kau tidak keberatan tolong minta Madam Dhita atau Zari kemari, Tolong.”

“Tentu. Akan kusampaikan.”

“Terima kasih. Kau bisa pergi sekarang Jason.” Ucap Celine yang kembali menarik selimutnya menutupi hingga separuh wajahnya. Mencoba mengusir Jason dengan pura-pura tidur kembali. Yang mungkin ternyata memang berhasil karena tidak lama kemudian Jason beranjak dari duduknya dan terdengar suara pintu tertutup.

Celine menurunkan selimut yang menutupi wajahnya. Dia memandang lampu di langit-langit kamarnya gamang. Dia menyentuh dada kirinya dan bergumam.

“Kenapa rasanya sakit di sini. Kenapa aku terluka karena pengakuan cinta Jason. Bukankah aku juga mencintainya?”

.

.

.

.

.

BUGH!

BUGH!

BUGH!

“JASON HENTIKAN! KAU AKAN MEMBUNUHNYA!” Teriak Brian sembari mendorong Jason menjauh dari personal trainingnya yang sudah jatuh di ring. “KAU GILA ATAU APA?”

“IYA AKU GILA! AKU SUDAH GILA BRIAN! BENAR-BENAR GILA!” seru balik Jason yang melempar sarung tinjunya ke sembarang arah.

Brian membantu orang yang baru saja dihajar Jason turun dari ring dibantu beberapa orang. Setelahnya dia berdiri di belakang Jasong sembari berkacak pinggang.

“Kalau kau gila pergilah ke rumah sakit sendiri, jangan buat orang lain ke rumah sakit SINTING.” Brian mencoba mendekati Jason. “Katakan apa yang sebenarnya terjadi, bukankah kau habis menemui Celine?”

“Iya.”

“Lalu, apa yang terjadi?”

“Dia berubah. Dia membenciku.”

“Ingatannya sudah kembali?!” Seru Brian yang dibalas Jason gelengan. “Lalu, kenapa kau bilang dia berubah dan membencimu?”

“Dia merasakannya.”

broken PRINCESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang