Bantu tandain yaa kalau ada typo²
-
-
-
Angin sore berembus perlahan, membawa aroma dedaunan kering dan bunga-bunga yang mulai berguguran. Langit berwarna keemasan, dan cahaya matahari terakhir menyelinap di antara pepohonan tinggi yang mengelilingi halaman luas milik Pack Darker. Di ujung taman, sebuah altar sederhana berdiri di bawah lengkungan bunga putih dan daun maple merah kecokelatan.
Tidak ada kemewahan berlebihan, tidak ada keramaian yang memenuhi taman itu. Hanya keluarga inti Pack Darker dan keluarga Ainsley yang hadir sebagai perwakilan keluarga Lucius. Namun, bagi Lucius, itu sudah lebih dari cukup.
Lucius tampak berdiri tegak di depan altar mengenakan setelan hitam sempurna yang dipadukan dengan mantel panjang berwarna charcoal. Kedua tangannya saling menggenggam di depan tubuh, sementara tatapannya sesekali beralih ke jalan setapak yang masih kosong.
Selama ratusan tahun hidupnya, Lucius telah menghadapi perang, pengkhianatan, kematian, bahkan keabadian yang sunyi. Tetapi menunggu Bella berjalan menuju altar ternyata jauh lebih menegangkan daripada semua itu. Lucius kembali menarik napas dalam.
Lalu tiba-tiba musik mulai mengalun. Semua kepala menoleh ke arah pintu taman. Dan dunia Lucius berhenti berputar.
Bella muncul di kejauhan, berjalan bergandengan tangan dengan King Arthur. Gaun putih panjang yang dikenakannya bergerak perlahan tertiup angin, menyapu dedaunan yang berguguran di tanah. Rambutnya disanggul sederhana dengan hiasan bunga-bunga kecil berwarna putih, membuat wajahnya terlihat begitu lembut di bawah cahaya matahari senja.
Lucius tidak dapat mengalihkan pandangan. Jantungnya yang selama berabad-abad terasa mati kini berdetak begitu keras hingga seolah ingin keluar dari dadanya.
Dari semua hal yang pernah Lucius lihat di muka bumi ini, tidak ada satu pun pemandangan yang dapat menandingi perempuan yang sedang berjalan ke arahnya. Bella tampak gugup. Lucius dapat melihat jemarinya menggenggam lengan ayahnya sedikit lebih erat.
King Arthur menoleh kepada putrinya dan berkata pelan, cukup pelan hingga hanya mereka yang berada di dekatnya yang dapat mendengar.
"Kau tahu Bella, Dad tak pernah benar-benar membayangkan hari ini akan menjadi kenyataan."
Bella menoleh.
"Rasanya baru kemarin kau masih berlari di halaman kastil, berkelahi dengan teman-temanmu dan merusak tanaman saat kau kesal." Arthur tersenyum, tetapi matanya berkaca-kaca. "Dan sekarang aku harus merelakan putri kesayanganku, hidup bersama pria lain."
Bella menggenggam tangan ayahnya.
"Ternyata berat sekali, Bella."
"Dad ..." Lirih Bella sambil menatap manik mata sang ayah.
Langkah mereka akhirnya berhenti tepat di depan altar. Arthur memandang Lucius dengan tatapan seorang ayah yang sedang menyerahkan seluruh dunianya.
Lucius menundukkan kepala penuh hormat.
"Aku, Arthur-ayah dari Arabella griselda darker, akan menyerahkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupku kepadamu, Lucius."
Arthur meraih tangan Bella, lalu meletakkannya di tangan Lucius. "Dengan segala kerendahan hati, tolong jaga putriku."
Lucius menggenggam tangan Bella dengan lembut. Tatapannya tidak pernah meninggalkan wajah perempuan itu. "Dengan atau tanpa diminta pun, aku pasti akan menjaga Bella dengan seluruh jiwa dan ragaku, My King."
KAMU SEDANG MEMBACA
Red Cold
Fantasy»Sequel of 'Switch Over' Sorot matanya yang tajam serta iris merahnya yang pekat mampu membuat siapa saja yang menatapnya akan terhipnotis olehnya. Tak hanya itu, auranya yang begitu dingin dan mencekam mampu membuat siapa pun yang berhadapan seketi...
