Bag 54. One step closer

308 31 44
                                        

Bantu tandain kalau ada typo ya guyss🌝😇
Happy reading:))
-
-
-
-
-

Di atas pohon tertinggi yang menjulang, dua sosok duduk berdampingan di atas cabang ranting yang cukup besar untuk menahan keduanya. Dari tempat itu, langit malam terlihat jelas membentang luas di atas kepala mereka, dihiasi ribuan bintang yang berkelap-kelip seperti berlian.

Bella mengangkat kepalanya. Di tempat yang jauh dari jangkauan cahaya lampu kota, hamparan galaksi tampak menghiasi langit malam. Bella terpana, matanya tak berkedip menatap keindahan yang terbentang di atas sana. Melihat bintang berjatuhan dan cahaya terang yang terpancar dari bulan sabit. Bella tampak menikmatinya, wajahnya berseri-seri.

"Apa mereka selalu secantik ini?"

"Kukira kau sudah sering melihatnya."

Bella menoleh ke arah pria yang duduk di sampingnya. Cahaya bulan memantul samar di mata merah Lucius yang sedang menatap langit.

"Ya, memang," jawab Bella pelan. "Tapi belum pernah sedekat ini."

Kening Lucius berkerut. Ia mendongakkan kepala, mengamati gugusan bintang yang berkilauan di atas mereka.

"Mereka terlalu jauh untuk kau sebut dekat."

Bella mendecih pelan.

"Aku tak pernah melihat langit malam dari tempat setinggi ini!" koreksinya cepat.

Kini giliran Lucius yang menoleh. Tatapannya berpindah dari langit ke wajah Bella.

"Kenapa?" tanyanya. "Ah! Kau tidak bisa memanjat pohon ya?"

Ada sesuatu dalam nada suaranya yang membuat Bella merasa sedang diejek. "Siapa bilang aku tidak bisa?"

Salah satu alis Lucius terangkat, seolah menantangnya untuk membuktikan ucapan itu.

Bella langsung kehilangan sebagian keberaniannya. "Aku hanya..." Ia berdeham kecil. "Tak pernah terpikir untuk melakukannya sebelumnya."

Bukannya ia tidak bisa memanjat pohon. Hanya saja Bella perlu mempertimbangkan kemungkinan terburuk jika ia jatuh dari pohon setinggi ini. Gadis itu menelan ludah saat melihat ke bawah, ia segera mengalihkan pandangannya kembali ke depan.

Lucius, yang menangkap gerakan kecil itu, menyunggingkan senyum tipis. "Sudah kuduga,"

"Apa? Aku tidak takut!"

"Aku tak mengatakannya Bella."

"Tapi raut wajahmu begitu!" Bella memalingkan wajahnya dengan kesal.

Lucius tersenyum tipis. Sebelah tangannya terangkat menyelipkan helaian rambut Bella ke belakang telinga. "Don't make that face, Bella. Aku ingin kau selalu tersenyum saat berada di dekatku, aku ingin melihat senyummu lebih lama."

Perlahan Bella menoleh ke arah lelaki di sampingnya.

"Apa yang harus kulakukan Bella? Apa yang harus kulakukan agar aku bisa terus melihat dunia dan seisinya bersamamu. Aku bersumpah atas nama Moon Goddess, aku ingin terus berada di sampingmu. Aku ingin mendengar setiap cerita yang ingin kau sampaikan, dan tertawa bersamamu. Aku ingin melakukan segalanya bersamamu, Bella." Kedua tangan Lucius menangkup wajah Bella, lalu mengusap pelan pipi gadis itu.

Napas Bella tertahan. "Lucius ..."

"Aku ingin memilikimu seutuhnya, jiwa raga dan hatimu, aku menginginkannya, Bella. Aku ingin memilikimu dalam ikatan yang telah Moon Goddess takdirkan untuk kita. Aku ingin mengikatmu dalam janji suci yang tak akan pernah kuingkari."

Red ColdCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang