Hai..
saya upload kembali part 6b dengan sedikit tambahan di akhir cerita, kemarin saya tarik karena ada kesalahan (dan yg sdh bc pasti tahu).
Honestly, sedih kalau kita bersusah payah menulis dengan tujuan membuat pembaca larut dalam tulisan, tetapi karena kesalahan itu malah pembacanya cm fokus ke kesalahannya aja.
tidak mengharapkan vote ataupun komen pada part ini, karena sudah alhamdulillah masih ada yg mau baca tulisan abal2 saya.
VLeeRhysMancini
Telpon di meja Reefa berdering, gadis itu segera menjawabnya dan seperti yang ia duga Dimitri yang menghubunginya. Setelah menggodanya habis-habisan, sang Direktur Operasional dipanggil untuk meeting mendadak di luar kantor. Tentu saja Reefa dapat menarik nafas lega untuk sejenak, karena ia sama sekali belum siap dengan gempuran rayuan Dimitri.
"Halo, Reefa?"
"Ya, benar ini saya."
"Ini Dimitri, tolong kamu kirim beberapa file yang ada di komputer ke email saya. Saya tunggu sekarang."
Reefa mengerutkan keningnya. Ia tahu kalau komputer Dimitri dilindungi dengan password. Apa laki-laki ini sengaja menjebaknya dan curiga kalau beberapa hari yang lalu ia mengutak-atik komputer miliknya.
"Tunggu sebentar, Pak." Reefa berjalan ke meja kerja Dimitri, menyalakan komputer, seolah belum pernah menyentuh komputer itu sebelumnya. Reefa menunggu dan layar menunjukkan nama user dan pasword yang harus diisi.
"Pak, komputernya dipasang password. Saya tidak tahu passwordnya."
"Oh... oke. Tolong ketik user dan paswordnya sekarang." Dimitri memerintah dan menyebutkan suatu kata yang menjadi password.
Reefa melaksanakan semua perintah Dimitri dengan patuh dan cepat. Seulas senyum terpasang di wajah tanpa dosanya. Semua rencananya akan berjalan dengan lancar apabila Dimitri sangat mempercayainya.
***
Dimitri menutup ponselnya, ia berpikir sejenak. Sebenarnya ia curiga dengan Reefa karena beberapa hari yang lalu komputer miliknya menunjukkan tanda-tanda ada seseorang yang ingin membobolnya . Ia mencurigai Reefa, tetapi logikanya mengatakan hal itu tidak mungkin.
Apa kepentingan Reefa memata-matainya?
Tetapi kecurigaannya terjawab, gadis itu tadi membuktikan bahwa ia tidak pernah menyentuh komputernya. Apabila Reefa melakukannya, pasti ia akan langsung mengatakan bahwa komputernya telah terproteksi password. Dimitri memang sengaja memasang jebakan untuk gadis itu.
Dimitri memasukkan ponselnya kembali ke saku jasnya. Reefa terbukti bersih dan ia harus mencari siapa yang sepertinya berniat buruk padanya. Laki-laki itu kembali memasuki ruang meeting dan melanjutkan tugas kembali.
***
"Sudah berapa lama kamu pacaran dengan siapa itu... Adith?" Dimitri tersenyum melihat Reefa yang mulai terlihat nyaman bersama dirinya beberapa terakhir setelah ia menggoda gadis itu. Tapi mungkin rasa nyaman Reefa dikarenakan oleh adanya supir di dalam mobil dinasnya. Reefa masih kelihatan kikuk apabila berada di ruang kerjanya, ruang kerja dengan pintu tertutup dan kedap suara.
"Kepo banget sih, Pak." Reefa mencebikkan bibir dan menggelengkan kepalanya, lalu kembali asyik dengan ponselnya.
"Kamu sangat mencintai dia bukan karena sampai sekarang pertanyaan saya belum kamu jawab sama sekali." Dimitri masih tersenyum, ia akan memaklumi semua tindakan dan judesnya Reefa.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Perfect Lie
RomantikOPEN PO 25 JUNI S/D 10 JULI 2019. BISA DILIHAT DI PART OPEN PO LEBIH JELASNYA. PROSES PENERBITAN! BEBERAPA PART AKHIR TELAH DIDELETE! Highest Rank #5 in Romance (20122017) Apa yang akan kamu lakukan, ketika orang yang menghancurkan keluargamu, membu...
