"ndak papa Cuma sebentar, untung cepat dibawa kesini kalo nggak kan bahaya, sekarang memang sakit tapi setelah dipijat dan diberi ramuan ini insyaallah cepet pulih " perhatianku kearah nenek yang sedang memijat kakiku, sambil menahan rasa sakit yang hebat serasa ingin pingsan.
"ya, sudah... nenek perban dan tak kasi ramuan ini, besok nenek pijat lagi insyaallah cepet pulih, jangan di buat jalan dulu ya, nanti kalo mau makan biar nenek yang antar kesini"
"iya nek, makasi nek"
"sama-sama nduk, ya sudah langsung tidur saja pasti lelah baru perjalan jauh dari kota" ku sambut dengan senyum dan anggukan kepalaku. Ku baringkan tubuhkku sembari melihat nenek keluar dan menutup pintu kamarku. Tak menunggu waktu lama, rasanya sehabis dipijat memberi efek ngantuk yang begitu hebat, jadi cepat aku terlelap tau-tau udah pagi dan saat ku lihat samping-sampingku Devi dan Deva udah nggak ada, jendela juga sudah di buka. Penasaran aku mencoba berdiri berjalan ke arah jendela dan melihat aktifitas warga di kebun yang bisa kulihat dari jendela kamar. Ternyata Deva Devi ada di sana mereka melihatku dan melambaikan tangan. Aku sambut dengan lambaian tanganku juga.
"pengen jalan kesana?" suara yang membuatkku melonjak kaget dan langsung menoleh keblakang sambil memegang dadaku yang dedekan karna kaget. ternyata David yang sedari tadi di ambang pintu memperhatikanku entah sejak kapan.
"hah kamu ngagetin aja...eem... iya si tapi-" melihat kearah kakiku yang terbalut dengan perban, dan kembali ku lihat ke arah David yang
tersenyum melihatku.
"nggak pa-pa, bentar lagi juga sembuh... nurut aja apa kata nenek, kalo udah mendingan nanti aku janji, ajak kamu ketempat vaforitku"
"hem tempat vaforit kamu? Srius?!" disambut dengan anggukannya
"ok! Janji ya" dia jawab dengan anggukan lagi. Tak berapa lama kemudian nenek David datang.
"oow sudah bangun, ini sarapan dulu, setelah itu nenek lanjutkan memulihkan kakimu"
"berapa kali lagi harus di pijit nek?" tanyaku penasaran .
"lima kali lagi" ekspresi wajah kaget ku.
"hhh... nenek bercanda, Cuma satu kali lagi setelah itu Cuma nenek perban pake ramuan ini saja" ku hela nafas legaku. Dengan penuh perasaan nenek David merawatku seperti cucunya sendiri. Membuatku nyaman saat dengannya, aku sudah lama tak merasakan hal semacam ini. Nenekkku meninggal saat usiaku lima tahun, jadi wajar kalau aku merasakan sosok nenekku kembali lagi. Memang benar nyeri kakiku berkurang nggak sesakit kemarin. Semoga cepet sembuh dech, penasaran dengan janji David.
"Ecca... tau nggak tadi kita ketemu cowok ganteng -ganteng B.G.T"
"iya, gagah-gagah, sopan, ramah, haduh pokoknya betah B.G.T kalo harus disini terus" heboh Deva Devi
"ya udah kalian tinggal disini aja, tapi aku pulang ya" tambahku
" hem, andai rumah kita disini ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kunfayakun Cinta
Spiritualité[SINOPSIS] Aku tak pernah tau akan arti kata cinta. Tak tau rasanya mencintai dan dicintai, tapi aku yakin cinta itu ada dan akan datang padaku. Aku tak mau mencari, aku hanya akan menunggu cinta yang dikirim olehNya. Karna aku yakin kunfayakun cint...
