56

151 1 0
                                        

Dia sempat koma seminggu yang lalu" aku tercengang seminggu yang lalu sebelum aku berangkat kemping kami masih mengobrol di Danau, dan kami masih sempat bertemu tiba-tiba dikampusku, dan SMS itu siapa yang menulisnya aku terdiam bingung.

"Dan hari sabtu kemarin om yang mengirimkan SMS ke kamu, karna

David membuat jam alarm di hpnya yang bertuliskan hal itu dan ada namamu disana, jadi om mengirimkannya padamu. Maaf kami baru memberitahumu sekarang, David melarang kami memberi tau siapapun tentang penyakitnya, tapi melihatnya seperti ini hanya kamu yang dia butuhkan, tolong dia nak"

Ayah David menepuk punggungku sembari melihat kearah David, dan pergi menjauhiku. Aku yang masih terbingung, tak percaya dengan kejadian ini jika David sudah masuk rumah sakit sejak 2 minggu yang lalu, lalu siapa yang selalu hadir saat aku butuh dan kenapa dia ada didanau malam itu memainkan akustik vaforitnya di ruang musik kampus. Ya Allah apa semua ini.

aku terus menatap tubuh David yang masih terbaring lemah di ranjang.

"nak ayo kita pulang, hari sudah malam, besok kita kesini lagi" pinta ayah aku memalingkan pandanganku untuk menuruti permintaan ayah, tapi aku kembali memalingkan badanku melihat kearah David, ternyata David bangun dan melihat kearahku seakan berkata "jangan pergi" aku tersenyum dan berkata pada ayah.

"ayah boleh aku disini, ayah dan ibu pulang saja" ayah tersenyum dan menganggukkan kepala. "makasi yah, hati-hati ya dijalan"
"iya, kamu juga jangan kecapean, ayah bangga sama kamu" kami berpelukan, dan ayah pergi pulang dengan ibu. Tak lama setelah ayah pulang tim medis memeriksa kondisi David, aku melihatnya dari jendela berharap tak terjadi apa-apa dengan David. Dokter keluar dan disambut oleh pertanyaan ayah David.

"gimana anak saya dok?"

"luar biasa sebuah keajaiban, kondisinya cukup stabil dan bisa dipindah di ruang biasa, kami akan segera mempersiapkannya" kata dokter yang membuat kami bernafas lega, aku melihat kearah David yang ternyata melihat kearahku, aku tulis di kaca "kamu hebat!" dia tersenyum dan aku membalas dengan senyumku. David dipindah diruang biasa ya walaupun masih butuh oksigen untuk membantu pernafasannya, setidaknya kami bisa menemaninya didalam ruangan tidak di luar ruangan. Aku berjalan mendekatinya dan duduk di sampingnya, aku pegang tangannya yang dingin dan dia terbangun tersenyum kearahku.

"Ca, om dan nenek keluar dulu ya cari makanan, titip David sebentar ya"

"iya om"

Aku kembali melihat kearah David.

"apa sakit?" dia menggeleng lemah."aku tau kamu pasti akan sembuh, kamu harus kuat" kataku sembari kuteteskan air mata yang tak bisa ku bendung, David menatapku dan mencoba menhapus air mataku, seperti ingin mengucap sesuatu. Aku berinisiatif mengambilkannya kertas dan spidol agar dia bisa menulisnya disana karna aku yakin pasti masih sulit untuknya berbicara. Dia mulai menulis dan diperlihatkan kearahku.

Kunfayakun CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang