13 - Meaning

2.6K 378 75
                                    

Baekhyun melangkahkan kakinya ke rooftop apartemen, ini adalah pertama kalinya ia mendatangi tempat yang sering Taeyeon bicarakan sebagai basecamp tempat berkumpul gadis itu dan teman-temannya untuk mengobrolkan hal-hal yang berkaitan dengan gadis. Tak ada maksud lain, Baekhyun hanya ingin menyegarkan pikirannya di sini, banyak hal berkecamuk di pikirannya saat ini apalagi semenjak kedatangan pria yang mengaku sebagai adik Taeyeon. Pria itu melangkah begitu saja menuju bibir rooftop menatap hamparan kota yang semakin ramai bersamaan dengan sang surya yang sedikit demi sedikit naik ke permukaan.

"Kim Taeyeon,"-Baekhyun menghela napasnya pelanㅡ"seberapa banyak rahasia yang kau punya?"

Baekhyun bertanya pada angin pagi yang menerpanya, kini ia mulai sadar semakin ia dekat dengan Taeyeon semakin dalam juga dirinya masuk ke dalam kehidupan Taeyeon. Padahal pria itu tak pernah terpikir untuk berurusan dengan dunia ghaib yang tak pernah ia percaya sama sekali.

"Ehem.."

Suara dehaman membuat Baekhyun menatap ke arah suara yang berada tepat di sampingnya. Seorang pria bersurai dark blonde sedang berdiri sambil meminum kopi kemasan kaleng.

"Kau sepertinya mengenal Taeyeon sangat baik," ucap pria itu sembari melihat hamparan perkotaan dari rooftop.

Baekhyun menatap heran kepada pria itu, "Kau siapa?"

"Aku?"ㅡPria itu mengulurkan tangannya kepada Baekhyunㅡ"Luhan, tetangga di samping apartemenmu."

Baekhyun hanya ber-oh ria, "Jadi dia pria yang dapat membuat Taeyeon seperti orang gila? Cih lebih tampan aku ternyata," pikir Baekhyun dalam hati.

"Baekhyun." pria itu berniat menyambut uluran tangan Luhan, tetapi belum sepenuhnya tangan Baekhyun menyentuh telapak tangan Luhan, pria penyuka olahraga futsal itu sudah kembali menarik uluran tangannya.

"Tapi aku tak peduli namamu," ucap Luhan.

Baekhyun berdecak kesal, "Maumu apa sih?"

Luhan hanya mengedikkan bahunya tak peduli, toh menurutnya ia hanya melakukan apa hal yang ingin ia lakukan. Apalagi terhadap pria yang ia beri label sebagai rival dalam urusan cinta.

"Oy!" panggil Luhan kembali.

"Apa?"

"Mau tahu kenapa Taeyeon sering menghilang tiba-tiba?"

Baekhyun menolehkan kepalanya pada Luhan, entah kenapa menurut Baekhyun pria di sampingnya itu sifatnya begitu random seperti Taeyeon. Sulit ditebak dan terasa sedikit gila. Baekhyun sebenarnya ingin sekali mengabaikan itu, tapi mengingat Luhan juga seorang indigo, ia pasti tahu alasan dibalik keanehan yang dialami Taeyeon selama ini.

"Kenapa?"

"Karena...,"-Luhan memberi jeda pada ucapannya-"Tidak jadi deh."

Lagi-lagi Baekhyun berdecak kesal, "Dasar gila."

Luhan terkekeh, "Habis kau itu musuhku dalam mendapatkan Taeyeon."

Satu alis Baekhyun terangkat, "Jadi menurutmu kita sedang bersaing untuk mendapatkan hantu genit sepertinya?"

"Dia itu hantu manis bukan genit!"

"Kau tak tahu karena tak tinggal dengannya!"

Perdebatan mereka terhenti karena dering yang berasal dari ponsel Luhan, pria itu sempat mendelik ke arah Baekhyun sebelum pergi ke luar area rooftop untuk menerima panggilan masuk yang sepertinya sangatlah penting. Baekhyun hanya melihat kepergian Luhan dengan menggelengkan kepalanya tak percaya bahwa ia baru saja melihat duplikat Taeyeon dalam bentuk pria seperti Luhan. Pria itu memilih kembali memfokuskan dirinya melihat hamparan kota dari atas rooftop.

Oh My Ghost! ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang