32 - Recognition

1.4K 262 28
                                    

Cuaca hari ini yang semakin dingin membuat siapa saja di luar sana lebih memilih untuk merapatkan jaketnya dan berdiam diri di rumah ditemani dengan coklat panas. Namun tidak untuk Jessica, ia lebih senang menghabiskan waktunya di butik miliknya. Memang hari ini tidak begitu banyak pelanggan dikarenakan cuaca yang dingin, sehingga tidak banyak yang berlalu lalang, tapi untuk Jessica butiknya adalah salah satu tempat untuk menjernihkan pikiran. Akhir-akhir ini ia dipenuhi dengan rasa sedih dan sakit, sehingga hanya sebuah ketenangan yang ia perlukan.

Kring

Suara bel menandakan ada seseorang yang memasuki butiknya. Jessica berdiri dari duduknya untuk bersiap menyambut pelanggan, namun ia mengurungkan niatnya setelah melihat tamu yang mendatanginya hari ini adalah dua pria yang ia kenal dan seorang gadis yang terasa familiar untuknya.

"Oh kau Baekhyun, ada apa? Lalu mengapa kau bersama Suho dan ... siapa gadis itu?"

Gadis yang Jessica maksud tersenyum tipis dan mengulurkan tangannya. "Aku Kim Jisoo, istri Suho. Mungkin kau lupa padaku tapi kita dulu satu sekolah."

Mereka berempat mendudukkan diri di sebuah sofa yang tersedia dibutik milik Jessica. Sebenarnya pertemuan ini memang tak pernah direncanakan, namun Baekhyun memang sengaja membawa Suho agar semuanya dapat diluruskan dengan cepat. Agar mereka dapat segera menyelesaikan semuanya dengan cepat.

"Aku sudah mengumpulkan semua bukti-bukti yang aku temukan selama ini." Baekhyun membuka suaranya untuk mengawali percakapan di antara mereka.

"Lalu bagaimana?" tanya Suho.

"Aku rasa Tiffany yang ada dibalik semua ini."

Ketiga orang yang mendengar ucapan Baekhyun mencoba menahan rasa kaget mereka, mencoba untuk tak percaya terlebih dulu karena semua ini baru perkiraan. Namun dalam hati ada hal membuncah yang mengatakan bahwa ini benar.

"Tidak mungkin, jangan menuduh seseorang begitu saja." Jessica mencoba memperingati.

Jisoo yang sedari tadi hanya mendengarkan membuka suaranya. "Tapi entah mengapa aku merasa Baekhyun benar."

Jessica mengarahkan pandangannya pada Jisoo. "Apa maksudmu dan kau tau apa?"

"Dulu aku akui, aku memang merundung Taeyeon. Aku memang begitu kejam, tapi kau tau aku tidak pernah mau ini terjadi." Jisoo menutup matanya sebentar untuk menahan air matanya yang mungkin saja akan terjatuh.

"Aku mengetahui hari itu adalah ulangtahun Taeyeon, aku berencana untuk mengerjainya karena aku sedang bertengkar dengan orangtuaku sehingga aku mencari pelampiasan. Di perjalanan, aku melihat Tiffany, gadis bermata sabit yang terus mengikuti geng-mu itu. Dia sedang mengobrol dengan seorang pria, aku tak tau apa dan tak mau peduli saat itu."

Jisoo menghembuskan napasnya sebelum kembali melanjutkan ceritanya. "Aku tak tau apa yang terjadi, tapi saat aku sampai di depan apartemen Taeyeon, aku mendengar jeritan dan ada darah yang keluar dari pintu. Aku sangat kaget sehingga yang bisa aku lakukan hanya berlari yang kencang dan menelepon polisi."

"Itu tidak mungkin." Jessica mengusap wajahnya kasar, ia sungguh tak dapat mempercayai apa yang Jisoo katakan.

Suho yang merasakan isakan dari Jisoo hanya dapat memeluknya. Ia juga sama tak dapat mempercayainya, namun semua cerita dan bukti terasa begitu jelas dan menghantamnya bertubi-tubi.

Oh My Ghost! ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang