46 - Between Destiny and Choice

1.4K 215 88
                                    

Kemarin nonton Hotel Del Luna keren abissss, jadi ngebayangin kalau arwah anak snsd ke Hotel Del Luna bakal gimana. Apa nanti aku buat aja ya chapter spesialnya?

***

"Aku tak menyangka kita bisa berkumpul lagi setelah kemarin menghilang."

Keenam gadis yang tengah duduk dengan membuat sebuah lingkaran itu mengangguk setuju dengan ucpan Sooyoung. Kemarin mereka begitu terkejut mengetahui tubuh mereka yang berbeda dari biasanya dan pada akhirnya menghilang, tapi untung saja keesokan harinya mereka kembali pada wujud mereka biasanya dan dapat kembali berkumpul di rooftop kesayangan mereka yang kemarin menyimpan kejadian hebat.

"Padahal aku penasaran dengan Tiffany kemarin." Sunny mengerucutkan bibirnya sebal karena kemarin saat momen yang hebat ia malah harus menghilang menjadi asap.

"Tapi, apa kalian tahu kenapa kemarin kita mengalami hal janggal begitu?" tanya Yuri, ia menatap seluruh teman-temannya.

"Sebelum Baekhyun bangun dari koma kemarin, dia juga mengalami hal yang sama." Taeyeon mencoba menginggat kejadian tempo hari.

Yoona menatap Taeyeon antusias. "Benarkah? Lalu apakah kita..."

"Bagaimana kalau itu pertanda kita akan segera dipanggil ke atas?" tanya Seohyun yang membuat wajah antusias Yoona langsung meluntur.

"Kau ini menghancurkan harapan orang saja!" kesal Yoona, namun Seohyun tak terlalu memperdulikannya.

Taeyeon mengedikkan bahunya. "Aku tidak tahu, tapi kita berharap yang baik-baik saja."

"Bagaimana kalau kita sekarang saling berpegangan tangan dan mengucapkan harapan masing-masing?" usul Hyoyeon yang diangguki oleh yang lainnya. Mereka kini saling mengaitkan jari-jari satu sama lain dengan saling menatap manik satu sama lain, membuat perasaan sedih dan haru menyelimuti mereka semua.

"Ah kenapa suasananya jadi sedih begini?" Yuri menengadahkan kepalanya agar air matanya tak jatuh.

"Terimakasih karena sudah bertahan sampai sejauh ini." Sooyoung tersenyum sedih pada keenam teman-temannya.

"Waktu-waktu yang kita lalui selama ini begitu sulit, aku tidak tahu apa jadinya aku jika tak ada kalian. Setidaknya walau menjadi arwah penasaran, aku tetap bersyukur akan adanya kalian," ujar Sunny, ia mencoba sekuat tenaga menahan tangisannya, ia tak ingin membuat teman-temannya juga merasa sama sedihnya dengannya.

Yoona mengusap pipinya yang sudah dilinangi air mata. "Unnie, Seohyun-ah ayo kita bertemu lagi di masa depan."

"Persetan kita akan bangun lagi atau tidak, aku sangat ingin kita kembali menjadi sahabat seperti ini." Seohyun menatap seluruh kakak-kakaknya dengan sedih.

Hyoyeon mengangguk dengan air mata yang terjatuh ke pipinya. "Aku yakin kita akan bertemu lagi. Kalian ingat kan yel-yel kita selama ini?"

Mereka bertujuh saling bertatap dan mengucapkan yel-yel persahabatan mereka yang pernah mereka buat sewaktu sekolah dulu.

"Sekarang bersahabat."

"Besok bersahabat."

"Selamanya bersahabat."

Taeyeon menunduk sedih karena yel-yel yang biasa mereka ucapkan dengan semangat kini malah terdengar begitu sedih. "Aku minta maaf, aku rasa semuanya adalah salahku. Akan lebih baik kalau kalian tidak mengenalku lagi di masa depan."

"UnnieI! Ingat kita baru saja menyebutkan yel-yel bersahabatan kita," tegur Yoona dengan muka marahnya yang lucu. "Semua ini terjadi karena memang kita sudah ditakdirkan menjadi sahabat sehidup semati."

Oh My Ghost! ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang