10 - Feeling Awkward

616 102 44
                                    

Dering suara ponsel membuat gadis bersurai pendek di antara tiga gadis di sana terbangun. Dengan kepalanya yang terasa sedikit pusing, ia meraih ponsel yang berdering dan mengangkatnya tanpa tahu siapa yang menelepon atau itu ponsel siapa. Ia hanya ingin suara deringnya cepat berhenti dan ia dapat tidur lagi.

"Halo?"

"Oh, ini siapa? Bukankah ini nomor ponsel Anna?"

Seojoo membuka sebelah matanya dan melihat orang yang dimaksud tengah tidur di sofa bersebrangan dengannya bersama dengan sang kakak. "Dia masih tidur, kenapa?"

"Aku manajernya, Ji Changwook. Aku dengar ia menginap di rumah Erica Kim. Jadi aku menjemputnya ke sana karena akan melaksanakan syuting."

"Ah begitu.. bentar aku bangunkan dia dan kakakku."

Seojoo mematikan panggilan telepon dengan manajer Anna sepihak, lalu bangun dari tidurnya dengan enggan. Ia memilih untuk menyadarkan diri terlebih dulu dan mengingat apa yang terjadi. Matanya menelusuri apa saja yang ada di meja.

Album foto, ayam, bir.

Lalu beralih mepada sofa di sebrangnya.

Kim Taejoo, Go Anna.

Mata Seojoo melebar setelah mengingat benar-benar apa saja yang terjadi tadi malam. "Mati mati mati! Apa saja yang aku ceritakan pada mereka?!"

Pekikan Seojoo membuat Erica terusik dan ikut bangun. "Mmh.. ada apa? Kau mau ayam lagi?"

"Yah Kim Taejoo sadarlah!" kesal Seojoo karena kakaknya yang masih saja melindur.

Suara pintu yang terbuka membuat Seojoo mengalihkan pandangannya dan mendapati Sunna tengah bersenandung kecil memasuki rumah. Namun mata kucingnya berubah membulat saat melihat pemandangan di hadapannya yang mendekati kata 'kacau'.

"ASTAGA INI RUMAH ARTIS ATAU KANDANG BABI HAH?!"

Suara Sunna yang menggelegar membuat ketiga gadis di hadapannya terbangun dan berdiri. Seojoo dengan cepat langsung pergi ke kamarnya di lantai atas, Erica langsung berlari ke kamar mandi, dan Anna langsung membereskan barang-barangnya lalu keluar dari rumah Erica. Ia sempat menyapa Sunna sebelum melewatinya.

"Subuh yang cerah ya." Anna menunduk hormat, lalu dengan langkah cepat meninggalkan rumah Erica, beruntung Changwook sudah ada di depan rumah Erica sehingga ia tak perlu merasa khawatir dicegah Sunna untuk membereskan keributan semalam.

Sedangkan Sunna yang ditinggal sendirian menghela napas kesal. "Inilah kenapa pertumbuhanku tersendat, begitu banyak amarah di dalamnya."

Meski merasa kesal, pada akhirnya Sunna mengambil sapu di dapur dan membersihkan sampah-sampah yang dihasilman tiga gadis yang melarikan diri tadi, bagaimanapun selama ia digaji tinggi Sunna akan dengan sepenuh hati melakukannya. Hingga tak lama Erica kembali dari kamar mandi dan menghampiri Sunna.

"Sini aku bantu bereskan."

Sunna mendengus. "Bagus sekali kalian bertiba tiba-tiba akrab dan membuat kekacauan begini."

"Kami hanya saling curhat," bela Erica dengan cengiran di wajahnya sembari membereskan kaleng-kaleng bir bekas di meja.

"Sudah lebih baik kau cepat siap-siap, tidak enak Manajer Byun sudah menunggu di mobil."

Erica menghentikan gerakannya. "Huh? Baekhyun maksudmu?"

"Menurutmu Byun mana lagi yang kita kenal?"

"Ish aku harus bersiap-siap." Erica kembali melepaskan kaleng-kaleng birnya sembarangan dan berlari ke kamarnya di lantai atas. Meninggalkan Sunna sendirian lagi dengan perasaan kesal, gadis bersurai panjang itu meniup poninya kesal.

Oh My Ghost! ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang