Sejak subuh tadi entah mengapa Erica sudah berada di dapur dengan memakai apron biru kesukaannya, Erica memasak sesuatu yang ia sebut 'masakan spesial ala Erica Kim' dan menempatkannya di dua kotak bekal berbeda warna. Bahkan saking fokusnya, Erica tak menyadari kalau sang adik sudah berada di sekitarnya sedang mengambil botol air mineral dari dalam kulkas. Karena itu, Seojoo yang melihatnya mengeryitkan dahi, apalagi yang ia tahu kakaknya tak pernah serajin ini membuat bekal makanan, biasanya Erica hanya memasak untuk sarapan pagi saja.
"Tumben sekali membuat bekal."
Erica menoleh pada Seojoo dan menyapanya. "Oh Seojoo-ya, aku juga membuat satu untukmu."
"Benarkah? Terimakasih." Seojoo melirik pada salah satu kotak bekal yang Eria tunjuk untuknya.
"Oh? Tumben kau mau menerimanya, biasanya ketus padaku."
"Benarkah?" Seojoo malah berbalik tanya, "Aku juga tak tahu kenapa, mungkin karena efek bir yang kita minum waktu itu."
Erica terkekeh mendengar jawaban dari Seojoo. "Tuh kan, bahkan kau saja tak bisa menghindari perhatian dariku."
"Bicara apa sih," gumam Seojoo. Ia menghampiri Erica yang tengah masih berkutat dengan kotak bekal dan membantunya.
"Wah wah, ada apa nih dengan Kim 2Joo?"
Suara dari Sunna yang baru datang menginterupsi kegiatan dua kakak beradik berbeda perawakan itu. Sunna terkekeh, lalu menghampiri Erica dan Seojoo sembari berlari kecil. Ia menatap kotak bekal yang sudah disimpan di kantong oleh Erica dengan antusias.
"Tumben sekali kau membuat bekal, apa ada yang spesial?" tanya Sunna yang membuat Erica malah tersenyum sendiri.
"Ini untuk Manajaer Byun."
"Manajer Byun? Kenapa kau memberinya kotak bekal? Aku saja yang sudah lama menjadi asistenmu tidak pernah diberi kotak bekal."
Erica merengut. "Ck kau tidak mengerti seninya."
"Jangan bilang unnie suka dengan manajermu sendiri?" tanya Seojoo yang membuat suasana hening seketika, semuanya langsung tertuju pada Erica yang mematung.
"M-memangnya kenapa? Menyukai seseorang bukan masalah besar di jaman seperti ini."
"Heol, jadi benar kau menyukai Manajer Byun?!" seru Sunna, ia memukul bahu Erica dengan heboh. "Astaga astaga bagaimana bisa?"
"Yah begitulah." Erica mengibaskan tangannya sambil memasang wajah malu-malu.
"Tapi Manajer Byun hari ini izin tak bekerja."
Senyuman Erica langsung luntur saat mendengar ucapan Sunna. "Apa kau bilang?"
"Dia izin karena ada acara rapat perusahaannya," jelas Sunna yang disambut tawa oleh Seojoo yang mendengar itu.
"Pfftt... bekal yang malang." Seojoo menutup mulutnya menahan tawa.
"Kenapa dia tak mengabariku?" protes Erica, sedangkan Sunna hanya mengedikkan bahunya tak tahu.
"Lalu bagaimana ini bekalnya?" Seojoo menunjuk satu bekal untuk Baekhyun yang telah dibungkus rapi.
Erica menghela napas. "Bawa saja untuk Joohyuk."
"Nada bicaranya seperti sudah saling kenal saja," dengus Seojoo. "Lagi pula aku tak mau membawakannya bekal, lebih baik untuk Sunna unnie saja."
"Seojoo benar." Sunna tersenyum lebar pada Erica, namun gadis yang ia beri senyum menggeleng dengan tegas.
"Berikan untuk pria yang kau sukai, Seojoo-ya. Bekal ini dibuat dengan cinta, tidak baik diberikan ke sembarang orang."

KAMU SEDANG MEMBACA
Oh My Ghost! ✔
Fanfiction[COMPLETE] Karena pertengkarannya dengan sang ayah, membuat Baekhyun harus pergi dari rumah dan pindah ke sebuah kamar apartemen yang 'katanya' angker. Namun Baekhyun yang tak percaya akan hal supranatural memilih menetap tanpa tahu bahwa di sana te...