03 - A Familiar Feeling

1.2K 143 34
                                    

Apa harapan kalian untuk tahun 2020?

•••••

Di dalam sebuah gedung perusahaan milik produksi film ternama, Erica melangkahkan kakinya menuju ruang rapat di mana tempat pembacaan naskah film terbarunya terselenggara. Ini adalah hari terakhir pembacaan naskah sebelum lusa akan dimulai syuting film yang sesungguhnya. Di belakang Erica, manajer barunya mengikuti bersama sang asistennya, setidaknya hanya mereka berdua saat ini yang Erica miliki untuk menghadapi industri hiburan.

"Setelah ini aku tak ada jadwal lain kan?" tanya Erica pada Baekhyun yang kini sudah berjalan seiringan dengannya.

Baekhyun hanya mengangguk mengiyakan, meski respon sederhana begitu Erica langsung bersorak senang layaknya telah mendapat undian lotre. "Berarti hari ini aku bisa datang ke pembukaan diskotik saudaraku."

"Diskotik? Kau artis, bagaimana bisa datang ke sana?"

Erica merengut mendengar ucapan Baekhyun, "Hanya diskotik saja itu tempat aman, jika kau ingin aku bocorkan banyak artis yang mendatangi tempat jauh lebih parah dibanding itu."

"Terserah kau," Baekhyun mengedikkan bahunya. "Asal jangan sampai mabuk dan membuat kekacauan."

"Kau harus ikut denganku," Erica menunjuk Sunna yang berada di belakangnya dengan jari telunjuk. "Kau juga Sunna."

"Aku? Kenapa? Itu acara pribadimu," keluh Sunna yang disetujui Baekhyun.

"Pergi saja sendiri."

"Apa-apaan ini, kalian kompak sekali dalam hal ini," dengus Erica akan kekompakan manajer dan asistennya. "Pokoknya temani aku, kalau tidak aku akan mabuk dan buat onar di sana."

"Melembur lagi~ melembur lagi~," senandung Sunna pelan. "Tidak heran aku belum menikah juga."

Erica sendiri tidak begitu memperdulikan keluhan Sunna maupun Baekhyun, toh ia sudah biasa menerima keluhan seperti itu sejak manajernya Ryeowook. Ia memilih untuk segera duduk di tempat kemarin saat pembacaan naskah pertama, di mana lagi-lagi Erica harus duduk bersebelahan dengan seseorang yang sudah lama membuatnya kesal, bahkan mendengar namanya saja Erica sudah seperti akan ada asap yang keluar dari lubang hidungnya, apalagi menghadapinya langsung selama beberapa bulan ke depan.

"Unnie~, akhirnya kau datang juga. Aku merindukanmu." Anna menatap Erica dengan antusias, ia menggeser tempat duduk di sampingnya agar Erica dapat meraih tempat duduk di sampingnya dengan leluasa.

Erica duduk di bangkunya dengan pandangan aneh terhadap Anna, "Ada apa ini? Kau kerasukan setan di rumahmu?"

"Tentu saja tidak," Anna menggelengkan kepalanya lucu. "Aku ingin lebih dekat dengan unnie saja."

Tanpa menjawab, Erica menghela napas sembari menyenderkan tubuhnya pada kursi, lalu beralih menatap Anna yang masih setia menghadap padanya dengan raut wajah manisㅡtetapi bagi Erica itu adalah wajah paling menyeramkan yang pernah ia lihat. Oh ayolah, baginya yang mengetahui sifat asli Go Anna itu adalah hal yang menyebalkan, Erica bahkan heran kenapa banyak yang terpesona akan Anna.

"Beritahu aku saja apa maumu."

Anna yang mendengar kalimat itu langsung mendekat pada Erica dan berbisik padanya, "Beritahu manajermu untuk menjodohkan aku dengan temannya yang kemarin."

"Sudah kuduga ada maunya," Erica merotasikan bola matanya malas. "Minta saja sendiri sana."

"Ah unnie~, bantulah aku ini. Aku akan berlaku baik padamu bahkan sampai aku terlahir kembali." Anna menggoyangkan tangan Erica sembari memasang wajah memelasnya.

Oh My Ghost! ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang