17 - Haughty Ghost

2.5K 371 60
                                        

"Kau anak siapa?!" pekik Sooyoung kaget. Sedangkan yang diteriaki malah dengan santai mendudukkan dirinya di samping Yuri seakan ikut berbaur.

"Siapa yang kau sebut anak-anak? Aku ini sudah besar."

Ketujuh gadis lainnya hanya menatap heran pria yang kini sedang asik melihat-lihat sekitar rooftop. Bagaimana bisa dia berbicara begitu sedangkan jelas-jelas ia memakai seragam sekolah.

"Seragam yang kau pakai mengatakannya dengan jelas anak muda."

Pria itu mendengus mendengar penuturan Sooyoung. "Kalian meninggal berapa tahun yang lalu?"

"Sepuluh tahun," jawab Seohyun mewakili keenam kakaknya.

"Aku empat belas tahun yang lalu. Jadi panggil aku 'Oppa'."

Sooyoung yang sudah gemas, tidak bisa menahan tangannya untuk tak menjitak kepala pria itu. Membuat pria itu mengaduh dan kembali mendengus sebal.

"Bukannya mengenalkan diri lebih dulu, ini malah asal suruh panggil 'Oppa'," omel Sooyoung. "Aku saja tak pernah memanggil seniorku dengan 'Oppa'."

Yoona mengangguk. "Sooyoung unnie lebih sering memanggil mereka dengan nama atau 'si brengsek' sekalian."

Pria itu berdecak kesal dan mulai merapihkan poninya yang menghalangi pandangannya. "Aku Guan Lin dan aku penghuni baru di sini."

"Kau membuat tempat ini semakin sempit," keluh Hyoyeon yang juga diangguki gadis yang lain.

"Kematianmu bagaimana?" tanya Taeyeon yang sedari tadi diam dan memperhatikan saja.

"Aku?" Guan Lin menghela napas. "Bunuh diri."

Decak kagum ketujuh gadis itu keluarkan karena mereka tak pernah bertemu dengan hantu bunuh diri sebelumnya. Apalagi dalam usia yang terlihat masih muda seperti Guan Linㅡditambah Guan Lin sepertinya bukan orang Korea seperti mereka.

"Kau masih muda kenapa bunuh diri? Lagi pula sepertinya kau bukan orang Korea." Sunny membuka suaranya karena merasa sedikit simpati dengan Guan Lin.

"Keluargaku pindah ke sini sejak lama dan aku melakukan bunuh diri karena ... yah dipaksa belajar."

"Berarti kau anak nakal," cibir Yuri yang berada di sampingnya.

Seohyun mengangguk. "Lagi pula belajar kan menyenangkan."

"Hey ini kuceritakan ya pada kalian dengan cuma-cuma." Guan Lin menarik napasnya sebentar. "Aku ini anak yang terlampau pintar. IQ milikku saja bisa lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah IQ kalian jika digabung.

"Aku belajar dan belajar, tapi orangtuaku terlalu perfeksionis. Bahkan ketika aku mendapat nilai 90 mereka akan memahariku hingga memukulku karena mereka lebih terobsesi dengan kesalahan si 10. Jadi aku pikir pergi jauh dari mereka adalah hal terbaik."

"Aku sebenarnya kasihan padamu. Tapi aku juga tak tahan dengan sifat besar kepalamu."

Guan Lin mengangkat satu alisnya mendengar ucapan Hyoyeon. "Kepalaku bahkan lebih kecil darimu."

"Yah kau harusnya lebih sopan pada kami, orang baru," tegur Taeyeon yang jengah dengan sifat Guan Lin.

"Ah baiklah para nona cantik, maaf aku tak bisa melupakan kebiasaan saat dulu."

"Tidak heran kau diusir dari tempatmu dulu," cibir Yoona yang membuat Guan Lin merengut.

"Aku tak diusir karena itu. Aku awalnya tinggal di rumahku, tapi orangtuaku menjual rumah itu hingga akhirnya rumah itu dihancurkan."

Oh My Ghost! ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang