48 - Painful Meeting

1.2K 204 64
                                        

Apapun yang kalian baca di chapter ini, tolong maafin aku ya T_T

Play : Yoo Jae Ha - Because I Love You

________

Introgasi Tiffany belum berakhir hingga pagi menjelang, meski ditemani dengan rasa lelah, baik Changwook maupun Tiffany memutuskan untuk meneruskan sesi introgasi hingga benar-benar tuntas. Dengan helaan napas lelah, Changwook membenarkan letak dasinya. Meski sudah terbiasa melakukan hal seperti ini, Changwook tetap saja merasa benar-benar kelelahan, apalagi semakin lama Tiffany menjawab pertanyaan dengan begitu berbelit-belit.

"Tiffany-ssi, ini adalah pertanyaan terahir dariku. Di mana ketujuh gadis-gadis itu saat ini?"

Tiffany masih mempertahankan ekspresi dinginnya sama seperti malam kemarin, "Kau penasaran?"

"Kau sudah sepakat berkata jujur, Tiffany-ssi," tegas Changwook mencoba untuk tidak terlalu terdengar menekan Tiffany.

"Bukankah kau pernah menyelidiki aku? Menurutmu dulu di mana aku pernah singgah?"

Changwook terdiam sesaat untuk mencoba berpikir di mana tempat yang Tiffany maksud, hingga ingatannya terasa pulih kembali. "Busan?"

Tiffany mengangguk membenarkan dengan mata sabitnya yang sulit ditebak, "Jemput mereka sekarang juga, bukankah kau menunggu ini untuk waktu yang lama?"

Tanpa pikir panjang, Changwook keluar dari ruangannya untuk memanggil pihak kepolisian dan detektif agar segera menuju TKP yang Tiffany maksudkan. Tidak lupa ia juga menghubungi Baekhyun, Jessica, dan Kibum sebagai saksi saksi terdekat untuk ikut melihat evakuasi ketujuh gadis yang telah hilang semenjak 10 tahun yang lalu, sebuah misteri yang akan segera terpecahkan hari ini juga.

Tak memerlukan waktu yang begitu lama, kini Changwook bersama aparat lainnya akan pergi menuju TKP yang dimaksud Tiffany. Diikuti dengan Baekhyun, Jessica, dan Kibum di mobil belakang sebagai saksi keluarga dari ketujuh gadis yang menghilang. Semuanya terlihat begitu tegang dan terus memanjatkan doa selama perjalanan, sedangkan Tiffany yang tak memberitahu tentang keadaan gadis-gadis itu hanya terdiam dengan wajah yang sulit ditebak. Bahkan ia tak terlihat takut sama sekali, seakan hanya ada perasaan kosong di dalam dirinya sekarang yang sulit untuk dijelaskan.

Setelah menempuh waktu kurang lebih tiga jam, mereka akhirnya sampai di sebuah pedesaan yang masih begitu asri dan hampir tak terlihat penduduk yang berlalu lalang di area itu, hanya sesekali saja ada yang melewati jalan dengan sepeda ontel, mungkin karena setelah area ini adalah pusat pedesaan di mana lapangan pekerjaan begitu banyak.

Tiffany menuntun pihak kepolisian masuk melewati pohon-pohon dan rumput-rumput liar yang mengganggu pandangan, hingga mereka menemukan sebuah gubuk tua yang terlihat sudah tak terawat lagi. Langkah Tiffany terhenti, matanya yang nanar hanya terus menatap lurus pada gubuk tua berukuran sedang yang kini berada di hadapannya.

Tanpa berpikir panjang pihak kepolisian yang lain bersama Changwook memasuki gubuk itu untuk melihat apa yang ada di dalam.

"Yoona-ya?" panggil Changwook saat ia membuka pintu kayu yang mulai mengeropos itu, matanya memicing menelaah setiap sudut ruangan. Namun matanya tertuju pada sesuatu di ujung ruangan.

Dengan sedikit gemetar, Changwook berjalan menuju benda itu dan jatuh berlutut di hadapannya. Tangannya menyentuh sebuah kaos yang begitu familiar di matanya, kaos pemberiannya pada gadis yang ia sukai.

"Yoona-ya, jangan bilang ini adalah kau," lirih Changwook dengan air matanya yang telah mengalir entah sejak kapan. Semuanya akibat hal yang kini ia lihat.

Oh My Ghost! ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang