29. Sungwoon punya Perasaan.

737 82 10
                                        

Akhirnya kami pulang dari LA.
Aku tak mengerti kenapa banyak hal terjadi di waktu yang sangat singkat itu.

Di Bandara tentu saja seperti biasa aku menjauh dari daehwi, aku ingin menjaganya saat ini apalagi aku  melihat jinyoung beberapa kali mencoba bicara padanya.

Saat di dalam pesawat, aku meminta bertukar tempat dengan staff agar bisa di samping daehwi.

Aku benar-benar tidak mengetahui jika Jinyoung dan jihoon berada tepat di depan Daehwi.

Aku lega karna telah mengambil keputusan yang tepat dengan bertukar tempat dan duduk disamping daehwi, karna saat ini yang dibutuhkan daehwi adalah kenyamanan pikirannya.

Meskpun aku tahu kehadiranku tidak serta merta mengobati rasa sakit daehwi, tapi setidaknya aku ada  disampingnya.

Aku menggenggam tangan daehwi karna aku tahu hal itu bisa menenangkannya. Melihat ekspresi lega diwajahnya saat aku menggenggam tanganya membuatku merasa aku sangat dibutuhkan olehnya. Entah mengapa hal itu membuatku sangat senang.

Perjalanan kami menempuh sekitar 9 jam. Dan selama itu juga aku terus menggenggam tanganya.

Tapi sedikit

Ia bahkan menyuapiku. Daehwi memang sosok pacar yang sangat baik, hanya orang bodoh yang akan menyianyiakan dan orang bodoh itu termasuk aku dan jinyoung.

Tapi ada momen yang tidak mengenakkan pula, jinyoung mencoba mengambil tempatku di sisi daehwi dan beralasan jika ia tidak enag badan. Aku tak tahu ia sungguh sakit atau hanya berpura-pura agar daehwi luluh lagi, aku bersyukur daehwi tegas menolak Jinyoung dan memintanya untuk pindah dari kursiku.

Setiba di Korea ternyata kondisi Jinyoung memburuk. Saat sampai di  dorm jinyoung langsung ambruk.

Ia demam tinggi, aku merasa bersalah karena berpikir ia hanya berpura-pura saat mengatakan sedang tidak enak badan.

Kusuruh daehwi untuk memanggil jisung tapi jisung tidak membiarkan daehwi pergi. Ia terus memegang tangan daehwi. Aku cemburu aku tidak menyukai hal itu, tapi aku  tidak mau egois jinyoung tetaplah seperti adikku sendiri tidak munging kubiarkan ia terus sakit Karena itu aku yang pergi memanggil jisung.
.
.
.
"hyung...jisung hyung...... Jinyoungi...  Jinyoung-iii pingsan" aku berlari kekamar besar karena kebanyakan member lain sedang berkumpul disana. 

Minhyun yang ada di dapur mendengar suaraku dan langsung berlari kekamar di  susul  oleh jisung hyung yang ikut berlari ia bahkan Jaehwan tidak sengaja menendang tiang tangga Karna terburu.

"hyung Oettoke? "kata daehwi menatap kami semua.  Tangannya masih di genggam oleh Jinyoung.

Jisung  dan  Minhyun memeriksa keadaan jinyoung dan memutuskan untuk menelpon manager kami untuk membawanya ke dokter.

"aku akan menelpon manager sebentar" jisung hyung menelpon manager kami tapi manager bilang mereka tidak bisa kerumah sakit sekarang karena fans masih berkumpul didepan komplek dorm dan jika berita sakitnya jinyoung beredar pasti akan menjadi rumit. Karena itu manager akan menyuruh Dokternya yang kesana.

Kami semua tidak bisa berbuat apa2 selain setuju.  Kami menunggu 30 menit dan akhirnya manager datang bersama dokter pribadi artis YMC ent. 

Kami semuanya mundur dan keluar dari kamar karna kamar kami begitu sempit untuk menampung semua orang.

Hanya ada jinyoung, jisung ,manager dan juga dokter. Daehwi juga ikut keluar.

Semua orang terlihat sangat khawatir,  terlebih Daehwi ia terlihat sangat khawatir ia mengigit kukunya karena ia gelisah.

Awan PekatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang