20

2.4K 288 23
                                        

Beby POV

Dari jarak sedekat ini, walau hanya di pisahkan oleh sebuah meja, aku bisa melihat wajahnya yang menurutku tampak manis. Meski terkadang dia mengesalkan, tapi aku sadar kalau dia sudah membuatku jatuh cinta. Aku tahu ini akan ditentang oleh keluargaku. Apalagi Opa. Tapi aku tidak bisa membohongi apa yang ada dalam hatiku saat ini.

"Kamu nggak suka?" Aku tersadar dan menggeleng kecil.

"Nggak kok, aku suka." Ucapku pelan dan melahap bakso yang ada di hadapanku. Sekilas aku melihatnya tersenyum menatapku. Oke, jantungku mulai berulah lagi.

Beginilah aku saat berada di dekatnya. Jantung ini akan berdebar hingga rasanya aku takut jika dia bisa mendengar degupan jantungku.

"Makasih." Aku mengangkat kepala dan mata kami bertemu. Dia tersenyum tipis menatapku.

"Buat?" Tanyaku bingung.

"Makan siangnya dan mau ngikutin aku makan dimana. Ya... walau aku tau kamu nggak biasa makan di pinggir jalan kayak gini. Maaf ya?" Katanya sedikit menunduk.

"Siapa bilang aku nggak biasa makan di pinggir jalan? udah biasa makan kayak gini. Mau nambah?" Dia menggeleng kecil dan memperlihatkan jam tangannya. Aku mengerti dan berdiri untuk membayar makanan.

Selesai membayar, aku melihatnya sedang memainkan ponselnya. Sedang apa ya, dia? kenapa aku jadi penasaran seperti ini? Haduh.

"Pulang sekarang?" Dia mengangguk kecil dan mulai berdiri.

Di dalam perjalanan, hanya musik yang menemani kami berdua. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kami. Rasanya... begini saja aku sudah bahagia. Bisa di sampingnya itu adalah hal paling membahagiakan. Dan terkadang pula, aku merasa iri pada si ikan paus yang bisa mendekatinya hingga bisa nemeluknya seenak jidatnya.

Ingin marah memang, tapi aku belum berhak. Ingat! belum. Bukan tidak bisa marah. Aku tidak tahu sampai kapan perasaanku akan terus ku pendam. Tapi aku harap, secepatnya akan aku ungkapkan.

*****

Author POV

Hari ini adalah hari kelulusan Shania juga Nabilah. Semua murid dan orang tua mereka sudah berkumpul di aula. Shania yang memang sudah tidak memiliki orang tua hanya bisa diam di tempat duduknya yang ada di dalam kelas. Sementara Gaby sedang berfoto bersama Papa dan Mamanya.

Nabilah mengecek ponselnya yang sedaritadi bergetar. Tidak ada niat untuk mengangkat panggilan itu. Nabilah yang kini berada di atas rooftop sekolah merasa ada yang kurang. Entah apa itu.

Matanya memicing saat melihat sebuah mobil berhenti di tengah-tengah lapangan sekolahnya. Dia sangat kenal dengan mobil itu. Tak lama, sebuah mobil penjual es krim dan burger masuk ke dalam lapangan.

"Dasar Kinal bego." Gumam Nabilah berbalik dan menuju ke bawah.

Sementara di bawah, suasana sekolah di buat ricuh akan kedatangan Kinal yang turun dari dalam mobil sambil tersenyum sangat manis. Dia melambaikan tangan ke arah para gadis yang masih betah meneriaki namanya dengan sangat keras.

"Aaa! Di lambaiin!!"

"KINAAAL!!"

"Kak Kinal makin keren!"

"Kak Kinal! Lirik aku doong!!"

Kinal hanya tersenyum dan menoleh kiri kanan mencari seseorang tapi tidak dia temukan. "HAI! KALIAN BISA MAKAN DI SINI GRATIS! INI DARI SHANIA YA?!" teriaknya kepada semua murid yang ada di sana. Mobil es krim dan burger yang tadinya sepi, kini telah ramai di datangi oleh para murid. Sedangkan Kinal  segera berlari mencari Shania yang dia tidak tahu sekarang ada dimana.

The Angels Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang