Seorang wanita cantik dengan rok di bawah lutut dan kaos tanpa lengan yang di padukan dengan sweater tipis berdiri di depan sebuah Mall dengan tangan kirinya menggandeng seorang gadis kecil bertopi baseball. Dengan celana panjang serta baju warna kuning dan jaket berwarna merah, gadis kecil itu tampak seperti bocah laki-laki yang sangat tampan.
Wanita cantik itu sedari tadi tak henti meletakan ponselnya di telinga kanannya. Sesekali ia berdecak dan menoleh ke kiri kanan seperti sedang menunggu seseorang. "Dia kemana sih." Gerutunya kembali menghubungi orang yang dia tunggu.
"Sayang, kita ke dalem aja, ya? Kayaknya temen Mama belum dateng." Gadis itu dengan patuh mengikuti ibunya itu.
Mereka berjalan beriringan dan sesekali mereka berhenti melihat-lihat pernak-pernik yang ada di pinggiran toko yang mereka lewati. Tak jarang gadis kecil itu protes pada ibunya yang sering sekali menghentikan langkahnya untuk membeli barang yang menurutnya tidak penting.
Hingga ibunya menghentikan langkahnya saat matanya melihat seorang wanita dewasa dengan setelan sedikit mewah. Dan di kiri kanannya tampak seorang gadis kecil seumuran anaknya dan gadis kecil yang memakai bando berpita warna ungu. Keduanya saling menyapa dengan senyuman di wajah masing-masing.
"Hai!" Sapa keduanya dengan malu-malu.
"Beby, beri salam Tante Tania." Gadis kecil berjaket itu tersenyum dan melepaskan gandengannya pada ibunya. Perlahan dia melangkah maju dan menyalimi wanita di hadapannya.
"Hai, Tante Tania!" Sapanya dengan ramah.
"Kenalin, ini anak Tante, panggil aja Nia." Ucap Tante Tania memperkenalkan gadis seumurnya yang lebih tinggi darinya.
"Nia." Kata gadis berbando kuning itu.
"Ini adek aku, namanya Gege." Beby tersenyum menatap gadis kecil yang saat itu tampak masih berumur 7 tahun.
"Kalian mau ice cream?" Pertanyaan Mama Beby membuat ketiga gadis kecil itu mengangguk gembira. Dan akhirnya mereka berjalan beriringan menuju kedai penjual ice cream.
"Beb, aku biasanya ya?" Ucap Tania tersenyum menatap Mama Beby yang memiliki nama yang sama dengan Beby.
"Siap, sayangku!" Seru wanita berlesung pipi itu.
Setelah membeli ice cream, mereka berjalan-jalan sebentar sebelum makan siang. Sesekali Beby dan Nia bercanda bersama.
Tapi hari itu adalah hari yang tak terduga. Suara alarm kebakaran yang ada di Mall tersebut berbunyi begitu keras. Dan itu akan berbunyi hanya ketika ada kebakaran. Dengan cepat Beby langsung menggendong anak Tania, Gege. Mereka benar-benar kebingungan bagaimana caranya mereka keluar, karena lantai yang mereka berdiri sekarang ada di lantai 7 dan tidak mungkin mereka turun dengan tangga sementara api di belakang sana sudah tampak membesar.
Saat mereka sedang mencari jalan untuk turun, ternyata tangga darurat sudah sangat di penuhi oleh banyaknya orang. Beby terus berfikir bagaimana caranya mereka keluar dari sana. Hingga suara teriakan Tania membuatnya menoleh.
"BEBY! AUW!" Tania yang memang memakai high heels 7 cm terjatuh terpeleset. Beby yang melihat itu langsung membantu orang yang sangat dia cintai itu.
"Kamu gapapa, sayang?" Tanyanya menurunkan Gege dari gendongannya dan memeriksa kaki Tania.
"Sakit, Beb." Lirih Tania meringis.
Beby menoleh ke belakang mereka, di sana asap sudah tampak tebal dan api semakin membesar. Dia kembali menoleh pada Tania yang memang memiliki penyakit asma. Wanita itu sudah tampak menghela nafasnya dengan susah payah dan sudah tampak sangat sesak.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Angels Of Love
FanfictionSeiring berjalannya waktu, mereka sedikit demi sedikit luluh akan apa yang di perbuat Shania. Beby yang awalnya tidak menyukai Shania, akhirnya mengakui perasaan yang selama ini tidak ia percayai. Dan Kinal, mengakui semua yang dia rasakan pada saha...
