-Dave's POV-
I saw Jenny and the gang came out from the lift. Aku dengar mereka bicara tentang Hana. Jenny membawa gunting dan baju yg sudah sobek. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yg aneh. Aku segera naik ke rooftop sambil membawa tasku. Pintu lift pun terbuka.
OMG ! Siapa perempuan yg tidak pakai baju itu ? Aku mendekatinya dan memegang wajahnya. Kulihat wajahnya, ya ampun itu adalah Hana !
"Hey, it's ok. Look at me. I'm Dave. I'm here for you," kataku menyemangati Hana.
Aku dengan terburu-buru mengambil baju basketku dari tasku dan obat.
"Hey, kamu bisa pake obat ini sendiri ?" tanyaku.
"Emm, ya aku bisa," jawabnya lemas.
Aku memberi obatnya dan baju basketku. Aku segera memalingkan pandanganku.
-Hana's POV-
Oh dia ngomong namanya Dave. Dave bukannya dia sahabatnya Johnny ? Dia baik sekali. Dia memberiku obat dan pakaian. Aku segera mengoleskan obatnya ke bagian tubuhku yg memar. Hampir semuanya memar kecuali wajahku. Wajahku hanya kena sedikit bagian.
"Ouchh," perih bangeet.
Akupun memakai baju basketnya. Luka-ku masih kelihatan. Aku mendatangi Dave.
"Dave, thank you so much," kataku sambil mengembalikan obatnya.
"Hey, wear my jacket. Luka-mu sangat terlihat," katanya sambil memberikan jaketnya.
"Thanks," kataku sambil menerima Jaket itu dan memakainya.
"Han, di wajahmu ada darah. Aku pakaikan hansaplast dulu ya," katanya sambil menempelkan hansaplast pada wajahku.
Dave bertanya sambil melihat rambut2 yg berserakkan di lantai, "Ini rambut kamu ?! Rambutmu digunting ?! Sini dikuncir dulu."
Dia menyisir rambutku dan menguncirnya menjadi pony-tail.
Dave perhatian bangeeettt.
"Done ! Now you pretty as usual," katanya.
"Dave, thank you so mucchh. Without you, i can't do anything. Aku kembaliin pakaianmu besok ya,"kataku.
"Okay," ujarnya sambil membantuku berjalan ke arah lift.
-Dave's POV-
Akupun membantu Hana berjalan. Kami turun lewat lift dan sampai dilantai 3. Kamipun berjalan ke arah kelas kami. Akupun mengetuk pintu kelas kami. 'Tok tok'. Akupun membuka pintu kelasnya.
"Sorry miss, we're late," kataku ke guru math kami.
"Next time don't be late again," kata miss math kami.
Hana pun berjalan sendiri ke tempat duduknya. Kulihat Jenny dan gengnya bisik2.
Saat pulang sekolah aku mendatangi Johnny.
"John ! Aku mau bicara denganmu," teriakku.
"Ya, ada apa ?" Tanya Johnny. Aku mengajaknya ke halaman sekolah.
"Apakah kamu ada hubungan dengan Jenny ?" tanyaku penasaran.
"Gak, gak ada," jawabnya singkat.
Aku bertanya lagi, "Apakah kamu punya perasaan terhadap Hana ?" Dia terdiam.
"Ya, gw punya," jawabnya. Entah kenapa, hatiku terasa sakit. Apa karena aku suka Hana ?
"John, aku kenal kamu udah lama. Aku tahu bagaimana sifatmu. Tolong jangan jadikan Hana sebagai targetmu. Kamu tahu kenapa aku dan Hana tadi terlambat masuk kelas ?! DIA DIBULLY OLEH JENNY !! Kamu gak tahu seberapa parah luka-nya ? RAMBUTNYA DIGUNTING !! Seluruh badannya memar !" teriakku.
"Apa ?! DASAR JENNY S!@L@N ! Berani2nya dia menyentuh Hana !" teriaknya.
"Kamu tahu kenapa Hana dibully ? Karena Jenny kesal Hana berada didekatmu ! Tolong jauhin Hana kali ini saja," kataku sambil memohon.
"Gak mau ! Gw harus selamanya diam gitu ?!" tanyanya.
"Di sekolah saja. Saat diluar sekolah, kamu boleh deh deket2 Hana," kataku terpaksa.
"Ok lah, gw janji," katanya.
-Author Notes-
Thank you udah baca cerita ini. Jangan lupa vote yaa
KAMU SEDANG MEMBACA
Like A Dream [COMPLETED✔]
Romance[COMPLETED] Hana, kelas 1 SMA, sering dibully, gak populer, gak punya temen. Tapi hidupnya berubah semenjak dia jadi trainee dan pindah ke Korea. Bertemu Jaeseung dan BOSS adalah hidup yang baru baginya. Sampai dia sadari kalau "hidupnya" yg selama...
![Like A Dream [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/141111556-64-k639772.jpg)