Chapter 54 : Reason

593 19 0
                                        

-Hana's POV-

Aku keluar dari kamar mandi. Aku tiduran di ranjang. Jaeseung langsung masuk ke kamar mandi. Ini beneran gak mimpi ?! Aku pacaran sama Jaeseung ?! Biasku ?!?! AAHHH RASANYA KAYAK MIMPII !! Jaeseung lalu keluar dari kamar mandi. Dia langsung tiduran di ranjang.

"Han," panggilnya.

"Yaa ?" jawabku.

"Kan kita udah pacaran, gak ada nama panggilan kesayangan gitu ?" tanya Jaeseung.

"Umm, apaa yaa ?" pikirku.

"Gimana kalo kamu panggil aku honey, aku panggil kamu Jae jae ?" tanyaku.

"Boleh tuh honey," ucapnya.

"Okaay Jae jae-kuu," kataku sambil tertawa.

"Good night Honeeey~" katanya.

"Good niiiiight ~" jawabku.

Aduuh mulai kumat lagi nih. Aku gak bisa tidur !! Gimana dong. Aku keluar aja kali ya. Yaudah deh. Aku bangun dari ranjang dan berjalan sambil mengendap-endap.

"Hon, mau kemana ?" tanya Jaeseung.

"Ahh, a..aku gak bisa tidur," jawabku.

"Kamu sering ya gak bisa tidur ?" tanyanya.

"Ehehe iya," jawabku sambil tertawa kecil.

"Yuk sini. Aku temani," katanya.

Kamipun keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu. Aku duduk di sofa dan Jaeseung menjadikan pahaku sebagai bantal. Aku menyalakan TV nya. Kami nonton film drama romantis. Uuhh romantisnyaaa !! Aduuh ngantuk.

-Jaeseung's POV-

"Hon, kita kapan ya kayak mereka ?" tanyaku.

"Honey," panggilku.

Kulihat ke atas, ternyata dia tertidur. Hadeeuuh, lagi ngasih kode, malah tidur. Waktunya gak tepat banget. Gendong deh ke kamar. Aku gendong dia menuju ke kamar. Huft, akhirnya udah sampe ranjang.

"Hana..hana, kamu gak tau ya. Aku tuh cinta bangeet sama kamu," ucapku sendiri.

"Aku juga kok," jawab Hana.

"Hana ! Kok kamu bangun ?!" kagetku.

"Hihihi, aku baru bangun pas kamu taro aku di ranjang," jawabnya.

"Ih, sengaja yaa biar aku gendong kamu. Ih, kamu modus deeh," ucapku sambil mengelitik dia.

"Ahahaha, enggak kok," katanya sambil membalas kelitikanku.

"Aduuh, ihh gelii," teriaknya.

"Ahahahaha," tawaku karena kegeli-an juga.

"Ahh, stop," desahnya.

Aku langsung terdiam. Dia juga terdiam. Tanpa kusadari, aku berada di atas Hana. Hana berada di bawahku. Aduh posisinya.

"Hei ! Tadi, nada suaraku salah. Bukan gitu maksudnya," katanya.

"Kamu nih kode-in aku yaa. Tapi, aku belum siap ~ " ucapku.

"Belum siap ?! Kamu aja udah nerkam aku begini," katanya.

"Yaudah aku pergi," kataku sambil pindah posisi.

"Yaah, jangan. Eh, maksudnya. Tunggu nanti aja," ucapnya.

"Iyaa… Honeeeeyy…, aku juga cuman bercanda kok," ucapku.

"Yaudah yuk kita tidur," ajakku.

"Yuk," jawabnya.

"Good night Honey," kataku.

"Good night Jae Jae," sahutnya.

-Jeongkok's POV-

Hana gak bisa tidur gak ya ?? Coba cek keluar ah. Akupun berjalan ke arah pintu. Tunggu, ada suara TV sepertinya Hana udah sama Jaeseung. Huh, yah lagi aku ini apa. Masa iya aku ganngu hubungan orang. Mending aku tidur aja deh.

Keesokan harinya,

-Hana's POV-

Yey udah pagi ! Mandi dulu deh. Uuhh segarnya !! Loh, tumben aku bangun kepagian. Keluar kamar deh. Lho ! Ada Tehyong lagi duduk di sofa.

"Pagi oppa," sapaku.

"Pagi Hana," sahutnya sambil bangun dari sofa dan menjauh dariku.

"Oppa, kenapa sih kamu jauhin aku terus ?" tanyaku.

Dia malah mendekatiku. Dia mendorongku ke tembok. Dia menatapku. Aku menatapnya balik.

"Kamu mau tau alasannya kenapa ?" tanyanya.

Aku hanya terdiam.

"Alasannya karena aku sangat menginginkan tubuhmu," katanya sambil memegang daguku.

Dia semakin mendekat ke wajahku dan dia langsung menciumku. Dia menciumku begitu dahsyat. Jujur, Tehyong lebih professional dalam hal ini dibanding Jaeseung. Aku ingin mendorongnya, tapi aku gak berdaya.

Waktu aku ciuman sama Jaeseung, aku merasa nyaman. Kenapa sama Tehyong aku gak nyaman yaa ? Dia semakin melumatkan bibirku. Kapan ini berhenti ?! Tunggu, waktu sama Jaeseung aku ingin ciuman itu tidak berhenti. Kenapa sama Tehyong aku mau cepet2 berhenti ?!

Akhirnya dia mengakhiri ciuman ini. Dia menjauhiku, aku terjatuh ke lantai.

"Ah, maafkan aku. Aku lagi khilaf," katanya.

Aku benar2 gak bisa berkata-kata lagi. Apa aku sudah selingkuh ?! Aku langsung berusaha untuk bangun dan kabur ke kamarku.

-Author Notes-

Khilaf...

Jangan lupa vomment !

Like A Dream [COMPLETED✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang