-Hana's POV-
"Daah Jeongkok, daah Ludes," kataku sambil melambaikan tangan.
Mereka juga melambaikan tangannya lalu pergi ke tujuan masing-masing. Tinggal aku sama Jaeseung. Kami langsung jalan dan check in. Check in Seoul city ~
Dan kami duduk dan menunggu untuk terbaaang ! Koper kami gak terlalu besar jadi bisa taruh di cabin pesawat. Baru duduk, eh dipanggil. Kami masuk deh ke pesawat.
Kami duduk paling pojok yg dekat jendela. Cuman berdua, tiada yg lain. Kami taro koper kami dan duduk.
"Jae, mau permen karet ?" tanyaku.
"Boleh," jawabnya.
Dia mengambil permen karet dari tanganku. Aku biasanya begitu biar gak budeg. Dan pesawat take off. Jaeseung memejamkan matanya. Ganteng bangeeet ! Ebuset, nih orang tiba2 melek.
"Kenapa ? Aku ganteng ? Iya aku udah tau kok," ujarnya sambil ketawa.
"Kamu terlalu ganteng," kataku sambil balik melihat ke jendela karena malu.
"Honey, aku mau nanya sesuatu ke kamu," ucap Jaeseung.
"Nanya apa Jae Jae kuu ?" tanyaku.
"Kamu yakin kan dengan perasaanmu kepadaku ?" tanya Jaeseung balik.
"Apa ?! Tentu saja aku yakin," jawabku.
"Kamu masih punya perasaan kan sama Jeongkok ?" tanya Jaeseung.
Aduuuh, kalo itu sih aku gak tau. Aku ada perasaan ke dia atau gak. Aku benar2 gak tau mau ngejawab apa. Aku kehabisan kata-kata.
Aku langsung saja cium bibirnya. Dia juga terlihat menikmatinya. Aku mengakhiri ciumannya.
"Apa aku terlihat tidak cinta padamu ?" tanyaku.
"Kamu memang yg terbaik," kata Jaeseung.
2 jam kemudian,
-Hana's POV-
Akhirnya kita sampai ! Calon mertua, aku datang !! Airport-nya luas juga yaa.
"Honeey, kita cari taxi yaaa," kata Jaeseung.
"Okaay !" jawabku.
Akhirnya kami dapet taxi argo. Kami langsung taruh koper kami di bagasi dan kami masuk ke dalam taxi. Daegu hampir mirip dengan Seoul. Perjalanannya lumayan jauh sih buat ke rumah orang tua Jaeseung.
Perasaan ini makin jauh dari perkotaan deh. Gunung udah mulai terlihat. Ohh, rumahnya ternyata di daerah pegunungan. Dan akhirnya kami sampai. Temboknya masih memakai batu bata berwarna merah. Rumahnya besar tapi, model rumahnya bisa dibilang cukup kuno.
"Hon, ngapain bengong disitu ? Masuk yuk," ucap Jaeseung.
"Ah, iya," jawabku.
Aku melangkahkan kakiku. Jantungku berdegup semakin kencang. Kami harus melewati bebatuan terlebih dahulu baru sampai pintu. Untung koperku gak gitu gede. Jaeseung memencet bel yang berada ditembok. Dan akhirnya pintu terbuka.
"Siapa ? Jaeseung ?!" kata Ibunya dengan ekspresi kaget.
"Oh, Jaeseung anakku," kat ibunya sambil memeluk Jaeseung erat.
"Kamu makin ganteng aja deh. Eh, siapa gadis cantik ini ?" tanya ibunya sambil melihat kearahku.
"Ah, saya adalah Hana Kimberly, pacar Jaeseung," jawabku sambil membungkuk lalu menjulurkan tanganku untuk bersalaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Like A Dream [COMPLETED✔]
Storie d'amore[COMPLETED] Hana, kelas 1 SMA, sering dibully, gak populer, gak punya temen. Tapi hidupnya berubah semenjak dia jadi trainee dan pindah ke Korea. Bertemu Jaeseung dan BOSS adalah hidup yang baru baginya. Sampai dia sadari kalau "hidupnya" yg selama...
![Like A Dream [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/141111556-64-k639772.jpg)