Chapter 30 : Hide

802 26 0
                                        

Keesokan paginya

-Jaeseung's POV-

Aku bangun dari tidurku yg nyenyak. Kenapa pundakku terasa berat yaa ? Ternyata ada Hana. Hmm, rambutnya wangi, mukanya kecil, badannya kecil, bulu matanya panjang, yang bikin aku salting (salah tingkah) sihh bibir kecilnya yg basah. Aduuhh aku gak tahaan. Hei Jaeseung ! Sadaaarr. Yasudah aku biarinin aja deh.

-Hana's POV-

"Hoaamm" ! Aku bangun.

"Udah bangun ?" tanya Jaeseung.

Waduuh ! Ternyata aku tiduran di pundaknya Jaeseung !

"Aah ! Maaf, aku gak sadar," kataku lalu bangun dari pundaknya.

"Ahaha, masih ada ilernya nihh," kata Jaeseung sambil tertawa dan melihat kearah pundaknya.

"Aahh, maaf," kataku sambil mengelap liur ku.

Aduuh malu bangeeet. Pake iler-an segala !

'Ting tong' bel berbunyi.

"Cepat sembunyi ! Jangan kemana-mana," kata Jaeseung sambil keluar dari kamar.

Aku buru2 sembunyi di bawah ranjang dan menutupi diriku dengan box-box. Itu siapa yaa ? Jangan2 pacarnya lagi ?! Huh emang aku siapa ? Jangan terlalu berharap Hana ! Jaeseung kok lama banget yaa. Aduuh gak tahan nihh. Aku paling gak suka sama tempat gelap dan sempit. Apalagi gak ada udara.

-Jaeseung's POV-

Kubuka pintu dormku. Ternyata si pak manager.

"Heii, kalian sedang apa ?" tanya pak manager.

"Ah, sedang santai2 aja," kataku sambil mempersilahkan masuk.

Aduuh dia bakal lama gak yaa. Cepetan dong pleasee.

"Eh, ada panggilan darurat. Nanti aku balik lagi. Bye~" kata Manager.

"Ok byee~" kataku sambil membuka pintu dorm.

Kututup lagi pintu dormku. Oh iya Hana gimana yaa ? Kubuka pintu kamarku. Hana gak ada ! Kucari dia kemana-mana, gak ketemu !

"Hyungg ~ Liat Hana gak ?" kataku kepanikan.

"Loh, bukannya dia dari kemarin sama kamu. Hari ini aja aku belom liat," jawab Sehuk.

"Adduuhh, dia dimana dongg ?!" aku terlalu panik.

"Hahaha, ayo kejar aku kalo bisa," teriak Tehyong sambil berlari.

"Ihh !" kata Ludes yg berusaha mengejarnya.

"Aduuhh, hyung2 ini masih main kejar2an !" ucap Jeongkok.

Mereka masuk ke kamarku daann,

'BRUAAAKKK' bunyi dari kamarku.

"Ada apa ?" tanyaku sambil berlari menuju kamarku.

"Hehehe, " tawa Tehyong yg sedang terjatuh di lantai.

"Jaeseung ! Ada rambut !" teriak Ludes sambil melihat ke bawah kolong ranjangku.

"Rambut apaan ?!" tanyaku kebingungan.

"Ini ! Coba kau lihat sendiri," katanya sambil menunjuk rambut  yg terurai.

Bener ada rambut ! Tu..tunggu sebentar. Aku menyingkirkan box-box itu.

"Hana !" teriakku kegirangan sambil menarik tangan Hana agar dia keluar dari situ.

"Oh ya ampun, dia tertidur. Maafkan aku Hana," bisikku sambil mengelus-elus rambutnya.

Aku menggendongnya dan menaruhnya diranjangku. Kami semua hanya duduk di ranjang sambil melihat Hana yg sedang tertidur.

-Tehyong's POV-

Ya kuakui selera Jaeseung bagus dalam hal perempuan. Dia memilih perempuan yg pas yaitu Hana. Dia manissss sekalii. Kami semua hanya melihat kearahnya. Sepertinya semuanya juga sependapat denganku. Ya aku juga sedikit iri. Hana sepertinya suka sama Jaeseung, tapi Jaeseungnya masih labil. Kalo dia kelamaan, mending aku rebut aja deh.

Sudah hampir 5 menit kami menunggu Hana terbangun. Akhirnya dia gerak.

"Hmmm," Hana terbangun dari tidurnya.

"Good morning sleeping beauty," kataku.

"Good morning," jawab Hana.

"Ihh, jangan panggil aku sleeping beauty !" katanya.

"Kenapa ?" tanyaku.

"Aku kan bukan dia," jawabnya.

"Kalo gitu kami mesti manggil kamu apa ?" tanya Jaeseung.

"Ummm, terserah sih. Heheheh," katanya sambil tertawa.

"Yaudah, kita panggil nama kamu aja dehh," kata Jaeseung.

"Umm, aku sebaiknya pulang deh ke dorm aku," kata Hana.

"Yaaahh, kenapaa ??" tanya Ludes.

"Aku udah ngerepotin dan ngeribetin kalian. Aku juga ganggu waktu kalian," kata Hana dengan rasa bersalah.

"Gak papa kok," kata Sehuk.

"Justru kamu mengisi waktu luang kami dan menghibur kami," kata Jaeseung.

"Iya, kamu bantu aku belajar untuk mencintai," kata Jeongkok.

"Arghh ! Gombal mulu !" kataku sambil mengacak-acak rambut Jeongkok.

Kadang aku berpikir, apakah Hana akan termakan dengan gombalan Jeongkok ? Apakah dia akan pindah ke lain hati. Apakah Jaeseung benar2 mencintai Hana ? Sangaat banyak pertanyaan2 yg ingin kutanyakan tapi, belum tepat waktunya.

"Yasudah kalau itu kehendakmu. Kita gak bisa maksa," kataku.

"Yasudah aku pergi dulu yaa. Kukembalikan besok ya Jaeseung oppa~ Dah dah semuanyaa~" kata Hana sambil keluar dari dorm.

"Daah," jawab kami.

Entah kenapa kami semua saling bertatapan.

Like A Dream [COMPLETED✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang