-Hana's POV-
Aku pulang ke rumahku. Aku langsung masuk ke kamarku. Aku langsung ganti baju. Aku melihat luka2-ku dikaca. Aku oleskan lagi dengan obat. Aku tipe orang yg tertutup. Aku tidak pernah menceritakan kejadian apapun di sekolah kepada keluargaku. Bahkan dari kecil aku selalu menangis sendirian.
"Hanaaaa !! Cepat turun ! Kakakmu datang !" teriak mamiku.
"Ah iya sebentar," sahutku sambil memakai baju dengan cepat.
Aku turun ke bawah untuk menyambut kakakku.
"Hai, Kak Kenneth ! Udah lama gak ketemu. Gimana kuliahnya udah semester berapa yaa ? Aku lupa hehehe" kataku sambil tersenyum palsu.
Aku selalu menyembunyikan perasaanku. Aku pura2 terlihat bahagia padahal aku semestinya merintih kesakitan.
"Baru semester 3. Kamu tambah gede yaa," jawab Kak Kenneth.
Adikku, Haney yg baru berusia 7 tahun, memeluk Kak Kenneth dengan erat.
"Ahaha, udah cukup Haney," kata Kak Ken yg sepertinya sesak nafas.
"Aku naik dulu ya," kataku.
"Hufftt,"aku menghela nafas saat masuk ke kamarku.
Aku kembali tiduran di ranjangku sambil tutupan selimut. Aku bangun lagi dan mengambil laptopku. Aku menonton drama korea.
"Kita harus membalikkan sejarah ! Perempuan yg akan menembak laki-laki ! Cepetan kamu tembak dia ! Nanti diambil orang lohh," kata aktris di drama tersebut.
Kenapa aku jadi kepikiran Johnny yaa ?? Aahh lupakan !
'Tok tok'
Ada seseorang yg mengetuk pintu kamarku.
"Masuk," sahutku.
'Kriek'
Ternyata Kak Kenneth yg mengetuk pintu.
"Oh Kak Ken, kenapa kak ?" tanyaku.
"Gak kenapa-napa. Han, kamu tau gak kalo kakak itu bisa baca pikiran orang dan ekspresi wajah orang," katanya mencurigakan.
Oh tidakk !! Apa dia sengaja ?!
"Cerita ya kalo ada masalah apa-apa," kata Kak Ken mencurigakan.
"Iya," jawabku.
"Mana mungkin kamu akan cerita ! Selama bertahun-tahun ya diem aja terus. Gimana gak dibully !" Ujarnya dengan nada yg tinggi.
"Umm. Ehe. Maap kak," kataku sambil tersenyum.
"Gimana masih sakit ? Sini, coba kak ken lihat !" katanya.
Aku memperlihatkan semua luka-ku.
"Aisshh, sakit gak ?" tanyanya.
"Sedikit," jawabku.
"Sini yuk ke halaman !" Ajak kak ken.
"Okay," jawabku sambil keluar dari kamarku.
"Ngapain kita di halaman ?" tanyaku bingung.
"Kakak mau ajarin kamu bela diri !" Jawabnya senang.
"Pokoknya kalo kamu dibully jangan diem aja. Kalo yg nge-bully orangnya dikit, kamu bisa lawan mereka. Kalo orangnya banyak, kamu mending lindungi dirimu dulu dan berusaha kabur dari tempat itu. Cara lawannya, pertama kamu hindarin dulu alat yg dia gunakan jadi senjata buat nyakitin kamu. Kalo dia pake benda, usahakan supaya benda itu jauh dari dia. Kalo dia pake tangan, tahan tangannya pake tangan kamu yg sebelah kiri. Yg kanannya buat nonjok. Kedua, kamu harus cari titik lemah lawannya. Cara carinya gampang. Dia pasti bakal ngelindungin terus. Kamu jangan lawan terus, kalo dia mulai melemah sebaiknya kamu kabur." katanya panjang lebar. Dia pun mengajariku gerakan2nya.
-Author Notes-
Jamgan lupa di vote yaa
KAMU SEDANG MEMBACA
Like A Dream [COMPLETED✔]
Romansa[COMPLETED] Hana, kelas 1 SMA, sering dibully, gak populer, gak punya temen. Tapi hidupnya berubah semenjak dia jadi trainee dan pindah ke Korea. Bertemu Jaeseung dan BOSS adalah hidup yang baru baginya. Sampai dia sadari kalau "hidupnya" yg selama...
![Like A Dream [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/141111556-64-k639772.jpg)