-Hana's POV-
"Aku satu," kataku.
"Aku satu," kata Jeongkok.
"Aku tiga," kata Jaeseung.
"Aku dua," kata Sehuk .
"Aku tiga," kata Tehyong.
"Aku dua," kata Ludes.
"Waahh, berarti kita jodoh ya Hana," kata Jeongkok.
"Ihh, Jeongkok ! Jangan digitu-in dong Hana-nya. Nanti dia ilfeel lohh," kata Sehuk.
"Ihh becanda doang sihh," kata Jeongkok.
Yap itu sudah pasti bercanda. Tapi Hana, kamu mesti think positive ! Kamu berharap aja Hana. Tapi gak usah maksa. Percaya kalo kamu akan mendapat jodoh yg terbaik dari yg diatas.
"Karena ini masih siang, kita mau ngapain ??" tanya Tehyong.
"Oh kita main cari bendera yuukk !" ajak Jaeseung.
"Ah, aku sama Ludes yg umpetin benderanya yaa," kata Sehuk.
"Kalian semua di kamar dulu. Jangan ngintip," kata Ludes.
Sehuk dan Ludes keluar dari rumah. Cuacanya sudah cerah.
"Yok kita naik," ajak Jeongkok.
Kami naik dan kami berempat masuk di satu kamar.
"Waahh, ini kamar Jaeseung oppa ?" tanyaku.
"Iyaa," jawabnya.
"Ihh lucu bangeet," kataku sambil melihat foto masa kecil Jaeseung.
"Ah, itu foto aib kuu," katanya.
"Gak kok, imut," kataku sambil tersenyum kearahnya.
"IYA ! Kita jadi nyamuk disini, ya gak Jeongkok ?" kata Tehyong.
Jeongkok hanya mengangguk.
"Hehe, maaf deeh," tawaku.
"Kalian nih iri doang," kata Jaeseung.
Mereka berdua hanya terdiam.
"Hana ! Tau gak kenapa bapak kamu kasih nama kamu Hana ?" tanya Jeongkok yg sedang memulai gombalan.
"Gak," jawabku seperti biasa orang2 lakukan.
"Karena kamu nomor satu dihatiku. Eaaaa" jawab Jeongkok.
*hana = satu (bahasa korea)
"Hana ! Tau gak kenapa aku suka kamu ?" tanya Jaeseung yg tak mau kalah dari Jeongkok.
"Gak," jawabku seperti tadi.
"Karena Hana kamu dihatiku," kata Jaeseung.
*karena hanya kamu dihatiku.
"Hana ! Tau gak kenapa kita berbeda ?" tanya Tehyong.
"Gak," jawaban yg sama seperti tadi.
"Karena berbeda itu indaah," jawab Tehyong.
"Gak nyambung," tawa Jaeseung.
"Hey ho ! Kami sudah mengumpatkan benderanya di hutan. Benderanya warna kuning yaa. Ada 5 bendera. Yg dapet paling banyak menang," kata Ludes sambil membuka pintu kamar Jaeseung.
"Waktu kalian cuman 1 jam," kata Sehuk sambil menutup pintu.
"Team sama seperti undian tadi. Lawan tidak boleh merebut bendera lawan," kata Ludes.
"Kalian boleh pake alat transportasi," kata Sehuk.
"Baik. Permainannya mulai dari…. Sekarang !" teriak Ludes.
Kami berempat buru2 keluar dari kamar dan turun ke bawah. Kami langsung keluar dari rumah.
"Jeongkok ! Mau naik apa ?" tanyaku.
"Naik motor balap itu aja," kata Jeongkok sambil menunjuk ke arah motor balap itu.
"Ok," kataku sambil berlari menuju motor itu.
Kamipun menaikinya dan Jeongkok cepat2 menyalakan mesinnya. Dia menjalankan motornya.
-Jaeseung's POV-
Kami langsung naik sepeda yg ada boncengannya. Aku mengayuhnya dan Tehyong hanya duduk. Aku mengayuhnya ke arah hutan. Hana dan Jeongkok pake motor ! Mereka jadi sampe duluan ! Akhirnya sampe di hutan. Karena jalanan hutan sempit dan banyak kayu, aku langsung turun dari sepeda dan berlari.
Hana dan Jeongkok juga berlari. Aduuhh benederanya mana sih ?!
-Jeongkok's POV-
"Hanaaa ! Ketemu satu !" teriakku sambil mengambil bendera yg berada di batang pohon.
"Waah bagus. Ayo cari lagi," kata Hana.
Mana yaa. Susah banget sihh. Capek nihh.
"Jeongkok ! Diatas pohon ! Bantuin aku !" teriak Hana sambil berusaha memanjat pohon.
"Siap !" jawabku sambil berlari ke arahnya.
Aku mengangkatnya agar dia dapat meraih benderanya.
"Aissh. Gak nyampe," kata Hana sambil turun dari pohon.
Aku melepasnya. Dia mencoba untuk memanjat sendiri, dan berhasil. Dia sudah dapat benderanya.
"Umm Jeongkok. Aku gak bisa turun. Hehehe. Bantuin aku ya," kata Hana.
"Okay, kiri..kiri, iya. Sekarang kanan..kanan. Hati-hati," kataku sambil memandu Hana untuk turun dari pohon.
"AAAAHH !" teriak Hana karena tergelincir.
"Aku dapaat !" kataku sambil menjulurkan kedua tanganku agar Hana dapat tertangkap.
Hana jatuh di kedua tanganku. Untung dia selamat. Dia juga membawa benderanya. Aku melepaskan kedua tanganku.
"Hup, makasih bangeet Jeongkok ! Aku gak tau lagi deh kalo gak ada kamu," kata Hana.
"Ahaha. Sama2," kataku.
Kami berdua saling bertatapan. Suasananya menjadi sunyi. Aku memalingkan pandanganku.
"Ayo kita harus cepat !" ajakku.
Kami berdua segera berlari.
-Tehyong's POV-
"Jaeseung ! Aku dapet benderanya !" teriakku sambil mengambil bendera yg berada di tanah.
"Wah ayo ! Kita baru satu," kata Jaeseung sambil berlari.
"Ayo !" kataku sambil mengejar dia.
"Hyung ! Itu bendera bukan ?" tanya Jaeseung sambil menunjuk semak2 yg bergoyang.
Kami mendekat. Mendekat daaann,
'Miiawww'
Ternyata seekor kucing.
"Aduuhh, bikin kaget aja," kataku.
"Eh tapi, ini benderanya," kata Jaeseung sambil mengambil bendera.
"Yey ! Ayo kita baru dua," kataku.
"Ayo !" kata Jaeseung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Like A Dream [COMPLETED✔]
Romance[COMPLETED] Hana, kelas 1 SMA, sering dibully, gak populer, gak punya temen. Tapi hidupnya berubah semenjak dia jadi trainee dan pindah ke Korea. Bertemu Jaeseung dan BOSS adalah hidup yang baru baginya. Sampai dia sadari kalau "hidupnya" yg selama...
![Like A Dream [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/141111556-64-k639772.jpg)