-Hana's POV-
"Jae jae, aku gak berani keluar," kataku sambil memeluknya.
"Udah tenang aja. Lagian kan dia udah minta maaf. Aku tau suasananya bakal canggung dan kamu gak berani natap dia. Tapi, kalo kamu biasa aja, semuanya bakal seperti semula," ucapnya.
"Baiklah, ayo kita keluar !" seruku dengan tatapan membara.
"Ayo !" sahutnya.
Kamipun keluar dari kamar. Semuanya terlihat sudah rapih dan duduk di meja makan. Sepertinya, Tehyong tidak menceritakan pada member lain. Aku harus buka suasana.
"Pagi semuanya !!" seruku.
"Pagi Hana," sahut mereka.
"Wuih, pagi2 udah mesra ajaa," kata Ludes.
"Iya dong. Kita kan couple goals. Ya gak Honey ?" ucap Jaeseung.
"Cie.. punya nama kesayangan lagi. Honey !!" kata Sehuk.
"Iya Jae jae ku~" jawabku.
"Pft.. Jae jae.." tawa Jeongkok.
"Sirik aja lu" kata Jaeseung.
Jeongkok hanya terdiam.
"Kita sarapan apa ?" tanyaku.
"Waffle aja yaa," kata Sehuk.
"Wah, siapa yg masak ?" tanyaku.
"Jeongkok tuh," jawab Ludes.
Kamipun makan wafflenya. Aku pakai topping coklat. Enaak. Akhirnya kenyang deeh.
"Kita mau kemana hari ini ?" tanya Jaeseung.
"Kita mau ke…ke….gak tau," kata Ludes.
"Yaaah," keluh kami semua.
"Yaudah, aku sama Hana first date dulu yaak," kata Jaeseung.
"Cieee… couple baru nih yeee," ujar Sehuk.
"Udah yuk Hon," ajak Jaeseung sambil merangkul pundakku.
"A..ah..iya," jawabku sambil ikut berjalan ke arah pintu.
"Byee semuanyaaa ~" ucapku sambil berbalik menghadap mereka.
"Byeee ~" sahut mereka sambil melambaikan tangan.
Kamipun membuka pintunya. Sebelum menginjakkan kakiku keluar dari dorm, kulihat wajah Tehyong. Dia melihat kearahku. Aku hanya memberinya senyuman. Lalu dia membalas senyumanku. Pintu dormpun tertutup.
Kami langsung pencet tombol lift. Cuman sedetik, pintu lift terbuka. Tidak ada orang di dalam lift tersebut. Kami langsung masuk. Yg kubingung adalah, si Jaeseung gak pake masker. Tumben bangeet. Biasanya dia gak mau ketahuan.
Waah, pintu liftnya udah terbuka di lobby. Kami langsung turun dari lift itu. Hmm, biasanya terbukanya di basement.
"Honey, hari ini kita boleh gak jalan aja ?" tanya Jaeseung.
"Tentu saja boleh ! Lagian kita belum pernah jalan bareng gini. Biar suasananya romantis gituu," ucapku.
"Yuk, kita jalan," kata Jaeseung sambil mengenggam tanganku dan berjalan.
"Tunggu, Jae Jae kenapa gak pake masker ?" tanyaku sambi berhenti berjalan.
"Biar kamu bisa melihat wajah tampanku setiap waktu," jawab Jaeseung.
OMGG !!! AKU BENAR2 INGIN MELEDAAK !!
"Yuk kita pergi," ajak Jaeseung.
Kamipun berjalan keluar dari gedung FAST. Aku gak tau sih mau kemana. Yang pasti, Jaeseung berada di sampingku.
"Hon, kita ngopi yuuk," ajak Jaeseung sambil menunjuk sebuah kafe yg berada di pinggir jalan.
"Ayuuk," sahutku.
Kami menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki. Kami masih berdiri di trotoar. Banyak orang yg berada di trotoar. Jaeseung menurunkan topinya. Mungkin itu agar menutupi wajahnya.
Dia selalu mengenggam tanganku. Tangannya sungguh besar. Halah, nge-lamunin apa kamu Hana ?! Akhirnya lampunya hijau. Kami langsung menyebrang di zebra cross. Kami langsung berjalan menuju kafe kopi yg terlihat mewah itu.
Jaeseung langsung membukakan pintu untukku, layaknya aku adalah seorang putri. Kami langsung menuju ke kasir. Antriannya tidak begitu panjang. Kulihat menu yg berada di dinding. Aku gak terlalu suka kopi yg pahit, jadi kupesan yg manis aja deh. Saatnya giliran kami !
"Halo ! Mau pesan apa ?" tanya pelayan perempuan itu ramah.
"Aku mau pesan Cappucino daan….," ucap Jaeseung ke pelayannya.
"Honey, kamu mau pesan apa ?" bisiknya ke telingaku.
"Akuu…Caramel Latte," jawabku sambil berbisik.
"Sama Caramel Latte," kata Jaeseung ke pelayannya.
"Baik ! Ada lagi ?" tanya pelayannya.
"Tidak," jawab Jaeseung.
"Ukurannya apa ?" tanya pelayannya.
"Small," jawab Jaeseung.
"Baiklah, totalnya 18.500 won," kata pelayannya.
Ebuseet, 18.500 won ?! Di Cloudbucks aja kagak nyampe. Paling 10 won. Emang sih, kelihatannya ini kafe khusus orang kaya gituu. Bukan khusus sihh, tapi buat orang kaya. Emang, daerah Gangnam terkenal buat anak2 muda dan orang2 kaya. Beruntung gedung FAST berada di daerah gangnam.
Jaeseung mengeluarkan duit pas dari dompetnya. Lalu dia memberikannya ke pelayan itu.
"Silahkan ditunggu pesanannya," kata pelayan itu.
Kamipun pergi menuju meja yg hanya ada 2 kursi. Kami langsung duduk. Tiba2 pelayan laki-laki datang dan membawa nampan yg berisi pesanan kopi kami.
"Silahkan, Cappucino-nya dan Caramel Latte-nya," katanya sambil menaruh kopi kami di meja.
"Terima kasih," ucapku.
Pelayan itu hanya memberi senyuman lalu pergi. Jaeseung langsung membuka bungkus sedotan dan menusuknya di gelas kopi-nya. Dia langsung menyedot kopi-nya.
"Wah, yg ini enak. Cobain deh," katanya sambil menawarkanku kopi.
Aku langsung mengambil kopinya dan meminumnya. Wah, benar ! Ini enaak. Emang ya, kalo harganya beda, pasti rasanya juga beda. Tunggu, ini ciuman tidak langsung ?! Kyaaaa !! Apakah Jaeseung tidak sadar ??
"Iyap, ini ciuman tidak langsung," ucap Jaeseung.
"Hah ?! Kau bisa membaca pikiranku yaa ?!" tanyaku.
"Semuanya terlihat jelas dari wajahmu," kata Jaeseung sambil tertawa kecil.
Aku langsung mengembalikan kopi-nya dan meminum kopi milikku. Rasanya enaaak dan manisshh. Jaeseung melihat kearahku.
"Mau ?" tawarku.
Dia hanya mengangguk lalu mengambil kopiku dari tanganku. Dia menyedot-nya.
"Enaaak !" katanya sambil tersenyum.
HUWWAAA !! SENYUMAN ITUU !! MANISS BANGEET. LEBIH MANIS DARI APAPUN !!
"Lebih manis aku yaa daripada kopi ini ?" tanyanya.
"Aishh, kamu ini kayak kakak laki2 ku yaa. Bisa baca pikiran," ucapku.
"Berarti kita jodoh," kata Jaeseung.
"Amin," jawabku.
-Author Notes-
Ad yg kangen sama aq ?? Jan lupa vomment. Yg 17+, boleh dong mampir baca 'Cinta Putih Biru' jgn lupa baca, vote, komen. Maksehh
KAMU SEDANG MEMBACA
Like A Dream [COMPLETED✔]
Romantik[COMPLETED] Hana, kelas 1 SMA, sering dibully, gak populer, gak punya temen. Tapi hidupnya berubah semenjak dia jadi trainee dan pindah ke Korea. Bertemu Jaeseung dan BOSS adalah hidup yang baru baginya. Sampai dia sadari kalau "hidupnya" yg selama...
![Like A Dream [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/141111556-64-k639772.jpg)