Bab 19. Shuikan

1.5K 231 70
                                        


Perjalanan dari Umarish menuju Shamasinai membutuhkan waktu sekitar tiga per empat hari. Itu bila dilakukan dengan santai. Namun berkuda cepat sekalipun, tidak membuat waktu tempuhnya berkurang banyak. Setengah hari adalah waktu paling cepat untuk sampai ke sana.

Berhubung Shui membawa sedikit rombongan yang lebih besar ke sana, sekaligus dengan gerobak-gerobak berisi beberapa barang, alhasil perjalanan menjadi terlalu lambat. Mereka bahkan terpaksa bermalam di Namashi, kemudian pagi harinya melanjutkan perjalanan ke Shamasinai. Perbukitan yang berkelok-kelok, dengan jalur sempit yang menyusahkan untuk dilalui, perjalanan mereka sedikit kurang menyenangkan. Beruntung mereka tidak bertemu binatang buas.

Sambil memperhatikan pemandangan di sekitarnya, Shui mengendalikan kudanya dengan santai. Lelaki itu mengenakan setelan berwarna biru dengan luaran panjang berwarna senada yang dibordir keperakan. Jika biasanya dia mengenakan jubah gelap, kali ini Shui memakai jubah putih keabuan. Ekspresinya terlihat bagus, meski sudut-sudut matanya mewaspadai jalur yang sedang mereka lewati.

Pohon-pohon besar tumbuh di sisi kiri-kanan jalan. Meski daun-daunnya banyak yang meranggas dan sebagian besar hampir mati karena kekeringan, tetapi pohon-pohon tersebut memiliki batang selebar satu orang dewasa. Siapa pun yang pintar mengendap-endap bisa bersembunyi di sana, apalagi jarak antar satu pohon dengan pohon lain tidak jauh. Sisi kiri jalan merupakan lereng curam yang mengarah langsung ke anak sungai. Sedikit berbeda dengan pohon di sisi kanan jalan, pepohonan di sisi kiri jalan terlihat lebih hidup dengan dedaunan yang masih hijau.

"Akses jalan ke Shamasinai cukup menyulitkan," komentar Shui. "Jika mereka membutuhkan sesuatu, tentu bantuan akan terlambat datang."


(10 Maret 2018)

-------------------

Hal yang paling saya sukai ketika bercerita dalam sudut pandang Shui adalah saya bisa memberikan gambaran mengenai keadaan Shenouka serta hubungan di sekitar kekaisaran pada kalian. Bagian seperti ini, tidak mungkin saya ceritakan melalui sudut pandang Sheya yang terbatas.

Untuk permintaan maaf karena nggak bisa update beberapa minggu lalu, saya membuat part ini lebih panjang, sekitar 2600 kata. Bukan maksudnya dipanjang-panjangin ya, tetapi di bagian ini memang banyak penjelasan yang ingin saya sampaikan mengenai keadaan Shenouka, supaya nanti kalian lebih bisa memahami konflik yang akan terjadi.

Semoga kerinduan kalian pada Shui dan Sheya sedikit terbayar dengan part ini!

Saya masih mempertimbangkan, apakah part depan masih dalam sudut pandang Shui atau Sheya. Harusnya Sheya ya, tetapi.... untuk bagian selanjutnya kok lebih bikin deg2 ser kalau dari sudut pandang Shui ya. Wkwkwk....

Jika kalian suka dengan cerita ini, dukung dengan menambahkannya di perpustakaan kalian, dan jangan lupa di-vote serta dikomentari ya....

Saya juga berterima kasih untuk para pembaca yang selama ini memberikan vote dan komentarnya pada The Conquered Throne, kehadiran kalian di cerita ini membuat saya merasa cerita ini diapresiasi serta diperhatikan. Terima kasih banyak :):)

Sampai jumpa di part selanjutnya~


Update (Sabtu, 5 April 2025)

Mulai bulan ini saya akan pindah lapak, begitu juga dengan cerita-cerita saya. Sengaja saya sisakan sebagian cerita untuk menunjukkan kapan cerita saya pertama kali ditulis di sini. Terima kasih~~

The Conquered ThroneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang