"Ramma yang membunuh selir Alishea."
Pernyataan Permaisuri membuatku terpaku. Perdana Menteri... yang sudah membunuh selir Alishea? Tapi..., bukankah sang selir meninggal karena sakit?
"Ba—Bagaimana bisa?" Aku tergagap mendengarnya.
Senyum Permaisuri semakin bertambah sendu. "Bukan hal yang sulit untuk menyamarkan pembunuhan seseorang di sini, terutama bila kau memiliki kesabaran berlebih."
Apa maksud beliau, Perdana Menteri membunuh ibunda Tuan Shui secara perlahan-lahan? Tanganku gemetaran di bawah meja. Ini... Ini bukan sesuatu yang ingin kudengar, tetapi permaisuri menginginkanku mendengarnya.
"Setelah selir Alishea melahirkan Shuiren, Ramma meminta tabib Istana untuk mencampur obat-obatan selir Alishea dengan tanaman beracun. Secara perlahan-lahan, kondisi selir Alishea pun memburuk, hingga pada akhirnya beliau meninggal ketika Shuiren belum genap setahun."
(24 Oktober 2018)
--------------------------------
Note:
Sebenarnya saya ingin menggabungkan ini dan bab sebelumnya menjadi satu. Namun mengingat total seluruh katanya mencapai 4000 kata, lebih baik dipecah jadi dua dah. :'D
Nah..., bagaimana pendapat kalian mengenai Permaisuri Meiyari?
Jahat ataukah baik? Atau masih meraba-raba gimana karakternya?
Bab selanjutnya semoga bisa diunggah sabtu malam~~
Jangan lupa vote dan komentarnya ya :D:D
Selamat malam, selamat beristirahat :*
Update (Sabtu, 5 April 2025)
Mulai bulan ini saya akan pindah lapak, begitu juga dengan cerita-cerita saya. Sengaja saya sisakan sebagian cerita untuk menunjukkan kapan cerita saya pertama kali ditulis di sini. Terima kasih~~
KAMU SEDANG MEMBACA
The Conquered Throne
FantasíaSeorang Jenderal Kekaisaran menikahi gadis desa yang tinggal di perbatasan. Tidak ada senyum, tidak ada kebahagiaan, dan hanya ada rasa sakit. Mampukah keduanya bertahan dalam pernikahan tersebut? Atau... Bisakah mereka menyelami perasaan masing-mas...
