"Shonja..., Tuan Kokhan menyampaikan bahwa keluarga Nona Sheya telah tiba di gerbang ibu kota bersama Tuan Junuran." Suara Mahanan terdengar dari luar kamar Shui.
Di dalam kamar, Shui tak langsung menjawab Mahanan. Air mukanya terlihat muram dan tidak bersemangat. Lelaki itu diam cukup lama sembari menatap langit-langit kamarnya. Ia terbangun setelah mendengar ketukan pintu Mahanan, tetapi enggan membiarkan kepala rumah tangganya memasuki kamar.
"Akhirnya mereka datang juga," komentar Efrani yang berbaring di sisinya. Ketika tatapan mereka bertemu, wanita itu berujar, "Anda terlihat tidak senang."
Ia memang tidak senang dengan perjodohan ini. Shui mengalihkan tatapannya, kemudian beranjak dari tempat tidur.
"Bawakan seragamku, Mahanan. Aku akan bersiap menyambut mereka," Shui memungut salah satu luarannya yang terserak di lantai dan mengenakannya untuk menutupi tubuhnya yang polos. "Juga beritahu Hessa mengenai kedatangan keluarganya."
"Baik, Shonja," Mahanan menjawab dari luar kamar. "Saya akan meminta pelayan untuk segera menyiapkan air mandi dan seragam Tuan." Setelah berkata seperti itu, Mahanan pun pergi dari depan kamar Shui.
(4 Nopember 2018)
Update (Sabtu, 5 April 2025)
Mulai bulan ini saya akan pindah lapak, begitu juga dengan cerita-cerita saya. Sengaja saya sisakan sebagian cerita untuk menunjukkan kapan cerita saya pertama kali ditulis di sini. Terima kasih~~
KAMU SEDANG MEMBACA
The Conquered Throne
FantasySeorang Jenderal Kekaisaran menikahi gadis desa yang tinggal di perbatasan. Tidak ada senyum, tidak ada kebahagiaan, dan hanya ada rasa sakit. Mampukah keduanya bertahan dalam pernikahan tersebut? Atau... Bisakah mereka menyelami perasaan masing-mas...
