Tuan Shui pergi bersama rombongannya, meninggalkan rasa terima kasih serta syukur yang tidak ada habisnya di hati kami. Beliau benar-benar orang yang sangat baik dan peduli pada nasib orang lain. Aku heran, mengapa bukan beliau yang menjadi Kaisar Shenouka. Harusnya Kaisar Riyushi mengangkat beliau sebagai Putra Mahkota, bukannya Kaisar Rheiraka. Namun saat aku menanyakan hal itu pada Jun, ekspresi wajahnya berubah muram dan dia menegurku untuk tidak mengatakan hal seperti itu pada siapa pun
"Seumur hidup, Shonja selalu diincar para pembunuh karena masalah tersebut," Jun menjelaskan ketika aku mengerutkan dahi mendengar larangannya. "Orang-orang pun memikirkan hal yang sama sepertimu, kenapa bukan Shonja? Kenapa justru Kaisar Rheiraka yang diangkat? Semua orang pun masih tanda tanya dengan keputusan Kaisar Riyushi. Namun, dari pemahamanku, bila Shonja yang diangkat sebagai Kaisar, akan ada pertumpahan darah yang lebih mengerikan dari pada saat ini. Kekaisaran akan terpecah-belah dan kematian ada di mana-mana."
Akan ada perang saudara bila Tuan Shui yang diangkat sebagai Kaisar. Itu yang coba dikatakan Jun. Dengan kata lain orang-orang golongan atas tidak menyukai Tuan Shui.
"Orang baik memang cobaannya selalu besar, ya," timpalku.
Jun hanya tersenyum, lalu kembali menyirami tanaman di kebun bersamaku. Topik pembicaraan pun berubah menjadi hal-hal ringan, seperti Hessa yang mulai berguru ilmu pengobatan pada Iksook Inarha, Erau yang tertarik untuk melihat latihan para prajurit, atau nasib baik tetangga sebelah yang anaknya dipinang oleh salah satu anak buah Jun.
"Kelihatannya kalian akan terjebak selamanya di Shamasinai," aku tertawa mendengar ceritanya mengenai beberapa anak buahnya yang sedang kasmaran.
"Kami tidak keberatan," Jun tersenyum lebar. "Terutama karena terkena jebakan manis seperti kalian."
(5 Mei 2018)
--------------------------------
Bagian ini memang pendek, kok. Bukan karena sengaja dipendekkan.
Kenapa?
Karena bab selanjutnya. Ngahahah... *dilempar mendoan*
Akhirnya saya bisa menghela napas lega, karena konfliknya mulai pindah, tidak lagi di Shamasinai. Tapi saya sadar, perpindahan masalah ini akan memunculkan masalah baru yang kemungkinan lebih berat lagi untuk dipikirkan. Saya harap kalian suka bab ini.
Mohon dukungannya dengan memberikan vote, komentar, ataupun kritik-saran. Itu akan sangat membantu saya dalam melihat kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki. Kelemahan yang sederhana, tentu bisa diperbaiki segera, tetapi bila kelemahannya cukup serius, nah... itu harus ditunda dulu sampai seluruh cerita selesai.
Wakakak... minta krisar malah celoteh ke mana-mana. Tapi itu hanya sedikit gambaran yang ingin saya berikan sih, supaya kalian tahu, apa yang saya lakukan dengan kritik atau saran yang kalian berikan pada saya :D
Akhir kata, selamat berlibur dan silakan menduga apa yang akan terjadi selanjutnya :*
Update (Sabtu, 5 April 2025)
Mulai bulan ini saya akan pindah lapak, begitu juga dengan cerita-cerita saya. Sengaja saya sisakan sebagian cerita untuk menunjukkan kapan cerita saya pertama kali ditulis di sini. Terima kasih~~
KAMU SEDANG MEMBACA
The Conquered Throne
FantasíaSeorang Jenderal Kekaisaran menikahi gadis desa yang tinggal di perbatasan. Tidak ada senyum, tidak ada kebahagiaan, dan hanya ada rasa sakit. Mampukah keduanya bertahan dalam pernikahan tersebut? Atau... Bisakah mereka menyelami perasaan masing-mas...
