Pesta pernikahan diadakan di kediaman Tuan Shui. Sepanjang perjalanan pulang dari Imizdha, kami tidak bertukar kata satu patah pun. Kami hanya diam di dalam kereta kuda, seolah sedang merenungi nasib. Sesampainya di depan gerbang rumah, Tuan Shui membantuku turun dari kereta kuda. Dia memperlihatkan sikap hangat dan penuh penghargaan padaku, tetapi tatapannya tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Ada semacam keengganan yang bercampur ksedihan di dalam sana.
Kami berganti pakaian di ruangan terpisah. Ketika keluar dari kamar ganti, aku terpaku melihat beliau berdiri di depanku. Yang lebih mengejutkan, beliau mengenakan setelan yang kubuat, sebuah luaran biru gelap bermotif tanduk rusa berwarna putih.
"Itu....," Aku termangu sesaat, sebelum menatap beliau dengan penuh tanda tanya. "Kenapa Tuan memakainya?"
Tuan Shui tersenyum mendengar pertanyaanku. "Apa salah aku mengenakannya?"
"Pakaian itu tidak sesuai untuk acara pesta nanti." Luaran yang kubuat terlalu sederhana untuk sebuah pesta. Bisa-bisa, Tuan Shui akan dicemooh oleh orang-orang.
"Ini memang tidak sesuai, tetapi pakaian ini sudah lebih dari cukup untuk memperlihatkan seperti apa perasaanku padamu," jawabnya.
(9 Desember 2018)
------------------------------
Note:
Maafkan saya kalau belum bisa membalas komentar kawan-kawan sekalian satu per satu. Semoga sedikit lega dengan dua chapter baru ini. Insya Allah, tahun depan bisa update rutin lagi.
Jangan lupa vote dan komennya, yaa....
Sampai jumpa di chapter berikutnya :D:D
Update (Sabtu, 5 April 2025)
Mulai bulan ini saya akan pindah lapak, begitu juga dengan cerita-cerita saya. Sengaja saya sisakan sebagian cerita untuk menunjukkan kapan cerita saya pertama kali ditulis di sini. Terima kasih~~
KAMU SEDANG MEMBACA
The Conquered Throne
FantasíaSeorang Jenderal Kekaisaran menikahi gadis desa yang tinggal di perbatasan. Tidak ada senyum, tidak ada kebahagiaan, dan hanya ada rasa sakit. Mampukah keduanya bertahan dalam pernikahan tersebut? Atau... Bisakah mereka menyelami perasaan masing-mas...
