Bab 52. Narashima : Langkah Para Pesuruh

1K 156 40
                                        

Tidak mungkin seorang perempuan menjadi penguasa kekaisaran ini, terlebih perempuan itu hanyalah menantu Kaisar sebelumnya—yang tidak memiliki ikatan darah secara langsung dengan penguasa Shenouka.

Narashima sangat memahami tradisi tersebut lebih dari siapa pun di Shenouka ini. Dari awal berdirinya kekaisaran, hanya laki-lakilah pemegang kekuasaan terbesar di tempat ini. Perempuan cuma memegang sedikit kekuasaan di Istana Keputrian, itu pun harus dibagi lagi dengan banyaknya wanita yang masuk ke sana. Karenanya, tidak mengherankan para selir sering berebut kekuasaan dengan Permaisuri, salah satunya dengan berlomba-lomba menjadi yang paling dikasihi oleh sang Kaisar. Tapi, bukan berarti sedikitnya kekuasaan mereka tidak mempengaruhi nasib kekaisaran pada umumnya.

Sejarah menceritakan sederet Kaisar yang terjebak dalam kesulitan karena ulah dari keluarga istri-istri mereka dan tidak sedikit pula kengerian yang terjadi di Istana Keputrian karena para wanita itu saling bunuh diam-diam, supaya bisa mendapatkan posisi tertinggi di kekaisaran ini. Mereka pikir dengan menjadi permaisuri, mereka akan memiliki segalanya. Mereka pikir dengan melahirkan seorang anak lelaki, mereka bisa hidup tenang. Mereka pikir dengan yang menjadi wanita yang paling dicintai, mereka sudah memiliki kekuasaan yang kuat.

Narashima tidak bisa tidak tertawa dengan pemikiran-pemikiran semacam itu. Sebagai orang yang terdidik dan dibesarkan dari keluarga yang menuntutnya untuk bekerja keras serta mendalami ilmu pengetahuan, Narashima tahu, anggapan dan pemikiran para wanita itu hanyalah angan-angan belaka. Pada dasarnya, mereka hanya menggantungkan diri pada kekuasaan Kaisar dan mencoba memegang ikatan yang rapuh itu. Mereka tidak sadar, bila tali itu sangat mudah untuk putus.


(14 Maret 2020)

===============

Note:

Mari kita akhiri bagian Narashima sampai di sini dan episode depan akan dimulai kembali pada para tokoh kesayangan kita.  Tiga part ini lumayan bikin saya  mikir lama, karena gambaran episode ada, tapi mau menuangkannya dalam bentuk tulisan susah banget. Di episode kali ini, tentu banyak yang bertanya-tanya gimana Muruthai bisa jadi bawahannya Narashima. Dan mungkin lebih banyak yang nggak ngira kalau Narashima juga percaya hal yang mistis.

Nah... episode depan mulai nih, saya musti mikir lagi apa yang mau ditampilin. =))

Sampai jumpa di episode depan. Jaga kesehatan ya, musim sedang nggak baik dan ada wabah yang mengkhawatirkan. Waspada bukan berarti panik. Dan jangan menyepelekan, meski juga jangan lebay.

Sehat selalu untuk kalian semua.

Jangan lupa vote dan komennya. Lalu, dari nilai 1 - 10 untuk nyebelinnya saya (entah dari segi mana), menurut kalian, saya termasuk penulis yang nyebelin atau nggak? Semakin mendekati angka 10, berarti menurut kalian saya semakin nggak nyebelin =))


Update (Sabtu, 5 April 2025)

Mulai bulan ini saya akan pindah lapak, begitu juga dengan cerita-cerita saya. Sengaja saya sisakan sebagian cerita untuk menunjukkan kapan cerita saya pertama kali ditulis di sini. Terima kasih~~


The Conquered ThroneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang